Liga Spanyol: Filipe Luis Labeli Diego Simeone Manajer Bengis yang Tak Punya Hati

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 23 Feb 2021, 08:45 WIB
Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, memimpin sesi latihan jelang laga Liga Champions di Moskow, Senin (2/11/2020). Atletico Madrid akan berhadapan dengan Lokomotiv Moscow. (Yuri Kochetkov/Pool via AP)

Bola.com, Madrid - Diego Simeone begitu sukses di Atletico Madrid karena dia tidak punya hati, kata Filipe Luis. Menurutnya, pelatih asal Argentina itu selalu menuntut dan tidak suka bermain-main demi kesuksesan.

Diego Simeone telah 10 tahun menjabat sebagai pelatih Atletico Madrid. Ia berjasa memberikan satu gelar La Liga Spanyol dan, setidaknya, merusak dominasi Barcelona dan Real Madrid.

Advertisement

Musim ini Diego Simeone juga berhasil membuat Atletico Madrid bertengger di puncak klasemen Liga Spanyol. Filipe Luis mengklaim bahwa pelaih berusia 50 tahun itu sepenuhnya bertanggung jawab atas kemajuan yang dibuat di ibu kota Spanyol selama dekade terakhir.

"Percayalah, tidak mudah bermain untuk Simeone. Dia tidak punya hati. Dia akan memutuskan apa yang dia harus putuskan hanya untuk menang. Ketika dia mengambil alih pada 2011, tim ini terpaut empat poin dari degradasi dan dia menjadikan Atletico juara Liga Europa pada musim yang sama. Dia mengubahnya menjadi sisi mengerikan seperti sekarang. Kesuksesan itu punya satu nama, yakni Diego Simone," kata Luis dilansir dari Daily Mail.

"Sekitar 120 pemain datang ke klub ini. Beberapa datang sebagai bintang dan tidak bermain, yang lain datang tanpa kredibilitas dan menjadi bintang di sini. Ini pencapaian yang luar biasa. Dia tidak pernah membuang waktu."

"Saya adalah seorang bek sayap yang kurang percaya diri pada bulan Desember ketika dia tiba dan sebagai bek kiri terbaik di dunia pada bulan Januari. Diego Simeone satu-satunya orang yang berhasil membuat saya seperti itu," kata Filipe Luis lagi.

Video

2 dari 2 halaman

Pencapaian Diego Simeone

Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone tersenyum saat berselebrasi meraih juara Piala Super Eropa setelah mengalahkan Real Madrid di Lillekula Stadium di Tallinn, Estonia, (15/8). Atletico Madrid menang 4-2 atas Real Madrid. (AP Photo/Pavel Golovkin)

Simeone, yang juga pernah bermain untuk Atletico, ditunjuk sebagai manajer pada Desember 2011. Sejak itu ia telah memimpin 510 pertandingan, meraih 307 kemenangan dan hanya menderita 83 kekalahan.

Dia telah mendapatkan satu gelar Liga Spanyol selama rezimnya, bersama dengan kemenangan Copa del Rey, dua mahkota Liga Europa dan beberapa Piala Super UEFA.

Simeone juga dinobatkan sebagai Coach of the Year di Spanyol pada tiga kesempatan, saat mengklaim penghargaan European Coach of the Season pada 2011-12. Kontraknya saat ini akan berjalan hingga musim panas 2022.

Sumber: Daily Mail

Berita Terkait