BRI Liga 1: Penyakit Kambuh, Presiden Persebaya Minta Aji Santoso Lakukan Evaluasi

oleh Aditya Wany diperbarui 15 Agu 2022, 12:15 WIB
Pelatih kepala Persebaya Surabaya, Aji Santoso saat babak penyisihan Grup C Piala Presiden 2022 antara Bhayangkara FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Senin (13/06/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Surabaya - Persebaya Surabaya gagal mengamankan poin penuh di kandang sendiri dalam pekan keempat BRI Liga 1 2022/2023. Mereka ditahan imbang 2-2 oleh Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (14/8/2022).

Madura United jadi tim yang unggul dulu lewat gol Luiz Marcelo Lulinha di menit ketujuh. Tapi, Persebaya membalasnya dengan dua gol berkat aksi Silvio Junior (28’) dan Sho Yamamoto (49’). Terakhir, skor jadi sama kuat lagi lewat gol Cleberson Martins di menit akhir.

Advertisement

Untuk kali ketiga, Persebaya kebobolan lewat bola mati. Sialnya, gol yang dicetak tim lawan kali ini malah membuyarkan kemenangan di depan mata. Skor 2-1 sudah jadi milik Persebaya Surabaya sebelum Cleberson akhirnya mencetak gol di menit ke-90+3.

Meski gagal menang, Persebaya Surabaya untuk sementara naik ke peringkat ke-12 dengan empat poin. Sedangkan sedangkan Madura United tetap di puncak klasemen dengan mengoleksi 10 angka.

2 dari 5 halaman

Penyakit Lama

Duel antara pemain Persebaya Surabaya, Higor Vidal dengan pemain Madura United, Cleberson dalam laga di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (14/8/2022). (Bola.com/Aditya Wany)

Sebelum pertandingan, Persebaya Surabaya sangat diharapkan menang. Maklum saja, mereka hanya sekali menang dan dua kalah dalam tiga laga sebelumnya. Sebanyak 29 ribu penonton yang hadir rupanya masih belum bisa menyaksikan klub asal Kota Pahlawan itu mengamankan tiga angka.

Problem antisipasi menit akhir ini masih jadi titik kelemahan Persebaya. Ini bukanlah masalah baru, melainkan problem lawas yang kambuh lagi dan harus diselesaikan oleh jajaran pelatih dan para pemain.

Musim lalu, Persebaya dua kali urung mengamankan tiga angka juga akibat kebobolan pada menit akhir oleh lawan. Salah satu hasil yang menyesakkan musim lalu adalah ketika Persebaya ditahan imbang Persija 3-3.

Sampai ujung pertandingan, Persebaya unggul 3-1, saat Persija bermain dengan 10 pemain. Namun, skor akhirnya imbang 3-3 karena Persija memasukkan dua gol melalui bola mati di ujung laga dan injury time.

Selain itu, duel melawan Persela Lamongan yang Persebaya ditahan imbang 2-2 melalui gol injury time. Dua hasil seri karena gol di ujung laga itu menjadi momen Persebaya terlempar dari persaingan juara.

3 dari 5 halaman

Langsung Lakukan Pertemuan Manajemen

Liga 1 - Ilustrasi Logo Persebaya Surabaya BRI Liga 1 (Bola.com/Adreanus Titus)

Tim berjulukan Bajul Ijo itu kini hanya mengemas empat poin dari empat laga, hasil satu menang, satu seri, dan dua kalah. Presiden Persebaya, Azrul Ananda, meminta tim pelatih untuk melakukan evaluasi.

“Setelah pertandingan melawan Madura United, kami langsung melakukan pertemuan manajemen."

"Kami percaya kami memiliki tim yang punya potensi luar biasa. Kami akan melakukan evaluasi bersama tim pelatih," ungkapnya.

 

4 dari 5 halaman

Poin-Poin Evaluasi

Persebaya Surabaya - Aji Santoso (Bola.com/Adreanus Titus)

Evaluasi jajaran pelatih Persebaya kini mencakup dua hal, yakni antisipasi bola mati dan konsentrasi menit akhir. Musim ini, tiga dari empat gol yang bersarang ke gawang Persebaya lahir dari set piece.

“Kami meminta tim pelatih untuk segera membenahi dua hal. Pertama skema pertahanan set piece, kedua manajemen permainan pada menit-menit akhir, karena ini seperti menjadi habit yang tidak menyenangkan,” ujar Azrul Ananda.

“Kami memiliki pemain-pemain muda yang punya bakat luar biasa. Kami percaya tim pelatih bisa melakukan itu, membawa tim ini terbang tinggi,” imbuh pria berusia 45 tahun tersebut.

5 dari 5 halaman

Posisi Persebaya Saat Ini

Berita Terkait