BRI Liga 1: Akademi Sepak Bola Aji Santoso Diteror, Begini Reaksi Bonek

Di media sosial, banyak komentar dari Bonek, pendukung Persebaya yang menyayangkan insiden teror terhadap akademi sepak bola milik Aji Santoso.

BolaCom | Aditya WanyDiperbarui 25 Februari 2022, 17:47 WIB
ASIFA yang merupakan akademi sepak bola milik pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, di Malang mendapatkan teror, Rabu (23/2/2022) malam WIB. Teror itu merupakan buntut dari kekalahan Arema FC dari Persebaya. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Surabaya - Laga Derbi Jatim yang melibatkan Persebaya Surabaya dan Arema FC masih menjadi perbincangan. Seperti diketahui, duel pekan ke-27 BRI Liga 1 2021/2022 itu berakhir 1-0 untuk Persebaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Rabu (23/2/2022).

Jauh dari Gianyar, muncul aksi teror kelompok suporter terhadap ASIFA di Malang. ASIFA merupakan sebuah akademi sepak bola milik Aji Santoso, pelatih Persebaya. Itu adalah tempat menimba ilmu calon pesepak bola rupanya bisa jadi sasaran amarah suporter.

Advertisement

Kronologi kejadian teror dimulai dengan munculnya kelompok yang diduga suporter Arema di depan ASIFA, Malang, setelah pertandingan. Mereka meneriakkan ejekan kepada Aji Santoso, yang tentu saja sebenarnya masih berada di Bali.

Baru pada Kamis (24/2/2022), diketahui ada sejumlah properti seperti mobil milik ASIFA yang dicoret dengan kata-kata tak pantas. Mereka juga memasang spanduk yang bernada kurang baik kepada Aji.

Di media sosial, banyak komentar dari Bonek, pendukung Persebaya yang menyayangkan insiden itu. Koordinator Green Nord alias Bonek tribune utara, Husin Ghozali, menyesalkan ASIFA sampai menjadi sasaran amarah suporter.

“Kejadian itu sangat disayangkan. Kejadiannya kan di luar sepak bola, pertandingan sudah berakhir. Kalau ingin menyelesaikan, sebaiknya di lapangan. Kenapa harus tempat akademi,” kata pria yang akrab disapa Cak Cong itu kepada Bola.com.

 


Sangat Disayangkan

Logo Bonek, populer di Surabaya, dibuat oleh orang Makassar. (Bola.com/Aditya Wany)

Insiden ini tentu saja mencoreng sepak bola nasional. Sebab, rivalitas Derbi Jatim rupanya masih berdampak pada tindakan yang kurang pantas. Apalagi, ulah para suporter itu bisa mengganggu pemain muda yang berada di akademi.

“Kita tahu ASIFA itu akademi yang ada di Malang. Pemain jebolannya juga banyak yang meneruskan karier di Arema. Seharusnya sadar kalau akademi ini punya sumbangsih terhadap klubnya,” imbuh Cak Cong.

Kejadian ini disinyalir muncul karena status Aji Santoso yang merupakan warga Malang. Dia bahkan pernah menjabat sebagai pemain dan pelatih Arema. Makanya, muncul spanduk yang menyebut Aji sebagai warga Malang yang berkhianat dengan melatih tim rival Persebaya.

Cak Cong berharap pihak keamanan bisa mengatasi hal ini agar segera rampung. Rivalitas yang melibatkan klub profesional seharusnya tidak berdampak pada sebuah akademi yang akan melahirkan pemain masa depan.

 


Berharap Pihak Keamanan Bertindak Tegas

Aji Santoso. (Bola.com/Dody Iryawan)

“Saya berharap ada tindakan tegas dari pihak keamanan. Ini perlu tindakan tegas supaya tidak terjadi hal-hal serupa di kemudian hari,” ucap Cak Cong.

Aji Santoso sebelumnya mengatakan tidak mengetahui secara langsung kejadian ini, karena dia masih berada di Bali. Tapi, dia terus berkomunikasi dengan berbagai pihak agar permasalahan ini segera rampung.

Manajemen Arema juga telah melakukan permintaan maaf dan siap bertanggung jawab atas ulah kelompok suporter itu. Mereka bahkan mengutuk keras tindakan yang bisa mengganggu ketertiban tersebut.   


Intip Posisi Tim Favoritmu

Berita Terkait