Saatnya Perempuan Indonesia Tak Sekadar Jadi Pelengkap, Berani Bicara untuk Setara

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 18 Mar 2021, 15:35 WIB
Ikuti Webinar Bicara untuk Setara

Bola.com, Jakarta - Memperingati Hari Perempuan Sedunia, FIMELA mengajak wanita Indonesia untuk berani berbicara dan mengutarakan pendapat. Mengambil tema Berani untuk Bicara, diharapkan perempuan masa kini tidak lagi ada sekadar pelengkap.

Sejarah mencatat awal mula tanggal 8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan Sedunia yaitu di tahun 1908. Sekitar 15.000 perempuan berbaris (marching) di sepanjang jalanan kota New York pada tanggal 28 Februari 1908.

Advertisement

Perempuan-perempuan ini menyadari adanya ketimpangan yang mereka alami soal pemberlakuan jam kerja, upah dan fasilitas yang berbeda yang didapatkan pekerja perempuan dengan pria.

Pada hari yang sama, pada tahun-tahun berikutnya, para perempuan mengadakan protes yang didukung oleh partai sosialis Amerika. Mereka mengadakannya di hari Minggu terakhir setiap bulan Februari hingga tahun 1913 dan akhirnya konsensus memutuskan tanggal 8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan Sedunia.

Ruang gerak dan bicara seakan dibatasi. Stigma dan label sebagai objek, membuat perempuan kerap menjadi pelengkap saja. Padahal perempuan dan pria memiliki hak yang sama. Persamaan derajat antara perempuan dan pria bukan berarti mengecilkan peran pria dalam hidup perempuan.

Sebagai perempuan, kita tetap membutuhkan kehadiran pria, karena hubungan perempuan dan pria adalah relasi jadi tidak ada yang lebih kuat atau merasa dilemahkan.

Di bulan yang spesial ini FIMELA mengajakmu untuk berani berbicara dan mengungkapkan pendapat. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Amelia Ayu Kinanti, Editor in Chief FIMELA.

"Tahun ini dalam merayakan Hari Perempuan Internasional, FIMELA mengambil tema BICARA UNTUK SETARA. Karena menurut kami, saatnya perempuan sadar akan haknya, dan saatnya perempuan berani berbicara menuntut untuk setara."

"Perempuan tak harus menjadi pasif, menahan apa yang ada di hati dan pikirannya seperti yang diharapkan budaya patriarki. Tak selamanya diam itu emas, tahun ini saatnya bicara untuk setara."

Video