Liga 2: Tanpa Penonton Saat Jamu Persela Lamongan, PSIM Yogyakarta Tetap Berusaha Maksimal

oleh Hery Kurniawan diperbarui 27 Sep 2022, 05:30 WIB
Ilustrasi skuad PSIM Yogyakarta. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Yogyakarta - PSIM Yogyakarta akan menjamu Persela Lamongan dalam lanjutan laga Wilayah Tengah Liga 2 2022/2023. Laga ini akan digelar pada Selasa (27/09/2022).

PSIM harus menjalani laga ini dengan status tanpa penonton. Laskar Mataram memang baru saja mendapatkan sanksi dari Komdis PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Advertisement

Terkait laga tanpa penonton, pelatih PSIM Yogyakarta, Erwan Hendarwanto menilai sedikit banyak akan membawa pengaruh bagi skuadnya.

Namun, ia meyakinkan bahwa timnya akan berjuang maksimal untuk meraih kemenangan sekaligus meneruskan tren positif.

“Kalau kemarin momentum, bagaimana bisa memenangkan pertandingan. Namun saya wanti-wanti itu baru awal," kata Erwan. 

"Kalau mau bersaing untuk lolos, kita harus siap. Kita akui kehadiran suporter sangat penting. Tapi adanya hukuman Komdis, ya kami tetap harus all-out,” tegasnya.

 

 

 

 

2 dari 5 halaman

Tak Punya Banyak Waktu

Erwan Hendarwanto, pelatih PSIM Yogyakarta. (Bola.com/Ronald Seger)

Erwan Hendarwanto mengatakan PSIM tak punya banyak waktu untuk melakukan persiapan setelah laga melawan Persekat.

Namun begitu, perbaikan tetap dilakukan dengan harapan Aditya Putra Dewa dan kawan-kawan bisa tampil lebih baik saat meladeni Persela.

"Secara attacking maupun defend masih banyak kekurangan, tapi tak bisa langsung diperbaiki satu hari," ujar Erwan. 

"Minimal compact defend dan transisi yang kemarin renggang sudah kita perbaiki. Semoga ada progres besok lawan Persela,” ungkap Erwan.

 

3 dari 5 halaman

Pemain Siap

Pemain PSIM Yogyakarta. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Pemain PSIM, Ghulam Fatkur yang pada laga lawan Persekat bermain bagus, menyatakan seluruh pemain siap meski berjuang tanpa dukungan langsung suporter.

"Kami pemain akan berjuang semaksimal mungkin meski besok suporter tidak bisa hadir. Kami minta doa restu dari suporter semuanya, agar kita bisa diberi kemenangan,” tegasnya.

 

 

 

4 dari 5 halaman

Tak Terpengaruh

Fakhri Husainin yang kini melatih Persela. (Bola.com/Yoppy Renato)

Di sisi lain pelatih Persela, Fakhri Husaini menegaskan timnya datang ke Jogja untuk meraih kemenangan.

Fakhri menyatakan dirinya justru kecewa karena penonton tidak boleh hadir di stadion. Namun, ia memastikan timnya akan berjuang dengan keras.

“Persela datang ke Jogja berharap pertandingan disaksikan penonton. Sepak bola tanpa penonton bagai sayur tanpa garam. Kami tidak mengambil keuntungan dari situasi ini," katanya.

 

 

5 dari 5 halaman

Faktor Pemain

Fakhri merasa peran paling penting di dalam sebuah pertandingan dipegang oleh para pemain

"Kami tentu berharap kehadiran penonton akan memberi kemeriahan tersendiri. Yang menentukan hasil pertandingan adalah 22 pemain di lapangan," ujar Fakhri. 

"Tidak sedikitpun terpikirkan dari kami untuk memanfaatkan situasi tanpa penonton untuk mendapat keuntungan. Tentu kami berharap Persela bisa meraih kemenangan,” tegasnya.

Berita Terkait