Jelang MotoGP Mandalika: Maverick Vinales Angkat Bicara soal Klaim Mentalnya Terganggu

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 18 Mar 2022, 05:15 WIB
Pada sesi FP2 (latihan bebas 2) yang berlangsung pada Jumat (10/09/2021), Vinales menempati urutan ke-19 dengan selisih waktu 1,142 detik dari pembalap tercepat, Jack Miller dari tim Ducati Lenovo. (Foto: AFP/Lluis Gene)

Bola.com, Lombok - Juara dunia Moto3 2013, Maverick Vinales, memenangi balapan di MotoGP. Tetapi kariernya tidak konsisten sejak beralih dari Suzuki ke Yamaha pada 2017.

Banyak pihak menilai bahwa penurunan dan inkonsistensi performa itu disebabkan karena masalah mental. Maverick Vinales dengan tegas membantahnya.

Advertisement

"Kata orang-orang begitu. Saya harus bilang bahwa mental saya fantastis. Hidup saya makin baik dari hari ke hari. Maka bisa saya katakan bahwa kesehatan mental saya baik-baik saja," kata Vinales jelang balapan di Sirkuit Mandalika.

Meskipun meraih delapan dari sembilan kemenangannya bersama Yamaha antara 2017 dan 2021, Vinales tidak pernah benar-benar sedekat itu dalam persaingan gelar juara.

Dalam periode yang sama, muncul saran agar Maverick Vinales menjalani pemeriksaan kesehatan mental. Menurut sang pembalap, hal itu bukan sesuatu yang perlu dilakukannya.

"Wajar jika seorang atlet marah ketika dia mencoba yang terbaik tetapi hasilnya tidak sesuai. Anda tidak bisa berpura-pura bahwa pembalap adalah robot, karena dia memiliki perasaan. Kita semua memiliki masalah di rumah, kita semua memiliki hal yang berbeda."

"Tapi bukan berarti Anda harus memaksa dan mengatakan saya memiliki masalah mental. Itu tidak benar, kesehatan mental saya luar biasa. Saya sangat baik," kata Maverick Vinales lagi.

 

2 dari 2 halaman

Berlebihan

Pembalap Aprilia Gresini, Maverick Vinales, menjadi yang tercepat pada sesi latihan bebas pertama (FP1) MotoGP San Marino yang digelar di Sirkuit Marco Simoncelli, Jumat (17/9/2021) sore WIB.(AFP/Lluis Gene)

Maverick Vinales melanjutkan, klaim dari berbagai pihak mengenai kesehatan mental dirasanya terlalu berlebihan. Toh pada praktiknya, ia bekerja dengan banyak praktisi, mulai dari psikolog sampai teknisi motornya.

"Jika (kondisi saya) buruk saya tidak akan berkarier di MotoGPdari dulu. Tapi itu terlalu berlebihan, terlalu jauh, karena mereka selalu mengatakan masalah saya adalah sisi mental."

"Saya tidak percaya itu, saya tahu di mana masalahnya. Saya harus meningkatkan semuanya, saya harus lebih baik setiap hari, jadi saya bekerja dengan psikolog mental, saya bekerja dengan fisioterapis, saya bekerja dengan pelatih, saya bekerja. dengan teknisi saya, saya bekerja dengan mekanik saya. Anda harus bekerja setiap hari," katanya menambahkan.

Berita Terkait