Kenangan Dualisme Persebaya Menghiasi Jersey Seharga Rp130 Juta Milik Mat Halil

oleh Aditya Wany diperbarui 07 Agu 2021, 17:15 WIB
Green Nord melelang jersey milik eks kapten legendaris Bajul Ijo, Mat Halil. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Surabaya - Rekor lelang jersey Persebaya Surabaya yang ditebus dengan harga Rp130.888.888 memiliki cerita unik. Seperti diketahui, lelang jersey milik Mat Halil itu dimenangkan Wahyu Dinar dengan akun @wahyukenzo88 di Instagram.

Penyerahan telah dilakukan oleh Green Nord di Warkop Pitulikur, Surabaya, Jumat (7/8/2021) malam WIB. Jersey tersebut berwarna kuning dengan logo Persebaya 1927 edisi Liga Primer Indonesia (LPI).

Advertisement

Seperti diketahui, pada masa 2011 hingga 2015, Persebaya mengalami dualisme. Persebaya yang asli saat itu memiliki tambahan "1927", sedangkan klub lainnya dijuluki Persebaya DU yang berlanjut dengan nama Persebaya Surabaya dan kini telah menjadi Bhayangkara Solo FC.

Mat Halil sebagai pemilik jersey sekaligus eks kapten Persebaya menceritakan perjuangan saat klub yang dibanggakannya tidak diakui oleh PSSI. Tim berjulukan Bajul Ijo itu terpaksa berpartisipasi di kompetisi tak resmi.

Sejumlah pemain Persebaya 1927 juga diminta untuk bergabung dengan Persebaya DU. Ada yang bersedia pindah, namun sejumlah nama memilih bertahan dan satu di antaranya adalah Mat Halil yang berstatus kapten tim.

"Dulu disebutnya Persebaya perjuangan. Ini juga ada kenangan, saya dipanggil sama Bu Wali waktu itu, sama Endra Prasetya (eks kiper Persebaya). Saya disuruh ikut ke 'sebelah' (Persebaya DU), disuruh mengisi cek langsung, tapi saya tidak mau," ungkap Mat Halil

“Saya sama Endra diajak makan, disuruh mengisi cek. Saya (bilang), 'Bu, mohon maaf saya tidak bisa membantu, karena kesetiaan tidak bisa dibeli dengan uang'," imbuh pria yang kini sudah gantung sepatu dan meniti karier sebagai pelatih itu.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

2 dari 3 halaman

Jersey Perjuangan

Mat Halil, pemain gaek Persebaya merasa haru saat membela timnya dalam turnamen resmi. (Bola.com/Romi Syahputra)

Momen dualisme Persebaya Surabaya juga sempat memecah Bonek. Ada yang masih memperjuangkan eksistensi Persebaya 1927, namun ada pula yang memilih mendukung klub satunya.

Di LPI 2011, Persebaya berada di bawah arahan Aji Santoso, pelatih yang saat ini juga masih menangani Persebaya. Mereka mampu berada di puncak klasemen sampai 18 pertandingan sebelum akhirnya kompetisi itu dianggap ilegal.

"Jersey itu buat away, biasanya (jersey home) hijau. Sudah saking lamanya, saya lupa dipakai di mana. Saya berikan jersey ini karena ini dipakai saat perjuangan untuk diakui oleh PSSI. Kami di lapangan, teman-teman Bonek juga berjuang," ujar Mat Halil.

Pada akhirnya, Persebaya diakui kembali sebagai anggota PSSI pada awal 2017 di bawah manajemen baru dengan Azrul Ananda sebagai Presiden Klub. Prestasi klub asal Kota Pahlawan itu juga meningkat hingga menjadi runner-up pada Liga 1 2019.

 

3 dari 3 halaman

Jersey Termahal

Mat Halil, salah satu pemain pilar Persebaya 1927 yang kini memegang hak penggunaan merek dan logo Persebaya. (Bola.com/Zaidan Nazarul)

Latar belakang jersey ini yang membuat Mat Halil ingin menyumbangnya untuk dilelang. Angka Rp130.888.888 telah mencatatkan rekor baru sebagai jersey klub Indonesia termahal.

"Saya jujur tidak ada target harus berapa, yang penting saya membantu. Saya berterima kasih kepada mas Wahyu yang membantu Bonek melalui pelelangan jersey ini,” tutur Mat Halil.

Lelang jersey Persebaya ini diadakan oleh Green Nord, kelompok Bonek penghuni tribune utara. Uang yang didapatkan akan digunakan untuk bantuan penanganan COVID-19 seperti bantuan tabung oksigen hingga operasional ambulans.

Bantuan nanti akan disalurkan melalui Bonek Disaster Response Team (BDRT) yang merupakan bagian dari Green Nord. Posko Kemanusiaan Bonek yang berada di Warkop Pitulikur terbuka untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam penanganan COVID-19.

Berita Terkait