PT LIB Berencana Menemui Kapolri Terpilih untuk Membahas Nasib Kompetisi Sepak Bola Indonesia

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 16 Jan 2021, 16:30 WIB
Shopee Liga 1 - Logo Klub (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - PT Liga Indonesia Baru (LIB) berencana untuk menemui Kapolri yang baru jika sudah terpilih dan dilantik nanti. Hal itu dilakukan PT LIB untuk membahas nasib kompetisi sepak bola Indonesia yakni Shopee Liga 1 dan Liga 2.

Seperti diketahui, Shopee Liga 1 dan Liga 2 harus mengalami penundaan sebanyak dua kali karena tak mendapatkan izin dari Kepolisian Republik Indonesia. Izin pertandingan dan keramaian tidak keluar karena Polri ingin fokus pada penekanan angka penyebaran COVID-19.

Advertisement

Sementara itu, Jenderal Polisi Idham Azis sebagai Kapolri saat ini akan memasuki masa pensiun pada Februari 2021. Presiden Joko Widodo sudah menyerahkan nama Listro Sigit Prabowo ke DPR sebagai calon pengganti Idham Azis.

"Kami akan mencoba untuk beraudiensi dengan beliau. Kami juga sudah sowan ke beberapa pejabat Polri. Kami berharap siapapun nanti Kapolrinya, liga bisa berlanjut," kata Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno.

Nasib Shopee Liga 1 dan Liga 2 sampai saat ini belum diketahui. Mayoritas klub peserta sudah meminta PT LIB untuk membatalkan musim 2020 dan menggantinya dengan musim baru.

Adapun nasib Shopee Liga 1 dan Liga 2 akan diputuskan dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Kabarnya, pertemuan tersebut akan digelar dalam beberapa hari ke depan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 2 halaman

Satu-satunya di Asia Tenggara

Shopee Liga 1 2020 Logo. (Bola.com/Dody Iryawan)

Shopee Liga 1 menjadi satu-satunya kompetisi elite sepak bola di Asia Tenggara yang belum jelas kelanjutannya. Mayoritas kompetisi elite negara tetangga sudah menyelesaikan musim 2020.

Bahkan, mereka kini tengah bersiap untuk memulai musim baru 2021. Andai dibatalkan, hal ini tentu saja sangat disayangkan sejumlah pihak.

Meski demikian, apapun keputusan yang dihasilkan dalam rapat Exco PSSI nanti sudah merupakan yang terbaik. Apalagi sampai saat ini kondisi Indonesia masih darurat COVID-19.

Berita Terkait