7 Borok yang Bikin Barcelona Begitu Terseok-seok Musim Ini, Suka Melempem Lawan Tim Gurem

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 23 Feb 2021, 10:15 WIB
Barcelona - Pemain Barcelona dan Ronald Koeman (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Barcelona menjalani perjalanan yang terasa tidak manis pada musim ini. Situasi Barca bahkan memburuk dalam beberapa pekan terakhir. 

Barcelona masih terlibat di tiga kompetisi berbeda. Namun, prospek tim besutan Ronald Koeman di tiga kompetisi tersebut terlihat suram.  

Advertisement

Dalam dua pertandingan terakhir Barca mendulang hasil-hasil pahit. Setelah kalah 1-4 dari Paris Saint-Germain (PSG) pada leg pertama 16 besar Liga Champions, Barca juga gagal menang di La Liga. 

Menjamu Cadiz di Camp Nou, Minggu (21/2/2021), Barcelona hanya bermain imbang 1-1. Sempat unggul melalui gol Lionel Messi, kemenangan di depan mata sirna setelah kebobolan di menit-menit akhir. 

Seperti disebutkan di atas, Barcelona masih berpartisipasi di tiga kompetisi. Namun, mereka tertinggal 9 poin dari pemuncak klasemen Liga Spanyol, terancam tereliminasi dari Liga Champions, dan tertinggal 0-2 dari Sevilla di semifinal Copa del Rey. 

Diario Sport, seperti dilansir Football Espana, Senin (22/2/2021), menjabarkan tujuh alasan mengapa Barcelona terpuruk pada musim ini. 

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

2 dari 8 halaman

1. Kesalahan Individu yang Tak Termaafkan 

Bek Barcelona, Clement Lenglet (kanan) berduel dengan striker Cadiz, Anthony Lozano, pada pertandingan Liga Spanyol di Camp Nou, Minggu (21/2/2021). (AFP/Josep Lagos)

Clement Lenglet menyebabkan lahirnya penalti untuk lawan penalti saat Barca bermain imbang dengan Cadiz. Itu menjadi kesalahan pertahanan telah menodai kiprah Barca musim ini.

Kekalahan kontra Getafe disebabkan tendangan penalti, begitu juga saat takluk dari Cadiz beberapa waktu lalu juga karena blunder pertahanan.

Kekalahan di El Clasico melawan Real Madrid juga disebabkan oleh kesalahan dalam pertahanan Barca yang mengakibatkan penalti saat pertandingan imbang 1-1.

 

3 dari 8 halaman

2. Tidak Efisien dalam Menyerang

Bintang Barcelona Lionel Messi mencoba melewati para pemain Cadiz dalam lanjutan Liga Spanyol di Camp Nou, Minggu (21/2/2021). (AP Photo/Joan Monfort)

Statistik menunjukkan jelas kelemahan Barcelona ini. Klub asal Catalan itu bahkan tidak masuk 40 besar klub di lima liga top Eropa yang efektif memanfaatkan peluang. 

Misalnya, melawan Cadiz mereka memiliki gabungan 18 tembakan tepat sasaran dalam dua pertandingan, tetapi hanya berhasil mencetak dua gol.

 

4 dari 8 halaman

3. Kelemahan Eksekusi Bola Mati

Pemain Barcelona Lionel Messi melakukan tendangan bebas saat melawan Paris Saint-Germain pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Camp Nou, Barcelona, Spanyol, Selasa (16/2/2021). PSG menang 4-1. (AP Photo/Joan Monfort)

Musim ini Barcelona benar-benar buruk dalam memanfaatkan peluang dari set-pieces. Lihat saja statistiknya. 

Barcelona hanya mencetak satu gol dari lebih dari 200 tendangan sudut di musim ini, namun kebobolan tujuh dari tendangan bola mati ke kotak penalti.

 

5 dari 8 halaman

4. Rekor Buruk Kontra Tim Elite

Penyerang Barcelona, Lionel Messi, tampak kecewa usai gagal mencetak gol ke gawang Juventus pada laga matchday terakhir Grup G Liga Champions di Camp Nou Stadium, Rabu (9/12/2020) dini hari WIB. Juventus menang 3-0 atas Barcelona. (AFP/Josep Lago)

Rekor Barcelona melawan tim-tim elite pada musim ini sangat buruk. Tim besutan Ronald Koeman kalah dari Real Madrid, Juventus, Atletico Madrid, Sevilla, Athletic Bilbao, dan Paris Saint-Germain.

Kapan pun Blaugrana menghadapi pertandingan yang sulit, mereka biasanya goyah.

 

 

6 dari 8 halaman

5. Suka Melempem Melawan Tim Semenjana

Bek Barcelona, Gerard Pique, tampak kecewa usai ditaklukkan Getafe pada laga Liga Spanyol di Stadion Coliseum Alfonso Perez, Minggu (18/10/2020). Barcelona takluk dengan skor 1-0. (AP/Manu Fernandez)

Bukan hanya buruk melawan tim elite, Barcelona juga kerap ceroboh menghadapi tim-tim semenjana. Mereka kalah dari Getafe, imbang kontra Alaves dan Eibar. 

Blaugrana juga hanya mendulang satu poin dari dua laga kontra Cadiz. Belum lagi, penampilan tak meyakinkan di Copa del Rey melawan Cornella dan Rayo Vallecano. 

 

7 dari 8 halaman

6. Delapan Laga Tanpa Clean Sheet

Barcelona tidak beranjak dari peringkat ketiga klasemen sementara Liga Spanyol. Mereka gagal memangkas marhin dari peringkat pertama dan kedua yang ditempati Atletico Madrid dan Real Madrid. (Foto: AP/Joan Monfort)

Mencetak gol adalah cara untuk menang, tapi sebuah tim juga bisa menjadi pemenang jika memiliki pertahanan yang tangguh juga. Barcelona jelas saat ini tidak seperti itu.

Sport mencatat untuk delapan pertandingan beruntun, Barcelona selalu membiarkan gawangnya dibobol oleh pemain lawan. Catatan itu dimulai ketika Barcelona menghadapi Rayo Vallecano, sekitar satu bulan lalu.

Barcelona terakhir kali mencatatkan clean sheet pada 24 Januari ketika mengalahkan Elche dengan skor 2-0. Setelah itu, Barcelona terus kebobolan dalam delapan laga beruntun sampai saat ini.

Barcelona hanya mencatatkan 12 clean sheet dalam 37 pertandingan pada musim ini, di bawah 30 persen. Inilah bukti mengapa Barcelona sulit tampil konsisten.   

 

8 dari 8 halaman

7. Suka Membuang-buang Keunggulan

Pemain Paris Saint-Germain Kylian Mbappe (tengah) memperebutkan bola dengan pemain Barcelona Oscar Mingueza pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Camp Nou, Barcelona, Spanyol, Selasa (16/2/2021). PSG menang 4-1. (AP Photo/Joan Monfort)

Salah satu borok Barcelona musim ini adalah kegagalan mempertahankan keunggulan. Saat unggul, mereka malah kemudian lengah. 

Barca lebih dulu unggul melawan PSG dan Cadiz pekan lalu, juga membuang keunggulan hingga diimbangi Valencia. Yang menyesakkan, Barca juga lebih dulu memimpin atas Athletic Bilbao, kemudiaan malah kalah di Piala Super Spanyol. 

Sumber: Football Espana 

Berita Terkait