Pahit-Manis Relasi Sadio Mane dan Mohamed Salah: Duet Maut di Liverpool, Mimpi Buruk di Level Timnas!

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 30 Mar 2022, 09:35 WIB
Mohamed Salah dan Sadio Mane berduel dalam laga Senegal Vs Mesir, leg kedua babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Me Abdoulaye Wade, Dakar, Rabu (30/3/2022). (AP/Stefan Kleinowitz)

Bola.com, Jakarta - Mohamed Salah dan Sadio Mane memiliki relasi yang manis sekaligus pahit. Mereka saling bahu-membahu dan duet yang mematikan di Liverpool, tetapi di level tim nasioanl, Mane adalah mimpi buruk bagi Salah.  

Bagaimana tidak, Sadio Mane bersama Timnas Senegal baru saja menggagalkan impian Mohamed Salah tampil di Piala Dunia 2022. 

Advertisement

Sadio Mane bergabung dengan Liverpool pada awal musim 2016/2017. Satu musim lebih awal dibanding Mohamed Salah. Mereka punya kolaborasi yang bagus di lini depan, bersama Roberto Firmino.

Mane dan Salah mampu membawa The Reds meraih kejayaan. Bukan hanya pada level domestik, tetapi juga di pentas Eropa. Bersama Mane dan Salah, tim yang bermarkas di Anfield itu telah meraih juara Premier League dan Liga Champions.

Ada banyak spekulasi tentang hubungan Mane dan Mohamed Salah. Tapi, koneksi mereka di Liverpool sangat bagus. Lantas, apa yang terjadi pada level tim nasional? Simak selengkapnya di bawah ini ya.

 

2 dari 3 halaman

Final Piala Afrika

Striker Mesir, Mohamed Salah memprotes keputusan wasit Victor Gomes dalam laga final Piala Afrika 2021 menghadapi Senegal di Stade d'Olembe, Yaounde, Kamerun (6/2/2022). (AP/Sunday Alamba)

Sadio Mane dan Mohamed Salah berada di kubu yang berbeda pada level tim nasional. Mane bermain untuk Senegal dan Salah membela Mesir. Mereka punya dua momen penting pada 2022 ini dan Mane jadi pemenang.

Momen pertama adalah final Piala Afrika 2021. Laga dimainkan di Stadion Omnisport Paul Biya, Kamerun, pada 6 Februari 2022 lalu. Senegal dan Mesir bermain imbang 0-0 pada waktu normal dan tambahan waktu. Laga dilanjutkan ke babak adu penalti.

Sadio Mane menjadi penentu kemenangan Senegal pada adu penalti. Maju sebagai eksekutor kelima Senegal, Mane menjalankan tugasnya dengan sempurna. Sementara, Mohamed Salah sebagai penendang kelima Mesir tak sempat mengambil penalti.

Mane membawa Senegal menjadi juara Piala Afrika 2021. Ini adalah trofi mayor pertama Mane bersama Senegal. Di balik sukses Mane, ada mimpi buruk bagi Mohamed Salah. Kabarnya saat keduanya kembali Liverpool, ada larangan bicara soal Piala Afrika di ruang ganti tim.

 

3 dari 3 halaman

Lagi, Mane Adalah Mimpi Buruk Salah!

Reaksi penyerang Mesir Mohamed Salah (kiri) setelah gagal mencetak tendangan penalti ke gawang Senegal pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Afrika di Stade Me Abdoulaye Wade, Rabu (30/3/2022) dini hari WIB. Senegal menyingkirkan Mesir 3-1 lewat adu penalti. (AP Photo/Stefan Kleinowitz)

Belum genap dua bulan setelah final Piala Afrika 2021, Sadio Mane kembali menjadi mimpi buruk bagi Mohamed Salah. Lagi-lagi pada level timnas. Mane kembali mengubur harapan besar Salah untuk mencapai prestasi bersama Mesir.

Awalnya, segalanya berjalan baik untuk Salah dan Mesir. Mereka menang 1-0 pada leg pertama Kualifikasi Piala Dunia 2022. Aksi Salah membuat Saliou Ciss melakukan gol bunuh diri untuk memberi kemenangan pada Mesir.

Tapi, leg kedua menjadi petaka bagi Mesir dan Salah. Gol bunuh diri Hamdi Fathi pada menit ke-4 --gol bunuh Ciss juga pada menit ke-4-- membawa Senegal menang 1-0 pada waktu normal dan extra time.

Senegal kemudian menang adu penalti dengan skor 3-1. Salah sebagai penendang pertama Mesir gagal menjalankan tugas. Sementara, Mane sebagai penendang kelima sukses mencetak gol. Mane dua kali jadi mimpi bagi Salah.

Sumber: berbagai sumber

Disadur dari: Bola.net (Penulis Asad Arifin, published 30/3/2022) 

 

Berita Terkait