Piala Dunia Antarklub 2021: Kai Havertz, Dicap Memble tapi Selalu Jadi Pahalawan Gelar Juara Chelsea

oleh Wiwig Prayugi diperbarui 13 Feb 2022, 07:36 WIB
Chelsea - Kai Havertz (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Kai Havertz kembali menjadi pahlawan Chelsea. Pemain asal Jerman ini mencetak gol penentu kemenangan The Blues dalam final Piala Dunia Antarklub 2021 melawan Palmeiras di Mohammed bin Zayed Stadium, Abu Dhabi, Minggu (13/2/2022).

Havertz mencetak gol kedua lewat titik penalti pada menit ke-117, dalam kemenangan dengan skor 2-1 tersebut. Gol pertama Chelsea dicetak oleh Romelu Lukaku pada menit ke-55.

Advertisement

Havertz sebelumnya menjadi pahlawan Chelsea di final Liga Champions 2020/2021. Kini, dia menjadi pahlawan The Blues di level dunia.

Penyelesaian penaltinya sangat keren. Selain itu, dia berhasil untuk membuat Weverton keluar dan mengirim kiper ke arah yang salah. Havertz bermain sangat tenang. Ia juga mengirim umpan untuk Hudson-Odoi dan melepaskan dua tembakan tapi tak mengenai sasaran.

Satu yang menjadi sorotan ialah mental. Tak mudah bagi seorang yang kerap dikritik karena mandul, mengeksekusi penalti di perpanjangan waktu dalam laga final. Tapi, mantan pemain Bayer Leverkusen itu membuktikannya.

Sejak dibeli dari Bayer Leverkusen dengan mahar mencapai 70 juta pounds lebih, Kai Havertz memang dicap belum mengeluarkan penampilan terbaiknya. Namun satu golnya pada final Liga Champions kontra Manchester City cukup untuk memberikan gelar kedua buat Chelsea.

Dan kini, satu golnya menjadi penentu Chelsea menjuarai Piala Dunia Antarklub 2021.

 

2 dari 4 halaman

Tahun Ini Pembuktian?

Penyerang Chelsea, Kai Havertz, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Manchester City pada laga final Liga Champions di Stadion Dragao, Minggu (30/5/2021). Chelsea sementara unggul 1-0 di babak pertama. (Jose Coelho/Pool via AP)

Chelsea sepertinya masih belum menemukan level permainan seorang Kai Havertz yang sesuai harapan. The Blues telah berinvestasi besar terhadap pemain muda Jerman tersebut.

Kai Havertz sudah menghabiskan hampir 18 bulan di Stamford Bridge. Sayangnya, hingga kini masih ada keraguan soal perkembangan dan peran Havertz dalam tim 

Beberapa kali Havertz menunjukkan permainan impresif, contohnya saat mencetak gol kemenangan di Liga Champions musim lalu. Namun, tidak jarang Havertz menunjukkan permainan yang kurang memuaskan.

Sejak berkostum Chelsea, Havertz mendapatkan kesempatan 30 kali jadi starter dari 62 pertandingan, sekitar separuh. Angka-angka torehan Havertz dalam kesempatan tersebut terbilang cukup memuaskan.

Akan tetapi, Kai Havertz diyakini akan jadi salah satu pemain terpenting Chelsea tahun 2022 ini. Havertz punya potensi besar untuk jadi penentu kemenangan The Blues dengan permainannya.

3 dari 4 halaman

Statistik Kai Havertz

Gelandang Chelsea, Kai Havertz berebut bola dengan pemain Norwich City, Grant Hanley pada pertandingan lanjutan Liga Inggris di Stadion Stamford Bridge di London, Sabtu (23/10/2021). Kemenangan ini membuat Chelsea nyaman di puncak klasemen dengan 22 poin dari 9 laga. (AP Photo/Ian Walton)
  • Kai Havertz sudah mencetak total enam gol dan empat assists. Angka ini tidak cukup bagus dan menunjukkan kesulitan Havertz beradaptasi dengan Chelsea dan Premier League.
  • Meski begitu, ada beberapa aspek impresif dalam permainan Havertz di Inggris. Dia menorehkan catatan apik dalam pergerakan tanpa bola per pertandingan. Tekanan (16,31), tekel (1,08), dan intersep (0,7).
  • Angka-angka itu membuktikan peran penting Havertz bagi tim ketika tidak membawa bola. Chelsea sekarang sering menerapkan garis tekanan tinggi, karena itu Havertz cocok untuk taktik Thomas Tuchel.
  • Tidak hanya itu, Havertz juga cukup sering berperan penting di lini serang. Kreativitasnya beberapa kali membantu para penyerang dengan beberapa catatan ofensif. Umpan progresif (2,17), dribel progresif (5,41), dan sentuhan di kotak penalti (6,74).
  • Singkatnya, Havertz cukup jeli membaca celah dalam pertahanan lawan. Dia tahu caranya memanfaatkan momentum serangan tim untuk menciptakan serangan berbahaya.
  • Namun masalah utama Havertz ada di wilayah sepertiga akhir. Tampaknya dia kurang percaya diri dalam mengeksekusi peluang matang untuk mencetak gol.
  • Kai Havertz sering mendapatkan peluang matang, tapi eksekusinya tidak maksimal. Meski begitu, jika bisa mengatasi masalah ini, Havertz bakal berkembang pesat di tahun 2022.

 

Sumber: Football London, Bola.net

4 dari 4 halaman

Intip Posisi Tim Favoritmu

Berita Terkait