BRI Liga 1: Arthur Irawan, Evan Dimas dan Para Pengembara di Kompetisi Sepak Bola Indonesia

oleh Wahyu Pratama diperbarui 14 Apr 2022, 08:30 WIB
Pemain Persik Kediri di BRI Liga 1 2021/2022, Arthur Irawan. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Bola.com, Jakarta - Sepak bola Indonesia memiliki masalah berulang yang terus terjadi setiap musimnya. Selepas kompetisi berakhir, tak pernah ada yang tahu pasti kapan musim baru bakal dimulai.

Ambiguitas tersebut pada akhirnya memaksa klub untuk cermat mengatur pengeluaran mereka. Salah satu yang mereka lakukan yakni membatasi kontrak pemain setiap satu tahun sekali, seperti apa yang terjadi pada BRI Liga 1.

Advertisement

Akibatnya, perpindahan pemain kunci setiap awal musim menjadi tak terelakkan. Hanya sedikit klub-klub tanah air yang mampu mempertahankan mayoritas skuadnya hingga beberapa tahun ke depan.

Beberapa nama lokal bahkan bisa dikatakan sebagai pengembara sejati di Liga 1. Mereka seringkali berpindah dari satu klub ke klub lainnya. Bahkan dalam semusim, mereka bisa memperkuat dua klub berbeda.

Namun, mereka tak pernah kesulitan beradaptasi dengan klub barunya. Kualitas yang dimilikinya terbilang sepadan dengan apa yang harus dikeluarkan klub peminatnya.

 

2 dari 9 halaman

Raphael Maitimo

Raphael Maitimo mengalwali kiprahnya di Piala AFF yaitu pada edisi 2012. Ia kembali dipanggil Timnas Indonesia pada Piala AFF 2014. Sayangnya, skuat Merah Putih tak mampu lolos dari fase grup. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Pemain naturalisasi asal Belanda ini memperkuat Arema Cronus selepas pencabutan pembekuan PSSI pada 2016 lalu. Tetapi sejak saat itu, pemain berusia 38 tahun itu tak pernah betah bertahan di satu klub saja.

Raphael Maitimo memiliki jejak karier yang luar biasa. Total ada delapan klub yang ia perkuat termasuk klub Liga 2, PSIM Yogyakarta pada musim 2019.

Terkini, ia membantu Barito Putera keluar dari jeratan degradasi sejak bergabung pada pertengahan musim lalu. Tetapi, belum jelas apakah klub berjuluk Laskar Antasari itu bisa menahannya cabut atau tidak.

 

3 dari 9 halaman

Rachmat Hidayat

Papan skor kembali berubah pada menit ke-31. Rachmat Hidayat (tengah) berhasil mencetak gol kedua untuk PSIS Semarang. Ia berhasil memanfaatkan umpan dari Hari Nur Yulianto yang melakukan penetrasi di dalam kotak penalti. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Sejak 2016, Rachmad Hidayat telah memperkuat enam klub berbeda. Tetapi diantara enam klub tersebut, hanya PSMS Medan yang pernah diperkuatnya dalam dua periode berbeda.

Pemain yang berposisi sebagai winger ini memang menawarkan kualitas di lini serang. Saat membela PSMS di putaran pertama lalu, ia berhasil menjadi topskor tim dengan mencetak enam gol plus tiga assist.

Tak heran bila PSIS Semarang kepincut untuk menariknya di pertengahan BRI Liga 1 2021/22. Namun, belum jelas apakah dia bakal bertahan di Semarang tidak. Bisa jadi, ia akan mencari pelabuhan baru lainnya.

 

4 dari 9 halaman

Novan Sasongko

Pemain Madura United, Novan Setya Sasongko berusaha mengontrol bola saat melawan PSIS Semarang dalam laga pekan ke-5 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Rabu (29/09/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Tak banyak bek sayap yang bolak-balik berpindah klub. Tetapi, Novan Sasongko merupakan sebuah pengecualian. Pemain asal Bojonegoro itu tercatat telah membela enam tim berbeda sejak 2016 lalu.

Berbeda dengan dua nama yang disebutkan sebelumnya, pemain berusia 32 tahun itu tak pernah bermain di kasta kedua. Dalam enam musim terakhir, kariernya selalu berada di level teratas.

Namun untuk musim depan, ia tak perlu lagi mengepak kopernya. Madura United bersedia memberikan kontrak baru berdurasi satu musim.

 

5 dari 9 halaman

Antoni Putro Nugroho

Antoni Putro Nugroho, solusi lini depan Persik Kediri. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Pada masanya, Antoni Putro Nugroho merupakan salah satu sayap terbaik yang ada di Indonesia. Bersama PSMS Medan, ia berhasil menampilkan performa brilian meskipun gagal menyelamatkan tim dari jurang degradasi.

Ia telah memperkuat enam klub berbeda sejak kompetisi kembali bergulir pada 2016 lalu. Seperti halnya Novan Sasongko, pemain berusia 28 tahun itu juga tak pernah bermain di kompetisi Liga 2.

Tetapi untuk musim selanjutnya, belum diketahui apakah ia bakal mencari klub lain atau enggak. Sebagai seorang polisi, Bhayangkara FC tentu selalu memantau performanya meskipun bermain di klub lain.

 

6 dari 9 halaman

Evan Dimas

Gelandang anyar Arema FC, Evan Dimas. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Arema FC merupakan klub ke-6 yang bakal diperkuat Evan Dimas dalam tujuh musim terakhir. Sejak namanya moncer bersama Timnas Indonesia U-19, namanya memang terus berkibar di belantika sepak bola nasional.

Bahkan, ia sempat mencoba peruntungan di luar negeri, tepatnya di Malaysia. Bersama Ilham Udin Armayn, ia memperkuat Selangor FC pada musim 2018 lalu. Namun, Evan sepertinya lebih senang berada di Indonesia.

Sejak kepulangannya ke tanah air, pria yang sempat dikaitkan dengan Persebaya Surabaya itu bak kutu loncat. Dia terus mencari pelabuhan baru dan terkini berlabuh bersama klub berjuluk Singo Edan.

 

7 dari 9 halaman

Arthur Irawan

Arthur Irawan berebut bola udara dengan David Laly pada laga Persik kontra Madura United yang berakhir imbang 2-2. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Pemain serbabisa ini merupakan salah satu pengelana sejati di sepak bola Indonesia. Sejak kembali dari luar negeri, Arthur Irawan tercatat telah membela lima klub berbeda.

Sayangnya, kariernya di Indonesia tak selalu berjalan mulus. Dirinya kerap mendapatkan menit bermain minimalis sebelum mulai dipercaya Dejan Antonic yang menangani PSS Sleman pada putaran pertama BRI Liga 1 2021/22.

Terakhir, ia ikut dalam rombongan pemain yang bergabung ke Persik Kediri pada pertengahan musim lalu. Sejak kehadirannya, klub berjuluk Macan Putih itu berhasil menunjukkan taringnya sehingga mampu bertengger di papan tengah.

8 dari 9 halaman

Markas Suporter

Markas Suporter, Apresiasi Suporter #dukungdarirumah (Bola.com/Adreanus Titus)

Perhelatan BRI Liga 1 2021/2022 sudah berakhir dengan menyuguhkan berbagai keseruan yang memicu adrenalin, laga-laga panas, dan kejutan-kejutan menarik. Kesuksesan perhelatan BRI Liga 1 2021/2022 tidak lepas dari kerja keras dan kerja sama banyak pihak, dan semuanya layak mendapat apresiasi.

Apresiasi khusus ditujukan kepada suporter yang turut menyukseskan kompetisi Liga 1 melalui kampanye #Dukungdarirumah. Komitmen suporter untuk disiplin mendukung tim kesayangannya meskipun dari rumah, merupakan salah satu kunci penting kesuksesan penyelenggaraan Liga 1 musim ini.

Kesuksesan Liga 1 2021/2022 tersebut menginspirasi lahirnya program Markas Suporter. Program ini merupakan inisiasi dari Kapanlagi Youniverse melalui Bola.com dan Bola.net dengan PSSI untuk menjadi wadah sekaligus rumah para suporter Tanah Air. Markas Suporter diharapkan jadi tempat untuk saling berbagi informasi dan silaturahmi antarsuporter baik melalui konten digital maupun aktivasi offline.

Program tersebut akan dibuka dengan Event Live Streaming Markas Suporter yang diadakan pada Kamis, 14 April 2022. Selain jadi event pembuka, acara itu juga akan menjadi ajang apresiasi kepada para suporter yang telah menyukseskan kompetisi Liga 1 musim 2021/2022.

Direktur Utama LIB, Akhmad Hadian Lukita, dan Head of Dept Suporter Development and Fan Engagement PSSI, Budiman Dalimunthe, akan datang langsung ke Studio KLY untuk mengikuti acara bincang santai dengan jurnalis Bola.com, dan perwakilan suporter dan klub dari Liga 1 juga akan mendapat undangan bergabung pada acara tersebut secara online. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, juga diharapkan akan bergabung dalam perbincangan santai itu secara online.

Jadi, jangan lupa menyaksikan acara Event Live Streaming Markas Suporter di Vidio pada 14 April 2022, pukul 16.00 WIB.

9 dari 9 halaman

Posisi Akhir BRI Liga 1 2021/2022