Terpinggirkan oleh Frank Lampard, 5 Pemain Chelsea Ini Menggila di Tangan Thomas Tuchel

oleh Ario Yosia diperbarui 08 Mei 2021, 06:10 WIB
Chelsea - Thomas Tuchel, Antonio Rudiger, Jorginho, Kai Havertz (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Kedatangan Thomas Tuchel memberikan dampak positif buat Chelsea. The Blues yang sempat terseok di persaingan Premier League bangkit dari kubur. Mereka kini menjadi finalis Liga Champions dan meramaikan persaingan big four Liga Inggris.

Tuchel ditunjuk untuk menangani Chelsea pada 26 Januari 2021. Dia datang ke Stamford Bridge untuk menggantikan Frank Lampard yang dipecat.

Advertisement

Tuchel mampu membawa Chelsea bangkit dari keterpurukan. Dari 24 laga di semua kompetisi, The Blues meraih 16 kemenangan, enam hasil imbang, dan dua kekalahan.

Tidak hanya itu, Chelsea asuhan Tuchel juga berpeluang merebut dua gelar di musim ini. Timo Werner dkk sudah menembus final FA Cup dan Liga Champions.

Kedatangan Tuchel juga berdampak positif bagi sejumlah pemain Chelsea. Mereka mampu bersinar setelah sebelumnya mengalami kesulitan di bawah asuhan Lampard.

Video

2 dari 6 halaman

Andreas Christensen

Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel, merayakan kemenangan bersama Andreas Christensen usai mengalahkan Real Madrid pada leg kedua semifinal Liga Champions, di Stadion Stamford Bridge, Kamis (06/05/2021). Chelsea menang dengan skor 2-0. (AFP/Glyn Kirk)

Andreas Christensen sering melakukan kesalahan selama membela Chelsea. Itu termasuk saat mendapat kartu merah di laga melawan Liverpool pada pekan-pekan awal Premier League 2020-2021.

Sejak saat itu, Christensen terpinggirkan di bawah arahan Frank Lampard. Namun, pemain asal Denmark itu akhirnya kembali ke starting XI di bawah Thomas Tuchel.

Christensen mampu menunjukkan performa yang konsisten di bawah Tuhcel. Dia sejauh ini berhasil mengumpulkan 17 penampilan bersama pria asal Jerman tersebut.

3 dari 6 halaman

Antonio Rudiger

Striker Real Madrid, Karim Benzema (kiri) dan bek Chelsea, Antonio Rudiger terjatuh saat perebutan bola dalam laga leg kedua semifinal Liga Champions 2020/2021 di Stamford Bridge, London, Rabu (5/5/2021). Real Madrid kalah 0-2 dari Chelsea. (AP/Alastair Grant)

Antonio Rudiger tersingkir dari skuad utama Chelsea asuhan Frank Lampard. Bahkan, Lampard kabarnya ingin menjual sang pemain pada bursa transfer musim panas kemarin.

Rudiger hanya mencatatkan empat penampilan di Premier League di bawah Lampard musim ini. Banyak yang memprediksi karier bek asal Jerman itu di Chelsea sudah tamat.

Namun, datangnya Tuchel mampu mengembalikan karir Rudiger ke jalur yang benar. Dia mendapat kesempatan bermain reguler di bawah Tuchel dan membantu pertahanan Chelsea tampil solid.

4 dari 6 halaman

Jorginho

Bek Real Madrid, Marcelo berebut bola dengan gelandang Chelsea, Jorginho pada leg pertama semifinal Liga Champions di Stadion Alfredo Di Stefano, Rabu (28/4) dini hari WIB. Real Madrid hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Chelsea. (AP Photo/Bernat Armangue)

Jorginho tak banyak dimainkan pada era Frank Lampard. Gelandang asal Italia itu juga mengaku gaya bermain Lampard tidak cocok dengannya.

Namun, Jorginho kini menjadi salah satu pemain andalan Tuchel di Chelsea. Dia mendapat menit bermain cukup banyak sejauh ini.

Eks pemain Napoli sudah memainkan 19 pertandingan di semua kompetisi bersama Tuchel. Dari jumlah itu, Jorginho mencetak tiga gol dan satu assist.

5 dari 6 halaman

N'Golo Kante

Kante tampil penuh selama 90 menit. Ditempatkan di gelandang tengah berduet dengan Jorginho, Kante benar-benar tangguh menjaga wilayahnya. (Foto: AFP/Javier Soriano)

N'Golo Kante sebenarnya masih menjadi andalan di lini tengah Chelsea dalam periode kepemimpinan Frank Lampard. Namun, dia terlihat kesulitan menunjukkan performa terbaiknya.

Selain cedera, Lampard juga memainkan Kante di posisi yang berbeda. Dia bermain lebih maju dalam formasi trio gelandang Chelsea.

Namun, Kante bersinar lagi di bawah kendali Thomas Tuchel. Gelandang asal Prancis itu sudah tampil 20 kali bersama Tuchel dan memainkan peran penting dalam membawa Chelsea ke final Liga Champions.

6 dari 6 halaman

Kai Havertz

Gelandang Chelsea, Kai Havertz (kiri) mengontrol bola di depan bek Real madrid, Ferland Mendy dalam laga leg kedua semifinal Liga Champions 2020/2021 di Stamford Bridge, London, Rabu (5/5/2021). Chelsea menang 2-0 atas Real Madrid. (AP/Alastair Grant)

Kai Havertz datang ke Chelsea dengan harga yang sangat mahal. Karena itu, tidak mengherankan kalau kedatangan gelandang asal Jerman itu diiringi dengan ekspektasi besar.

Namun, Havertz gagal menunjukkan performa terbaiknya di bawah asuhan Frank Lampard. Havertz melempem karena Lampard tidak menempatkan dirinya di posisi favorit sebagaimana mestinya.

Penampilan Havertz kemudian terlihat membaik pada era Thomas Tuchel belakangan ini usai dimainkan sebagai ujung tombak. Pemain berusia 21 tahun itu sudah mencetak tiga gol dan tiga assist.

Sumber asli: Planet Football

Disadur dari: Bola.net (Aga Deta, Published 7/5/2021)

Berita Terkait