Menkes Mengimbau Masyarakat Jangan Takut Divaksin COVID-19

oleh Faozan Tri Nugroho diperbarui 15 Des 2021, 04:40 WIB
Di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu, 18 April 2021, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin berharap program vaksinasi COVID-19 di seluruh provinsi April-Mei 2021 berjalan lancar. (Dok Kementerian Kesehatan RI)

Bola.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengimbau kepada masyarakat agar jangan takut untuk divaksin dengan semua jenis vaksin yang ada saat ini.

Menurut Budi, semua vaksin COVID-19 yang ada sekarang aman dan memiliki efikasi baik. Maka itu, masyarakat diminta untuk tidak takut divaksin.

Advertisement

"Jadi, kami minta tolong juga teman-teman media menyampaikan agar masyarakat jangan takut untuk divaksinasi, baik AstraZeneca, Moderna, maupun Pfizer. Semua vaksin aman dan efikasinya yang ada sekarang yang baik-baik," kata Budi dalam keterangan pers setelah Rapat Terbatas mengenai Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara daring di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (13/12/2021).

Dalam konferensi pers tersebut, Budi juga melaporkan hingga akhir pekan lalu, sebanyak kurang lebih 103 juta atau sekitar 38 persen dari total penduduk Indonesia telah mendapatkan vaksin COVID-19 dosis lengkap.

Budi optimistis sebelum peringatan Natal 2021 Indonesia sudah bisa mencapai target vaksinasi COVID-19 yang ditentukan oleh WHO.

"Kalau targetnya WHO 40 persen jumlah penduduk sampai akhir tahun, insyaallah sebelum Natal harusnya angka itu bisa kita capai ya angka tersebut," ujarnya.

Dalam keterangannya, Budi melaporkan bahwa total vaksin yang dimiliki Indonesia sebanyak 348 juta, 250 juta di antaranya sudah disuntikan kepada masyarakat Indonesia.

Jadi, stok vaksin yang dimiliki Indonesia saat ini hampir 100 juta dosis dengan jenis AstraZeneca, Moderna, dan Pfizer.

"Stok vaksin yang ada di dalam negeri sekarang 348 juta, jadi kalau tadi baru disuntikan 250 juta, kita stok vaksinnya tinggi sekali hampir 100 juta dosis," jelas Budi.

2 dari 2 halaman

Protokol Kesehatan

Ilustrasi pakai masker. (Photo by Victor He on Unsplash)

Tak hanya berbicara vaksinasi, Menkes juga menjelaskan upaya pemerintah dalam mengantisipasi masuknya varian Omicron ialah dengan melakukan skrining genome sequence di pintu-pintu masuk ke Indonesia baik darat, laut maupun udara.

"Khusus untuk Omricon, kita juga sangat menjaga, seperti Pak Menko sampaikan, di pintu masuk-pintu masuk kita jaga," ucap Budi.

Perlu diingat, untuk mencegah penularan COVID-19 berbagai varian, protokol kesehatan, terutama 5M menjadi hal penting dan wajib ditaati setiap orang.

Adapun protokol kesehatan 5M yang harus dipatuhi masyarakat untuk mencegah adanya penularan COVID-19, antara lain mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.