All England: Alhamdulillah, Tim Indonesia Direncanakan Tinggalkan Inggris pada Hari Minggu tapi Ada Syaratnya

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 20 Mar 2021, 09:30 WIB
Para pebulutangkis Indonesia tiba di Birmingham, Inggris, Sabtu (13/3/2021) menjelang berlangsungnya Turnamen Bulutangkis All England 2021, 17-21 Maret 2021. (Dok. PBSI)

Bola.com, Birmingham - Manajer tim bulutangkis Indonesia di All England 2021, Ricky Soebagdja mengatakan, timnya akan meninggalkan Inggris dan All England 2021 pada Minggu (21/3/2021). Mereka tidak jadi diisolasi mandiri selama sepuluh hari di Negeri Ratu Elizabeth itu.

Meski begitu, tim bulutangkis Indonesia perlu memenuhi syarat mutlak sebelum kembali ke Tanah Air. Mereka harus melalui tes swab PCR pada Sabtu (20/3/2021) dengan hasil negatif.

Advertisement

Rombongan tim bulutangkis Indonesia di All England yang meliputi atlet, pelatih, dan ofisial akan menjalani tes swab PCR di Birmingham pada hari ini. Pemeriksaan kesehatan ini difasilitasi oleh Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Inggris.

Jika tidak ada aral melintang, tim bulutangkis Indonesia bakal menempuh perjalanan darat dari Birmingham ke London pada esok hari untuk terbang via Bandara Heathrow.

Tim bulutangkis Indonesia di All England terpaksa pulang dari Bandara Heathrow yang terletak di London. Sebab pada hari itu, tidak tersedia penerbangan dari Bandara Birmingham menuju Tanah Air.

"Kami pulang pada 21 Maret 2021 dari Birmingham, tetapi kami melalui London. Semua koordinasi kepulangan dan tes swab PCR, dilakukan oleh Pak Dubes Desra Percaya dan KBRI di London," kata Ricky Soebagdja dalam keterangan di akun Instagram PBSI, @badminton.ina, Jumat (19/03/2021).

"Informasi dari KBRI, kami akan berangkat pagi hari (Minggu) dari Birmingham untuk naik pesawat melalui bandara di London. Mudah-mudahan besok (Sabtu) hasil semuanya negatif sebab kami ingin segera kembali ke Tanah Air," ucap Ricky Soebagdja.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 2 halaman

Tidak Perlu Isolasi 10 Hari

Aksi Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon pada semifinal All England 2020, Sabtu (14/3/2020). (PBSI)

Tim bulutangkis Indonesia seharusnya menempuh isolasi individu selama sepuluh hari mulai 13-23 Maret 2021. Namun, berkat bantuan dari KBRI di London, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), masa karantina tersebut tidak perlu dituntaskan.

Sebelumnya, tim bulutangkis Indonesia diminta oleh National Health Service (NHS) atau program layanan kesehatan masyarakat di Inggris untuk menjalani isolasi mandiri selama sepuluh hari. Mereka dianggap melakukan kontak dengan penumpang pesawat yang positif COVID-19 dalam perjalanan ke Inggris.

Badminton World Federation (BWF) menindaklanjuti perintah dari NHS itu dengan memaksa tim bulutangkis Indonesia mundur dari All England. Pasca kejadian ini, Federasi Bulutangkis Dunia itu juga menelantarkan Anthony Ginting dan kawan-kawan.