Peran Magis Trio Jatim dan Kecerdikan Paul Munster dalam Meramu Bhayangkara Solo FC di Piala Menpora

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 09 Apr 2021, 15:04 WIB
Piala Menpora - Bhayangkara Solo FC, Andik Vermansah, Evan Dimas, Hansamu Yama (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Bhayangkara Solo FC tampil menggebrak di Piala Menpora 2021. Klub asuhan Paul Munster itu belum terkalahkan dan meraih sekali kemenangan dan sekali imbang.

Penampilan apik Bhayangkara Solo FC di Piala Menpora 2021 sejatinya sudah diramalkan sebelum turnamen diselenggarakan. Hal itu terjadi karena Bhayangkara Solo FC berhasil mendatangkan dua pemain berkualitas yakni Hansamu Yama dan Evan Dimas.

Advertisement

Kehadiran keduanya melengkapi ketangguhan skuad yang sudah dimiliki Bhayangkara Solo FC. Hansamu Yama mampu menghadirkan tembok kukuh di barisan pertahanan dan hal itu dibuktikan dari minimnya gol yang terjadi di gawang Bhayangkara Solo FC.

Bicara soal kualitas, Hansamu Yama tentu tak perlu diragukan. Namun, melalui polesan Paul Munster, Hansamu semakin berkembang sebagai seorang bek tengah.

Selain itu, Evan Dimas juga menghadirkan warna baru di lini tengah Bhayangkara Solo FC. Evan adalah motor permainan Bhayangkara Solo FC dan menjadi jembatan antara lini belakang dan lini tengah.

Evan Dimas juga turut mendukung alur serangan Bhayangkara Solo FC. Apalagi di lini depan Bhayangkara Solo FC sudah memiliki Andik Vermansah yang selama ini menjadi tumpuan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 3 halaman

Kecerdikan Paul Munster

Pelatih Bhayangkara Solo FC Paul Christopher Munster memberikan instruksi kepada pemainnya saat water break melawan Borneo FC Samarinda dalam pertandingan babak penyisihan Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Senin (22/3/2021). (Bola.com/Arief Bagus)

Penampilan apik Bhayangkara Solo FC di Piala Menpora 2021 tak terlepas dari kecerdikan pelatih Paul Munster. Memiliki sumber daya pemain yang melimpah dan berkualitas memudahkan Paul Munster untuk melakukan eksperimen.

"Saya sudah mendapatkan pemain-pemain yang saya inginkan di tim ini. Jadi saya bisa membuat penyesuaian dengan cara saya memainkan pemain-pemain tersebut," kata Paul Munster.

Contohnya saat memainkan Andik Vermansah sebagai penyerang pada laga melawan Borneo FC. Menurut Paul Munster, hal itu dilakukan demi mengeluarkan sisi lain dari kualitas sang pemain.

"Andik Vermansah adalah seorang striker. Dulu waktu saya masih bermain, saya adalah seorang striker. Saya bisa memberikan masukan kepada dia," jelas mantan arsitek Timnas Vanuatu tersebut.

Kehadiran Andik tentu saja semakin membuat lini depan Bhayangkara Solo FC tajam. Paul Munster mengaku puas melihat ketatnya persaingan di lini depan yang tentu saja berdampak pada pencapaian timnya.

"Bagusnya, persaingan lini depan kami menjadi kompetitif. Masih ada juga striker yang belum bergabung dengan kami," jelas Munste

Paul Munster juga menyulap lini belakang Bhayangkara Solo FC semakin kompetitif. Hal inilah yang membuat pemain terpilih merupakan yang paling berkualitas dari materi yang ada.

3 dari 3 halaman

Tak Mudah

PSM Makassar Vs Bhayangkara Solo FC di Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Kab. Malang, Sabtu (27/3/2021). (Bola.com/Ikhwan Yanuar Putra)

Kegemilangan Bhayangkara Solo FC bakal mendapatkan ujian berat pada matchday ketiga Piala Menpora 2021. Klub berjulukan The Guardians itu akan menghadapi Persija Jakarta demi mendapatkan tiket ke babak perempat final.

Bhayangkara Solo FC saat ini berada di peringkat kedua klasemen sementara Grup B Piala Menpora 2021 dengan raihan empat poin. Jumlah itu diraih berkat sekali menang dan sekali imbang.

Untuk bisa melaju ke babak selanjutnya, kemenangan tentu menjadi harga mati. Namun, pelatih Paul Munster sadar hal itu tak akan mudah.

Apalagi Persija memiliki pemain yang berkualitas dengan mentalitas bagus. Pelatih Paul Munster mengaku sudah mengantongi kekuatan dan kelemahan Persija sehingga yakin bisa meraih kemenangan.

"Pastinya saya paham dengan hal itu. Mereka mencetak gol dari situasi tendangan penjuru, itu memang kekuatan mereka. Mungkin orang juga tahu, mereka juga punya pemain tinggi," kata Paul Munster.

"Saya sudah persiapkan antisipasi dan pemain sudah tahu bagaimana kekuatan dan kelemahan, bagaimana mengatasi dan itu hanya saya share ke pemain. Jadi pemain sudah tahu. Saya memberi instruksi spesifik," tegas Paul Munster.

Berita Terkait