4 Manajer Terburuk Chelsea Era Roman Abramovich, Frank Lampard Paling Parah

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 26 Jan 2021, 09:00 WIB
Chelsea - Roman Abramovich (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Roman Abramovich kembali melakukan pemecatan. Kali ini korbannya adalah Frank Lampard, yang menariknya, memiliki statistik manajerial terburuk Chelsea sejak 2003.

Senin (25/1/2021) siang waktu London menjadi hari yang kelabu bagi Frank Lampard. Dia resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai manajer Mason Mount dan kawan-kawan.

Advertisement

"Frank Lampard memiliki waktu yang singkat dengan sejumlah pemain baru. Dia diberikan periode di bawah embargo transfer, itu melindunginya, dia melakukan pekerjaan dengan baik dalam periode itu tetapi begitu mereka menghabiskan banyak uang, selalu ada ekspektasi, dan kita semua tahu apa yang akan terjadi kalau ekspektasi itu tak terwujud," kata Gary Neville memaklumi pemecatan yang menimpa Lampard.

Berdasarkan data Transfermarkt, Frank Lampard hanya mampu mendulang rataan 1,75 poin per laga pada semua kompetisi dan turnamen resmi sejak menggantikan Maurizio Sarri pada Juli 2019.

Bicara statistik perolehan poin per pertandingan, Frank Lampard memang masih lebih baik dibandingkan Guus Hiddink. Akan tetapi, ia adalah manajer terburuk Chelsea soal raihan prestasi sejak era Roman Abramovich.

Video

2 dari 4 halaman

Luiz Felipe Scolari

9. Luiz Felipe Scolari (2008-2009), 55.6% - Salah satu pelatih Chelsea yang dinilai gagal. Ditunjuk pada Juni 2008 kemudian dipecat pada Februari 2009 karena penampilan tim yang jauh di bawah standar. (AFP/Carl De Souza)

Luiz Felipe Scolari datang dengan sejuta ekspektasi. Dia adalah pelatih tim pemenang Piala Dunia pertama yang melatih di Liga Inggris. Tetapi penampilan buruk Chelsea membuatnya dipecat sebelum akhir musim pertamanya.

Bayangkan saja, selain nirgelar, pelatih asal Brasil itu cuma bertahan selama 36 pertandingan saja. Catatannya pun tak bisa dibilang bagus.

Ia memenangi 20 laga, 11 kali imbang, dan lima kali kalah. Ekspektasi besar Roman Abramovich kembali dimentahkan.

3 dari 4 halaman

Andre Villas-Boas

10. Andre Villas-Boas (2011-2012), 47.5% - Latar belakang yang mirip Mourinho, membuat Abramovich tertarik mendatangkannya. Namun Villas-Boas gagal dan menjadi pelatih Chelsea dengan persentase kemenangan terendah di era Abramovich. (AFP/Carl Court)

Digadang-gadang sebagai Mourinho yang baru, masa jabatan Villas-Boas di Stamford Bridge malah tidak menyenangkan. Setelah berbicara tentang pemberontakan pemain, dia dipecat ketika Chelsea gagal lolos ke Liga Champions.

Persentase kemenangan jauh di bawah standar manajer-manajer sebelumnya, yakni kurang dari 50 persen. Manajer asal Portugal itu hanya mencatatkan 19 kemenangan, 11 imbang, dan 10 kali menelan kekalahan.

4 dari 4 halaman

Avram Grant

3. Avram Grant (2007-2008), 66.7% - Pelatih asal Israel ini mendapatkan tim yang bagus peninggalan dari Jose Mourinho. Namun sayangnya Avram kurang memukau dan gagal lepas dari bayang-bayang Mourinho. (AFP/Andrew Yates)

Mendapatkan warisan berupa skuad mumpuni sepeninggal Jose Mourinho, Avram Grant malah tampil tak menggigit. Persentase kemenangannya cukup tinggi, yakni 66,7 persen, tapi itu saja tak cukup buat meyakinkan Roman Abramovich.

Ditunjuk sebagai direktur teknik pada 2007, pria asal Israel itu hanya bertahan satu musim dan membawa tim finis kedua dan kalah di final Liga Champions dari Manchester United. Tapi, ia memiliki persentase kemenangan dan poin keseluruhan per pertandingan yang oke dari semua manajer di era Abramovich (66,7 persen).

Hanya saja, satu yang diminta Abramovich, yakni gelar juara, tidak terpenuhi. Avram Grant pun ditendang dari kursi manajer Chelsea.

Berita Terkait