Duel PSM Vs Borneo FC di BRI Liga 1: Ajang Adu Skil Mewah Talenta Papua

oleh Abdi Satria diperbarui 11 Feb 2022, 11:30 WIB
Kolase - Yakob Sayuri PSM Makassar, Terens Puhiri Borneo FC, Boaz Solossa Borneo FC (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Denpasar - PSM Makassar dan Borneo FC memang sama-sama bertengger di papan tengah BRI Liga 1. Tapi, bukan berarti duel kedua tim pada pekan ke-24 di Stadion Kompyang Sujana, Jumat (11/2/2022) tak menjanjikan tontotan menarik.

Bakal ada saling unjuk kemampuan dengan permainan berkarakter cepat dan keras ala tim Indonesia Timur. Khususnya aksi unjuk kemampuan talenta pemain Papua yang memperkuat PSM dan Borneo musim ini.

Advertisement

Di kubu skuad Juku Eja, Yakob Sayuri dan Delvin Rumbino bermain sebagai starter secara reguler di era Joop Gall. Keduanya malah jadi penyelamat PSM dari kekalahan atas Bali United pada pekan ke-23 (7/2/2022) lewat gol mereka.

Khusus buat Delvin, pemain pinjaman dari Persis Solo ini tak hanya menjadi pemain reguler Joop Gall di putaran kedua. Pria kelahiran Kabupaten Biak, 3 Juni 1995 ini belakangan menjelma jadi idola baru suporter PSM.

Satu slot di lini tengah ini jadi milik Delvin. Padahal masih ada Rasyid Bakri dan Sutanto Tan di posisinya. Sedang, dua tempat lainnya di lini tengah dengan formasi 4-3-3 jadi milik Wiljan Pluim dan M. Arfan.

Selain Yakob dan Delvin, tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan ini juga diperkuat oleh talenta Papua lainnya, Yance Sayuri dan Priska Womsimor.

Nama terakhir mulai mendapatkan menit bermain saat PSM Makassar menantang Bali United sebagai pemain pengganti. Sebelumnya, pria kelahiran Manokwari, 3 Mei 1995 tak masuk dalam skema tim pada putaran pertama dan akhirnya dipinjamkan ke Persijap Jepara.

2 dari 5 halaman

Marckho, Terens, Boaz

Pemain Borneo FC, Terens Puhiri melakukan selebrasi usai mencetak gol penyeimbang 1-1 ke gawang Bali United dalam laga pekan ke-5 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Selasa (28/09/2021). Kedua tim bermain imbang 1-1. (Bola.com/Bagas

Borneo menjadikan Marckho Meraudje dan Terens Puhiri sebagai andalan mereka di BRI Liga 1. Marckho adalah pilihan utama di lini belakang. Meski menonjol sebagai bek sayap kanan, Marckho kerap bermain sebagai bek tengah.

Semetara pelari cepat di sektor sayap, Terens Puhiri selalu jadi momok menakutkan buat pemain belakang lawan.Bagi Terens Puhiri, BRI Liga 1 bisa jadi momen penting dalam kariernya sebagai pesepak bola profesional.

Berkat aksinya bersama Borneo FC musim ini, ia mendapat panggilan memperkuat tim nasional Indonesia di level senior saat beruji coba dengan Timor Leste pada laga FIFA Match Day. Sebelumnya, Terens hanya pernah mendapat panggilan di level junior.

Selain Terens Puhiri dan Marckho Meraudje, Borneo juga beruntung memiliki legenda Persipura Jayapura, Boaz Solossa yang menjadi top skorer Liga Indonesia. Meski lebih berstatus sebagai pemain pengganti, eks striker timnas Indonesia ini kerap menjadi senjata Pamungkas di tim berjuluk Pesut Etam.

 

3 dari 5 halaman

Tradisi Kuat Pemain Papua di PSM

PSM Makassar - Ortizan Solossa (Bola.com/Adreanus Titus)

Dibandingkan Borneo FC, PSM memang lebih lekat dengan pemain asal Papua. Sebelum nama-nama diatas, PSM pernah diperkuat sederet pemain asal Papua.

Mereka bukan hanya sekadar berstatus anggota tim, tapi juga menjaga pamor Juku Eja sebagai tim papan atas di kompetisi kasta tertinggi yakni Izaac Fatari, Ortizan Solossa, Ritham Madubun, Jack Komboy, Titus Bonai, Romario Rumpaisum dan Roni Beroperai.

Di antara mereka, nama Ortizan Solossa yang paling menonjol. Selain menjadi pemain luar Makassar terlama yang memperkuat PSM, Ortizan mempersembahkan trofi juara buat Juku Eja pada Liga Indonesia 1999/2000.

Ia juga menjadi bagian PSM ketika menjadi runner-up musim 2000/2001, 2003 dan 2004. Menyusul di belakang Ortizan ada nama Jack Komboy yang membawa PSM dua kali meraih peringkat dua yakni pada musim 2003 dan 2004.

4 dari 5 halaman

Nyaman

Aksi, Ortizan Solossa, pemain Persipura saat bersua klub China Changchun Yatai di Liga Champions Asia 2010. (Bola.com/ China Daily)

Andi Coklat, eks jenderal lapangan The Maczman kepada Bola.com, Kamis (10/2/2022) menilai selain kualitas teknik yang mumpuni, pemain asal Papua terbilang nyaman bermain di PSM.

"Di Makassar kan banyak warga asal Papua. Baik yang sudah menetap lama atau berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa. Jadi Makassar ibarat rumah kedua buat mereka," kata Andi Coklat.

5 dari 5 halaman

Intip Posisi Tim Favoritmu

Berita Terkait