BRI Liga 1: PT LIB Nekat Rogoh Kocek Rp 84 Miliar untuk Boyong 1 Set VAR ke Indonesia

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 30 Okt 2021, 22:50 WIB
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru, Akhmad Hadian Lukita. (Bola.com/Muhammad Adiyaksa).

Bola.com, Jakarta - Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita mengungkapkan bahwa pihaknya menyediakan kocek hingga 6 juta dolar AS atau setara dengan Rp84 miliar untuk menghadirkan Video Assistant Referee (VAR) ke Liga 1 musim depan.

Lukita menjelaskan, harga Rp84 miliar itu untuk membeli paket lengkap VAR, termasuk peralatan dan pelatihan untuk memakainya.

Advertisement

"Hitungan kasarnya, satu VAR itu mencapai 6 juta dolar AS. Itu nanti penggunaannya bisa pindah-pindah dari satu stadion ke stadion lain," kata Lukita di Kantor PT LIB, Menara Mandiri, Jakarta Selatan, Jumat (29/10/2021).

PT LIB berniat untuk memoyong satu set VAR lebih dulu. Lukita menyatakan, pihaknya berharap dapat menguji coba teknologi canggih itu pada akhir musim BRI Liga 1.

"Untuk tahap awal, kami akan membeli satu set VAR. Kalau nanti kompetisi kembali ke format semula, kandang dan tandang, kami harus membuat klaster VAR agar tidak jauh perpindahannya," ucap Lukita.

Klaster VAR yang dimaksud Lukita adalah PT LIB membeli sejumlah VAR yang dapat dipakai secara bergantian untuk sembilan pertandingan dalam setiap pekan Liga 1.

"Saya maunya penggunaan VAR untuk semua partai Liga 1. Namun nantinya, kami akan tempatkan VAR di laga-laga yang sekiranya membutuhkan VAR," papar Lukita.

"Polanya nanti memakai mobile sistem. Nanti VAR-nya pakai truk kontainer. Jadi bisa kami pindah-pindahkan dari satu laga ke laga lain. Jadi untuk sembilan partai, kami bisa gunakan tiga set VAR misalnya," ucap pria yang karib dipanggil Lulu itu.

2 dari 4 halaman

Datangkan Konsultan VAR ke Indonesia

Direktur PT Liga Indonesia Baru, Akhmad Hadian Lukita. (Bola.net/Fitri Apriani)

Rencana PT LIB mendatangkan VAR ke Liga 1 musim depan bertujuan untuk membantu wasit yang kerap melakukan kesalahan, terutama dalam keputusan-keputusan krusial.

Lukita sadar bukan perkara mudah bagi pihaknya dalam mengaplikasikan VAR pada Liga 1 musim depan. Akan tetapi, pihaknya cukup serius untuk mempersiapkannya dengan mendatangkan konsultan teknologi canggih itu ke Indonesia.

Selain peralatannya yang mahal, penggunaan VAR juga harus didukung oleh infrastruktur yang memadai dan wasit yang terlatih plus berlisensi.

"Jadi kami memiliki program percepatan. Seorang konsultan VAR sudah datang ke PT LIB agar kami bisa ikut program percepatan dengan mendatangkan pengajarnya," jelas Lukita.

"Itu lebih efisien. Peralatannya nanti akan kami beli dan dijui coba. Saat uji coba nanti, kami bakal didampingi. Sebab, tidak semua bisa diputuskan oleh VAR. Mungkin hanya penalti dan kartu merah," imbuhnya.

3 dari 4 halaman

Digunakan Musim Depan

Ilustrasi VAR di sepak bola. (AFP/Ian Kington)

Lukita berharap uji coba VAR dapat dilakukan pada akhir musim ini sehingga penggunaannya bisa dimulai pada Liga 1 tahun depan.

"Mestinya, VAR digunakan di Liga 1 musim depan. Namun, saya berharap akhir musim ini kami dapat melakukan uji coba," tutur pria asal Bandung, Jawa Barat itu.

"Saya mau seluruh wasit ikut pelatihan dan seleksi agar dapat memegang lisensi VAR. Saya bersama PSSI telah membicarakan terkait VAR ini sejak 2020. Namun, sempat terhenti karena pandemi dan kami mulai lagi sekarang," ucapnya.

4 dari 4 halaman

Klasemen Sementara BRI Liga 1

Berita Terkait