Cerita Awal Karier Pemain PSIS, Riyan Ardiansyah: Sempat Ditolak PPLP Jawa Tengah

oleh Hery Kurniawan diperbarui 19 Mei 2022, 20:00 WIB
Tangkapan layar pemain PSIS Semarang, Riyan Ardiansyah. (Kanal Youtube Tiento Indonesia)

Bola.com, Jakarta - Riyan Ardiansyah cukup banyak mendapatkan kesempatan bermain di PSIS Semarang pada BRI Liga 1 2021/2022 yang lalu.

Dalam satu musim, Riyan tampil dalam 28 laga bersama PSIS. Pemain berusia 25 tahun itu mampu mencetak satu gol dan tiga assist.

Advertisement

Kepada kanal Youtube Tiento Indonesia, Riyan Ardiansyah mengungkapkan awal mula kariernya sebagai pesepakbola. Itu semua berawal ketika ia masih duduk di bangku kelas dua SMP.

Ketika masih kecil, Riyan Ardiansyah sebenarnya tidak terlalu ingin menjadi pesepakbola. Itu semua berubah ketika ia duduk di bangku kelas dua SMP tersebut.

"Bener-bener ingin itu (jadi pemain sepak bola) SMP kelas dua. Waktu itu saya ikut Popda (Pekan Olahraga Pelajar Daerah). Ada pelatih SSB yang melihat terus diajak gabung SSB dan enggak bayar," kenangnya.

 

 

2 dari 5 halaman

Sempat ditolak PPLP Jawa Tengah

Bek PSIS, Riyan Ardiansyah merayakan gol kemenangan timnya saat melawan Persela dalam laga pekan pertama BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Sabtu (04/09/2021). PSIS menang 1-0. (Foto: Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Setelah menjalani latihan rutin di SSB di Pati, Jawa Tengah itu, Riyan Ardiansyah terus bermimpi untuk bisa berkarier sebagai pesepakbola profesional. Namun, ia sempat mengalami pengalaman kurang mengenakkan.

Winger satu ini sempat ditolak masuk Pemusatan Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Jawa Tengah atau yang dahulu akrab dikenal dengan sebutan Diklat Salatiga.

"Dari SSB lulus SMP saya seleksi di PPLP Jawa Tengah. Saya nggak lolos ada program kemitraan, saya berlatih di sana tapi belum jadi siswa. Enam bulan magang di sana saya masuk," jelasnya.

 

 

 

3 dari 5 halaman

Jalan Menuju Profesional

Setelah itu, jalan Riyan menuju kompetisi profesional mulai terbuka. Ia dilirik klub-klub profesional Tanah Air.

"Lulus PPLP ikut Liga Nusantara di Persab Brebes, setelah itu Persipa Pati. Abis itu saya dipanggil Kemenpora, PPLM namanya. Kuliah sambil main bola," sambungnya.

Di tahun 2017, Riyan Ardiansyah menembus Liga 2. Pada kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia itu, Riyan memperkuat PS Bengkulu.

 

 

 

4 dari 5 halaman

Akhirnya Gabung PSIS

Bek PSIS, Riyan Ardiansyah (kiri) mencetak gol kemenangan timnya saat melawan Persela dalam laga pekan pertama BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Sabtu (04/09/2021). PSIS menang 1-0. (Foto: Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Hanya satu tahun di PS Bengkulu yang terletak di Sumatera, Riyan menemukan tambatan baru di ujung timur Indonesia. Ia memperkuat Persiwa Wamena di Liga 2 2018.

"Tahun 2017 saya ikut PS Bengkulu di Liga 2. Terus 2018 saya pindah ke Persiwa Wamena," jelasnya.

Di awal tahun 2019, Riyan pulang ke Jawa Tengah. Ia memutuskan memperkuat PSIS Semarang. Klub yang berasal dari ibu kota provinsi tersebut. "Tahun 2019 di PSIS Semarang sampai sekarang," tandas Riyan.

5 dari 5 halaman

Di Mana Posisi PSIS Saat Mengakhiri BRI Liga 1 2021/2022?