Rahmad Darmawan: Madura United Memaklumi Penundaan Liga 1

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 30 Jun 2021, 23:00 WIB
Rahmad Darmawan, pelatih Madura United. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Bangkalan - Kompetisi Liga 1 2021/2022 telah resmi ditunda hingga akhir Juli. Madura United memaklumi alasan di balik keputusan penundaan kompetisi tersebut. 

Keputusan itu diambil PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi di tengah makin tingginya kasus positif Covid-19 di Pulau Jawa.

Advertisement

Dalam dua hari terakhir, kasus Covid-19 juga telah menghinggapi insan sepak bola Tanah Air. Gelandang Persela Lamongan, Ahmad Bustomi dan Presiden Persebaya, Azrul Ananda, menjadi dua nama terkini yang dipastikan terjangkit virus corona.

Pelatih Madura United, Rachmad Darmawa,  tak menutup diri dengan keadaan di sekitarnya. Dirinya tak keberatan kompetisi harus ditunda sementara waktu sembari berharap penurunan kurva Covid-19 di Indonesia.

“Saat ini kami sangat memaklumi kompetisi ini ditunda,”  jelas pria yang akrab disapa RD tersebut, Rabu (30/6/2021). 

Pelatih asal Lampung mengaku terus memperhatikan perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia. Terutama daerah Jawa Barat, Banten dan sekitarnya yang menjadi tempat bergulirnya series pertama Liga 1 musim ini.

“Sekitar Jakarta, Bandung, dan Bogor kondisinya saat ini memang sangat rawan,” RD menambahkan.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

2 dari 2 halaman

RD Minta Masyarakat Ikuti Vaksinasi

Pelatih Madura United, Rahmad Darmawan. (Bola.com/Permana Kusumadijaya)

Salah satu cara untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 adalah tetap berada di rumah. Namun, bagi sebagian orang hal itu tetap tak bisa dilakukan demi pemenuhan hajat hidup sehari-hari.

Pemerintah telah meminta masyarakat melakukan gerakan 5M. Yang terdiri dari memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi dan interaksi.

Pemerintah juga mencanangkan program vaksinasi massal di seluruh penjuru tanah air. Namun, saat ini program tersebut baru menjangkau sekitar 10 persen dari populasi penduduk Indonesia.

Mantan pelatih Sriwijaya FC tersebut meminta masyarakat untuk mendukung program vaksinasi massal tersebut. Dia berharap jika program tersebut berhasil maka akan tercipta herd immunity.

“Masyarakat yang belum melakukan vaksinasi ini segera vaksin, supaya kita bisa melakukan aktivitas seperti biasanya,” tandasnya.