Satgas COVID-19 Ajak Semua Pihak Bekerja Sama Dukung Testing di Indonesia

oleh Faozan Tri Nugroho diperbarui 04 Nov 2021, 05:20 WIB
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito saat konferensi pers perkembangan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta pada Selasa, 15 Juni 2021. (Tim Komunikasi Satgas COVID-19/Damar)

Bola.com, Jakarta - Satgas Penanganan COVID-19 mengajak semua pihak bekerja sama sebaik-baiknya dalam upaya melawan COVID-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, mengatakan bahwa semua elemen masyarakat memiliki kontribusi dalam menegakkan kebijakan testing di Indonesia.

Advertisement

"Pada prinsipnya, kita semua memiliki tujuan yang sama untuk segera terbebas dari COVID-19. Sehingga untuk itu mari kita bekerja sama," ujar Wiku dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Selasa (2/11/2021), yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Kerja sama yang baik harus dilakukan berbagai pihak yang berperan. Beberapa pihak tersebut di antaranya, mulai laboratorium, produsen alat testing COVID-19, dan masyarakat.

Pertama, laboratorium rujukan pemeriksaan COVID-19. Baik yang terdaftar dalam www.litbang.kemkes.go.id/laboratoriumpemeriksacovid19, maupun yang tercantum dalam aplikasi PeduliLindungi, sudah sepatutnya bertanggungjawab menyediakan layanan yang berkualitas.

Dengan menggunakan testing kit yang telah terstandar dapat memberikan hasil yang akurat. Daftar merek testing kit deteksi COVID-19 yang digunakan telah mendapatkan izin edar dari Kemenkes.

Untuk daftarnya, dapat diakses melalui infoalkes.kemkes.go.id yang diperbaharui secara berkala per tiga bulan.

Kemudian yang kedua, produsen mampu melakukan monitoring dan evaluasi kualitas testing kit setelah digunakan oleh masyarakat secara berkala. Hal ini diawasi oleh institusi kesehatan seperti Kemenkes untuk PCR dan Dinkes setempat untuk rapid tes antigen.

2 dari 2 halaman

Cermat Memilih Jasa Layanan Testing

Sementara yang ketiga adalah transparansi dari produsen serta institusi kesehatan yang bertanggung jawab menyampaikan hasil monitoring dan evaluasi alat tes yang telah digunakan kepada publik secara berkala.

Keempat, masyarakat harus memahami bahwa pemberlakuan alternatif syarat perjalanan yaitu PCR atau antigen, serta protokol kesehatan selama perjalanan

Untuk itu, masyarakat diharapkan cermat memilih jasa penyedia layanan testing.

"Oleh karena itu perlu kedisiplinan dan rasa tanggung jawab yang tinggi dari masing-masing kita berkontribusi dalam menjalankan kebijakan sistemik ini, karena kesuksesan pengendalian COVID-19 ditentukan oleh kita semuanya," tegas Wiku.