Pemerintah Akan Buat Aplikasi Proaktif Tracing untuk Cegah Penularan COVID-19 saat PTM

oleh Faozan Tri Nugroho diperbarui 03 Nov 2021, 03:20 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy. (Dok Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan/Kemenko PMK)

Bola.com, Jakarta - Pemerintah berencana membuat aplikasi baru bernama 'Prokatif Tracing' untuk mengantisipasi dampak dimulainya pembelajaran tatap muka (PTM) selama pandemi COVID-19.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, saat konferensi pers Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang disiarkan secara daring, Senin (1/11/2021).

Advertisement

"Untuk mengantisipasi dampak PTM, Kemenkes bekerja bersama Kemendikbudristek-Dikti, juga Kementerian Agama akan membuat aplikasi yaitu proaktif tracing," ujar Muhadjir Effendy, seperti dikutip dari Merdeka.com.

Pembuatan aplikasi tersebut menjadi satu di antara upaya menekan penularan COVID-19 setelah dibukanya sejumlah aktivitas masyarakat.

Ia menambahkan aplikasi ini akan diterapkan di seluruh daerah di Indonesia. Nantinya, aplikasi Proaktif Tracing akan terintegrasi dengan PeduliLindungi yang saat ini menjadi syarat masuk ke tempat umum.

"(Aplikasi Proaktif Tracing) akan diterapkan di Indonesia yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi," tambah Muhadjir.

Perlu diketahui, sebelumnya, Presiden Joko Widodo, menyebut tiga hal yang menjadi pemicu munculnya tren kenaikan kasus COVID-19. Pertama, relaksasi yang terlalu cepat dan tidak melalui tahapan-tahapan. 

2 dari 2 halaman

Disiplin Protokol Kesehatan

Ilustrasi belajar. (Photo by Andy Falconer on Unsplash)

Kedua, kata Jokowi, protokol kesehatan yang tidak disiplin lagi, misalnya kebijakan lepas masker di sejumlah negara. Ketiga, pembelajaran tatap muka di sekolah.

"Hati-hati juga mengenai sekolah, yaitu pembelajaran tatap muka. Tiga hal ini agar kita semuanya hati-hati," kata Jokowi, pekan lalu.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengingatkan protokol kesehatan di sekolah harus dijalankan secara disiplin dan ketat. Khususnya, di sejumlah area seperti kantin dan tempat parkir.

Penting untuk diingat, lonjakan kasus dapat terjadi ketika masyarakat mulai lengah dan menganggap kondisi mulai aman. Di situlah peluang virus COVID-19 menyebar dengan cepat.

Itulah mengapa, upaya terbaik ialah dengan cara tetap mematuhi protokol kesehatan. Kini, protokol kesehatan, terutama 5M menjadi hal yang wajib ditaati setiap orang dan tak boleh lengah.

Protokol kesehatan 5M yang harus dipatuhi masyarakat untuk mengantasipasi penularan COVID-19 antara lain, mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Selain protokol kesehatan, pemberian vaksin menjadi solusi paling tepat untuk mengurangi risiko terinfeksi virus corona penyebab COVID-19.