Mau Jadi Tentara, Vikrian Akbar Segera Berpisah dengan Arema

oleh Iwan Setiawan diperbarui 22 Jan 2021, 05:00 WIB
Pemain muda Vikrian Akbar sudah kembali gabung latihan, Selasa (20/10/2020). (Bola.com/Iwan Setiawan)

 

Bola.com, Malang - Gelandang muda Arema FC, Vikrian Akbar Fathoni mulai serius menambah profesi baru. Dalam waktu dekat dia bakal mengikuti tes sebagai calon TNI AU di Jakarta.

Advertisement

“Sebenarnya tawaran mengikuti tes TNI sudah ada sejak tahun lalu. Tapi sekarang saya tekadkan. Jadwal pastinya belum tahu. Mungkin Februari-Maret,” kata pemain 20 tahun ini.

Sepuluh bulan sudah kompetisi sepak bola Tanah Air terhenti akibat pandemi virus corona. PSSI memutuskan Liga 1 2020 resmi dihentikan sehingga 2021 bakal ada kompetisi baru.

Tapi, gelaran itu masih menunggu izin dari Kepolisian. Kondisi yang rumit ini membuat pesepakbola tanah air berfikir cari pemasukan lain.

Vian, sapaan akrabnya memilih daftar sebagai anggota TNI karena nantinya masih bisa berstatus sebagai pemain profesional. Sudah banyak contoh, satu di antaranya kiper Arema FC, Teguh Amiruddin. Selain itu juga banyak pemain di klub lain yang juga berprofesi ganda seperti itu.

“Saya sudah izin kepada manajemen Arema juga. Alhamdulillah diizinkan,” sambungnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Tinggalkan Tim

Gelandang muda Arema FC, Vikrian Akbar Fathoni mengalami retak tulang di kelingking kakinya. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Tapi jika dia lolos tes dan harus menjalani masa pendidikan, Vian sementara harus meninggalkan Arema FC. Biasanya, pendidikannya memakan waktu berbulan-bulan. Ada kemungkinan juga dia harus mengabdi di klub milik TNI lebih dulu.

Namun Vian belum berpikir sejauh itu. Untuk sementara dia memilih tetap menjaga fisik untuk mengikuti tes. Karena tes TNI AU juga butuh fisik yang prima.

“Selama ini tetap main bola. Sering dengan senior Juan Revi (mantan pemain Arema) dan teman-teman lainnya,” tegas Vian.

Arema punya pengalaman kehilangan pemain untuk mengikuti tes sebagai TNI, yakni Ahmad Nuviandani (2015). Selain itu ada juga Antoni Putri Nugroho (2016) yang mengikuti tes di Polri. Hanya, dua pemain yang waktu itu dinilai potensial harus meninggalkan Arema dan gabung dengan PS TNI dan Bhayangkara FC.

Berita Terkait