Weekend Membara di Liga Inggris: Yuk Simak 5 Hal Panas Dalam Rivalitas MU Vs Liverpool

oleh Choki Sihotang diperbarui 19 Agu 2022, 22:31 WIB
Michael Owen - Penampilan apik bintang Liverpool ini membuat Real Madrid memboyongnya ke Santiago Bernabeu pada musim panas 2004. (AFP/Paul Barker)

Bola.com, Jakarta - Panggung Premier League tak akan pernah lepas dari duel Liverpool kontra Manchester United. Bisa dibilang, duel tim besar Inggris itu merupakan laga sarat makna dalam kalender kasta sepak bola tertinggi Inggris.

Menariknya, duel tak lagi berpatokan di posisi mana kedua tim berada di papan klasemen. Soalnya, pertemuan kedua raksasa penuh gengsi dan emosi yang menyangkut nama besar. Itulah mengapa, duel keduanya bertajuk 'North West Derby'.

Advertisement

 

2 dari 8 halaman

Terbiasa Perang

4. Michael Owen - Owen menjadi pengguna nomor 7 di Manchester United usai Cristiano Ronaldo hengkang ke Real Madrid. Michael Owen menorekan 17 gol dari 52 laga selama berseragam Manchester United. (AFP/Glyn Kirk)

Maklum, The Reds dan Setan Merah yang sama-sama berdomisili di Inggris Barat Laut, sudah sejak dulu terlibat persaingan ekonomi dan industri. Keputusan para pedagang Kota Manchester yang mendanai pembangunan Manchester Ship Canal mendapat cibiran keras dari politisi Liverpool.

Sepak bola kemudian dijadikan "ajang" pembuktian. Duel kedua tim kerap diwarnai momen-momen "gila", baik di dalam maupun di luar lapangan. Penasaran? Berikut lima di antaranya, seperti dilansir bleacherreport.

 

3 dari 8 halaman

Rasis Suarez

Di akhir laga yang berkseudahan 2-1 untuk kemenangan Manchester United atas Liverpool, Patrice Evra membalas perlakuan Luis Suarez dengan melakukan lap of honour di dalam lapangan yang berakhir di hadapan Ljuis Suarez yang tidak memberi reaksi apapun. (AFP/Andrew Yates)

Pada 15 Oktober 2011, striker Liverpool, Luis Suarez, terlibat konflik dengan pemain Manchester United, Patrice Evra. Nama terakhir menuduh Suarez melecehkannya dan melayangkan penghinaan rasis kepadanya saat Setan Merah bertandang ke Anfield.

FA meluncurkan penyelidikan atas masalah ini dan Suarez dinyatakan bersalah. Hukumannya, Suarez dilarang tampil dalam delapan pertandingan. Sampai hari ini, Suarez merasa kalau dia tidak melakukan kesalahan. "Saya tidak melakukan kesalahan dan merasa sangat kecewa dengan kejadian itu," katanya.

 

4 dari 8 halaman

Selebrasi Neville

Gary Neville harus berhadapan dengan FA setelah melakukan selebrasi di depan pendukung Liverpool usai Rio Ferdinand mencetak gol. Lesakan itu membuat MU menang 1-0 atas raksasa Merseyside pada tahun 2006.

Selebrasi itu merupakan upaya terang-terangan menghasut para penggemar, tetapi Neville tidak menyesal sama sekali. "Ini adalah keputusan yang buruk, bukan hanya untuk saya tetapi untuk semua pesepakbola. Dan saya bertanya kepada pihak berwenang: ke mana sepak bola dibawa? Menjadi robot, tanpa gairah, dan semangat, jelas merupakan jalan ke depan bagi pesepakbola modern," keluhnya.

 

5 dari 8 halaman

Owen ke MU

Michael Owen merupakan salah satu pemain yang pernah berseragam Liverpool dan juga MU. Striker berkebangsaan Inggris itu memulai karier di Liverpool dan sempat membela Setan Merah pada periode 2009-2012. (AFP/Paul Ellis)

Tidak ada pemain yang ditransfer langsung antara MU dan Liverpool sejak Phil Chisnall melakukannya pada tahun 1964. Pemain terakhir yang melakukan ini adalah Michael Owen.

Pernah menjadi anak emas The Kop, Owen memenangkan FIFA Ballon d'Or pada tahun 2001 selama hari-harinya di Merseyside, tetapi akhirnya dijual ke Real Madrid pada tahun 2004.

 

6 dari 8 halaman

Dibuang Keluar

Owen pindah dari Madrid ke Newcastle United sebelum akhirnya ditandatangani dengan status bebas transfer oleh Alex Ferguson ke Manchester United pada 2009.

Tak perlu dikatakan, Owen mendapat sambutan dingin saat kembali ke Anfield. Tanda-tanda diangkat tinggi-tinggi yang menyatakan dia sebagai "Yudas." Yudas adalah sindiran bagi mereka yang berkhianat.

 

7 dari 8 halaman

Kaus Sindiran

Sebuah situs web penggemar MU nekat menjual t-shirt yang dihiasi dengan lelucon yang tidak menyenangkan tentang tragedi Stadion Heysel. Orang-orang kemudian menjadi tahu setelah diwartakan Daily Mail pada tahun 2011.

T-shirt menampilkan tiga bintang di atas slogan, "tanpa membunuh siapa pun," dalam referensi yang menyakitkan. Tujuannya jelas, mengingatkan malam bencana kala Liverpool dan Juventus bersua di final Piala Champions pada tahun 1985. Saat itu, sedikitnya 39 penggemar meninggal.

 

8 dari 8 halaman

Soal Gabriel

Gabriel Heinze. Bek tengah yang kini berusia 44 tahun dan telah pensiun pada Juli 2014 bersama Newell's Old Boys ini pernah berseragam Manchester United selama 3 musim. Ia didatangkan MU dari PSG pada awal musim 2004/2005 dengan nilai transfer 10 juta euro. Akibat rentan cedera serta kalah bersaing dengan Patrice Evra, ia meninggalkan Old Trafford pada akhir musim 2006/2007 menuju Real Madrid usai tampil dalam 83 laga di semua ajang dengan torehan 4 gol dan 4 assist. (AFP/Andrew Yates)

Gabriel Heinze memiliki dua tahun tersisa di kontraknya di Old Trafford ketika meminta pergi dari klub pada tahun 2007. Manajer Alex Ferguson setuju untuk menjual pemain dengan harga tertentu dan Liverpool mengajukan tawaran.

Sementara tawaran Liverpool cukup tinggi, Ferguson tidak ingin Heinze bermain untuk klub saingan. Belakangan, MU malah menolak tawaran tersebut. Heinze mengeluh dan FA melakukan penyelidikan. Hasilnya, mereka mendukung keputusan MU. Gagal ke MU, Heinze melanjutkan perjalanannya ke Real Madrid.

Berita Terkait