Liga Spanyol: 5 Pemain yang Seharusnya Tak Dijual Real Madrid, Bikin Menyesal Saja

oleh Aryo Atmaja diperbarui 12 Okt 2021, 12:00 WIB
Angel di Maria merupakan pemain yang pernah bereragam Real Madrid bersama Cristiano Ronaldo sebelum pindah ke PSG pada 2015 silam. Dirinya juga merupakan partner dari Lionel Messi ketika membela Timnas Argentina dan di PSG saat ini. (Foto: AFP/Jose Jordan)

Bola.com, Jakarta - Real Madrid identik dengan label tim bertabur bintang sejak memasuki millenium baru. Banyak pemain berlabel bintang kelas wahid berkarier di Los Blancos, hingga Real menyandang status Los Galacticos atau tim dari galaksi lain.

Setiap tahun, pemain terbaik dari berbagai negara hampir selalu pernah berkostum Los Blancos. Proyek besar yang dilakukan Real Madrid terbayar dengan deretan prestasi yang diraihnya.

Advertisement

Sebanyak 34 gelar juara Liga Spanyol dan 13 trofi juara Liga Champions menjadi bukti kehebatan Real Madrid di balik ambisinya sebagai tim bertabur bintang. El Real juga termasuk tim yang royal dalam berbelanja pemain.

Sudah banyak rekor transfer pemain dunia dipecahkan oleh klub Ibu Kota Spanyol itu. Mulai dari Luis Figo, Zinedine Zidane, Kaka, Cristiano Ronaldo, Gareth Bale, hingga Eden Hazard adalah nama-nama rekrutan sensasional Madrid.

Meski demikian, Real Madrid ternyata juga pernah melakukan blunder besar dalam menjual pemainnya. Langkah melepas pemain, justru menjadi bumerang dan membuat Real Madrid rugi besar.

Siapa saja sih deretan pemain buangan Real Madrid yang justru tampil moncer di tim lain? Yuk simak ulasan Bola.com berikut ini. 

2 dari 6 halaman

1. Samuel Eto'o

3. Samuel Eto’o - Pemain asal Kamerun ini memulai karier profesionalnya di Santiago Bernabeu namun hanya bermain enam kali untuk Real Madrid. Eto'o kemudian pindah ke Barcelona pada 2004, ia mencetak 130 gol dalam 199 penampilan untuk Barcelona. (AFP/Lluis Gene)

Samuel Eto'o menjadi legenda Barcelona dengan predikatnya sebagai penyerang mematikan. Namun Eto’o awalnya adalah produk akademi Real Madrid yang naik kelas ke tim senior pada 1997 di saat usianya masih 16 tahun.

Gagal bersaing merebut tempat di tim utama, pemain asal Kamerun tersebut lebih sering dipinjamkan ke tim lain. Setelah tujuh penampilan dengan tim utama Madrid, ia dijual ke Real Mallorca pada tahun 2000 dengan biaya sangat murah.

Bersama Mallorca, Eto’o mencetak 67 gol dalam empat tahun yang kemudian membuat Barcelona merekrutnya. Samuel Eto’o semakin menggila selama memperkuat Barcelona dengan total mengemas 416 gol dan menghadirkan banyak gelar untuk rival Madrid tersebut.

3 dari 6 halaman

2. Angel Di Maria

Angel Di Maria sempat menjadi winger yang mematikan di Real Madrid (AFP Photo/Pierre-Philippe Marcou)

Real Madrid membelinya dari Benfica pada 2010. Buktinya Di Maria menjadi pemain penting dengan menghadirkan 25 assist pada musim ketiganya.

Bersama Cristiano Ronaldo, Angel Di Maria menjadi figur penting, meski pada akhirnya masuk dalam daftar jual. Musim 2014, Real Madrid melakukan penjualan bintangnya asal Argentina tersebut ke Manchester United.

Madrid menjualnya karena ingin mendatangkan James Rodriguez dari Kolombia. Nyatanya saat ini Angel Di Maria melakoni karier fantastis di Paris Saint-Germain (PSG), sementara James Rodriguez justru melempem dan dibuang ke Everton.

4 dari 6 halaman

3. Claude Makelele

Claude Makelele menjadi gelandang bertahan terbaik yang pernah dimiliki Real Madrid. (Mirror)

Makelele gelandang jangkar terbaik yang pernah dilahirkan Prancis, namun menjadi korban ambisi Real Madrid dalam membangun Los Galacticos. Madrid menyia-nyiakan bakatnya yang kemudian diselamatkan oleh Chelsea.

Claude Makelele menjadi pemain penting bagi Jose Mourinho dan kepingan kesuksesan Chelsea. Lini tengah The Blues sangat kuat dan sulit ditembus. Madrid seperti melakukan blunder dengan menjual Makele sebagai pemain yang potensial.

5 dari 6 halaman

4. Arjen Robben

Real Madrid. Sukses bersama Chelsea, Arjen Robben dikontrak Real Madrid pada awal 2007/2008 dan bertahan 2 musim. Kedatangan Florentino Perez dengan proyek Los Galacticos pada 2009/2010 membuatnya tersingkir. Ia tampil dalam 65 laga dengan torehan 13 gol dan 15 assists. (Foto: AFP/Vincenzo Pinto)

Arjen Robben direkrut Real Madrid dari Chelsea pada 2007. Sebelumnya ia menjalani momen fantastis bersama Chelsea selama tiga musim.

Kemudian pemain berjuluk Flying Dutchman itu menjadi bagian dari kesuksesan Real Madrid pada musim 2007/2008, dengan torehan 10 gol sepanjang musim. Namun, Robben perlahan terpinggirkan saat Real Madrid berbelanja pemain besar-besaran, termasuk Cristiano Ronaldo.

Arjen Robben memilih pindah ke Bayern Munich pada musim 2009. Meski demikian, kariernya terus melejit bersama Bayern Munich, dengan memenangkan delapan gelar juara Bundesliga dan satu trofi Liga Champions.

6 dari 6 halaman

5. Cristiano Ronaldo

Bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, melakukan tendangan salto saat melawan Juventus pada laga Liga Champions di Stadion Allianz, Turin, Selasa (3/4/2018). Juventus kalah 0-3 dari Real Madrid. (AFP/Alberto Pizzoli)

Real Madrid melakukan keputusan terburuk saat menjual mega bintangnya Cristiano Ronaldo ke Juventus pada musim 2018-2019. Lantaran ia adalah pemain terhebat yang pernah dimiliki Madrid, bahkan setelah sukses memastikan gelar ke-13 Liga Champions.

Pengabdian Cristiano Ronaldo bertahan selama sembilan musim di Real Madrid. Dua gelar Liga Spanyol dan empat trofi Liga Champions dipesembahkannya. Total, Ronaldo mengemas 450 gol bersama Real Madrid sekaligus mengukir sejarah klub.

Kepindahannya ke Juventus membawa dampak besar dengan membantu Bianconeri memenangi dua scudetto dan dua coppa Italia. Pemain asal Portugal saat ini Kembali bermain di Manchester United.

 

Sumber: Sportskeeda

Berita Terkait