Piala Menpora 2021, Lantai Dansa Para Wonderkid

oleh Aditya Wany diperbarui 28 Apr 2021, 11:30 WIB
Peserta Piala Menpora. (Bola.com/Dody Iryawan)

Bola.com, Surabaya - Persebaya Surabaya menjadi salah satu tim yang mencuri perhatian selama Piala Menpora 2021. Ini bukan terkait dengan prestasi mereka yang mentok di perempat final setelah kalah 2-3 dari Persib Bandung.

Melainkan, tim berjulukan Bajul Ijo itu mengandalkan pemain lokal di turnamen pramusim ini. Tak ada pemain asing atau naturalisasi. Menariknya, mayoritas di antara mereka berusia di bawah 22 tahun dan belum berpengalaman.

Advertisement

Dari 25 pemain, sebanyak 11 di antaranya masih berusia di 21 tahun ke bawah dan tergolong sebagai pemain muda. Bahkan, lima di antaranya secara reguler mampu menembus starting eleven di Piala Menpora 2021.

Mereka adalah Rizky Ridho, Koko Ari Raya, Rachmat Irianto, Hambali Tholib, dan Mochammad Supriadi. Mereka menjadi tumpuan di masing-masing lini dan tetap mampu tampil seperti para senior lainnya.

Apa yang ditunjukkan Persebaya  merupakan hasil kerja pembinaan yang telah dilakukan selama bertahun-tahun. Sebab, klub asal Kota Pahlawan itu memiliki 20 klub internal yang bertarung dalam kompetisi internal.

Alhasil, para pemain muda sudah terbiasa dengan persaingan dalam sebuah kompetisi. Atmosfer itu pula yang membuat mereka ditempa dan bisa beradaptasi dengan skuat senior. 

Dari 11 pemain muda yang dibawa Persebaya di Piala Menpora 2021, tujuh di antaranya merupakan hasil didikan kompetisi internal. Mereka adalah Rachmat Irianto, Koko Ari Araya, Rizky Ridho, Zulfikar Akhmad, Akbar Firmansyah, Dicky Kurniawan, dan Marselino Ferdinan.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

2 dari 3 halaman

Peran Penting di Skuat Utama

Striker Persija Jakarta, Taufik Hidayat melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Persib Bandung dalam laga leg pertama final Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (22/4/2021). Persija menang 2-0. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Apa yang dialami oleh Persebaya ini menjadi sebuah keistimewaan. Tapi, bukan berarti klub lain tidak melakukan hal yang sama. Sang kampiun Persija Jakarta juga punya dua pemain belia yang mencuri perhatian.

Nama Taufik Hidayat langsung moncer setelah mendapat kesempatan tampil sebagai starter dalam dua leg final Piala Menpora 2021 melawan Persib Bandung. Taufik Hidayat adalah sosok penting di balik kemenangan 2-0 Macan Kemayoran di leg pertama.

Taufik membukukan masing-masing satu gol dan assist di laga itu. Dia mampu menggantikan peran Marko Simic yang dicadangkan. Meski masih berusia 21 tahun, dia punya mental dan keberanian menghadapi laga besar.

Di leg kedua, pemain kelahiran Bandung ini tidak mencetak gol. Tapi, dia tetap mampu menebar ancaman terhadap Persib. Performanya dengan dribel dan tembakan membuatnya menjadi sosok yang membahayakan.

Sama seperti Taufik, tidak ada yang menyangka Braif Fatari juga masuk starting eleven dalam dua pertandingan final. Menempati posisi gelandang serang, Braif mampu menjadi alternatif dalam Persija dalam melakukan serangan.

Dia menyumbang satu gol dalam leg pertama, setelah memanfaatkan bola yang membentur Taufik. Itu merupakan satu-satunya gol yang dicetak oleh Braif Fatari dalam lima penampilan di Piala Menpora 2021.

Menariknya, Braif hanya sekali membukukan satu tembakan tepat sasaran, dan itu langsung berbuah gol. Meski masih berusia 19 tahun, Braif Fatari tidak segan berduel dengan gelandang lawan dalam perebutan bola.

 

3 dari 3 halaman

Bonus Utama adalah Jenjang Karier

Bek PSIS Semarang, Pratama Arhan melakukan selebrasi usai mencetak gol ketiga ke gawang Persikabo 1973 lewat eksekusi penalti dalam laga matchday ke-2 Grup A Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Kamis (25/3/2021). PSIS menang 3-1 atas Persikabo 1973. (Bola.com/Arief Bagus)

Jangan lupakan juga sosok Saddam Gaffar milik PSS Sleman. Striker muda berusia 19 tahun ini sempat tidak menjadi pilihan utama PSS saat melakoni laga di fase grup. Pelatih Dejan Antonic lebih memilih memainkan Irfan Bachdim di ujung tombak serangan.

Namun, Irfan Bachdim kemudian mengalami cedera, dan Saddam Gaffar pun harus menggantikan perannya. Saddam sempat kesulitan beradaptasi dengan permainan tim, apalagi rekan-rekannya berisi pemain senior.

Saddam kemudian menunjukkan kualitasnya dalam dua laga semifinal kontra Persib Bandung. Dia berhasil mencetak masing-masing satu gol dalam dua pertandingan tersebut. Bahkan, gol PSS memang hanya tercipta darinya di semifinal.

Sayang, tim Super Elja tidak mampu menembus partai puncak. PSS harus rela kalah agregat 2-3 dari Persib Bandung di semifinal.

Berikutnya ada bek kiri muda PSIS Semarang, Pratama Arhan, langsung mencuri perhatian dalam penampilannya di ajang Piala Menpora 2021. Pemain berusia 19 tahun itu ikut berperan meloloskan tim Mahesa Jenar ke babak delapan besar dengan status juara Grup A.

Peran vital Pratama Arhan yang beroperasi di sektor kiri pertahanan PSIS. Meski memiliki posisi asli sebagai bek kiri, oleh pelatih Dragan Djukanovic dirinya agak sedikit digeser ke depan atau lebih bermain ofensif.

Pemain Timnas Indonesia U-19 itu tidak membutuhkan waktu lama menyesuaikan dengan taktik pelatih yang memainkannya lebih ke depan. Bahkan pemain yang akrab disapa Arho tersebut menjadi salah satu senjata permainan PSIS, melalui tusukan dan kecepatannya dari kiri.

Pratama Arhan ikut menjadi mesin gol maupun memberi assist bagi rekannya. Ia mengoleksi dua gol untuk PSIS Semarang, masing-masing ke gawang Persikabo melalui eksekusi penalti, dan gol cantik hasil tendangan bebas ke gawang Arema FC.

Gelar individu pemain muda terbaik sendiri diraih oleh Pratama Arhan. Pemain satu ini layak menyabet gelar itu karena kualitasnya yang lengkap.

Berita Terkait