BRI Liga 1: Blak-blakan Wallace Costa, Tentang Potensi Pemain Indonesia dan Stiker yang Ditakuti

oleh Abdi Satria diperbarui 18 Des 2021, 05:15 WIB
Pemain PSIS Semarang, Wallace Costa Alves (kiri) melakukan selebrasi usai mencetak gol kedua timnya ke gawang Persikabo 1973 dalam laga pekan ke-12 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Manahan, Solo, Kamis (18/11/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - Wallace Costa terhitung belum lama berkiprah di kompetisi kasta tertinggi Indonesia. Persela Lamongan menjadi klub pertama yang dibelanya pada Liga 1 2018.

Bersama Laskar Joko Tingkir, namanya langsung mencuat setelah tampil dalam 30 laga dengan koleksi 4 gol. Berkat aksinya itu, manajemen PSIS Semarang menyodorkan kontrak kepadanya jelang musim 2019.

Advertisement

Pria kelahiran 13 Agustus 1986 di Rio de Janeiro, Brasil ini pun berkostum tim Mahesa Jenar sampai saat ini, Eks bek Gremio itu pun merenda asa ingin mengakhiri kariernya sebagai pemain di PSIS.

"Itu dengan catatan kalau kontrak saya masih diperpanjang. Kalau tidak, saya akan mencari klub lain. Meski usia saya sudah 35 tahun, saya merasa masih bisa bersaing di kompetisi kasta tertinggi Indonesia," ungkap Wallace Costa dalam channel youtube Tiento Indonesia.

Meski baru tiga tahun di Indonesia, Wallace Costa sudah menyimpan penilaian tersendiri terhadap kompetisi dan pemain Indonesia. Dimata eks bek Gremio ini, kompetisi Indonesia punya potensi menjadi liga top di Asia karena memiliki atmosfer baik serta suporter klub yang fanatik.

"Kompetisi Indonesia hanya butuh penataan organisasi. Baik operator atau federasi. Memang tak mudah. Tapi, saya yakin kalau ada komitmen yang kuat, pelan tapi pasti, sepak bola Indonesia akan berkembang," tegas Wallace Costa.

2 dari 4 halaman

Striker yang Ditakuti

Situasi itu membuat Bhayangkara FC membalasnya dengan tampil lebih menekan. Dendy Sulistyawan (kanan) berusaha mengontrol bola dibayangi pemain PSIS Semarang, Wallace Costa Alves. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Layaknya seorang bek tengah, Wallace Costa juga mengaku kerap dipaksa bekerja keras untuk mematikan striker tim lawan.

Ia pun menyebut satu nama yang paling ditakutinya yakni Marko Simic, bomber andalan Persija Jakarta yang juga top skorer Liga 1 2019.

"Marko Simic adalah striker dengan kemampuan lengkap," tutur Wallace Costa.

Kelebihan Marko Simic yang menonjol adalah kejeliannya dalam mencari ruang kosong sebelum memanfaatkan peluang yang didapatkannya.

"Ia juga kuat dalam duel. Baik bola atas mau pun bawah. Setiap bertemu dengannya, saya selalu berusaha waspada dan hati-hati. Tapi, tak masalah, kami tetap bersikap profesional di lapangan," kata Wallace Costa.

 

3 dari 4 halaman

Harapan

Pemain PSIS Semarang, Wallace Costa (tengah) berebut bola dengan pemain Persikabo 1973, Hendra Adi Bayauw dalam laga pekan ke-12 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Manahan, Solo, Kamis (18/11/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Pada kesempatan sama, Wallace Costa juga berharap kompetisi Indonesia kembali berjalan normal dengan hadirnya suporter di stadion untuk mendukung tim kesayangannya bertanding.

"Sebagai pemain, dukungan suporter sangat berarti buat saya. Motivasi saya selalu terjaga bila mendengar teriakan dan yel-yel suporter," pungkas Wallace Costa.

Kalau kompetisi berjalan baik, Wallace Costa yakin dampaknya akan positif buat tim nasional Indonesia. Karena dimatanya, Indonesia memiliki banyak pemain yang berpotensi dengan skill baik serta motivasi tinggi.

4 dari 4 halaman

Intip Posisi Tim Favoritmu