Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Menpora Akan Gelar Rapat Darurat dengan Polri dan PSSI

oleh Wiwig Prayugi diperbarui 02 Okt 2022, 08:10 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali saat Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/8/2022). Rapat tersebut membahas program naturalisasi Sandy Walsh dan Jordi Amat. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Bola.com, Jakarta - Menpora Republik Indonesia, Zainudin Amali akan menggelar rapat darurat dengan Polri, PSSI, dan PT LIB setelah terjadi kericuhan di Stadion Kanjuruhan, usai laga Arema FC versus Persebaya, Sabtu (1/10/2022) malam WIB.

"Pertama, saya turut berduka sedalam-dalamnya atas tragedi sepak bola di Malang. Kejadian ini sangat memukul sepak bola Indonesia," kata Menpora dalam wawancara via telepon dengan stasiun televisi, Minggu (2/10/2022) pagi.

Advertisement

"Saya, PSSI, Pak kapolri, akan bertemu dan kami akan mengevaluasi secara keseluruhan setelah kejadian ini," lanjutnya.

Menurut Polda Jatim, hingga Minggu pagi, kerusuhan di Stadion Kanjuruhan itu memakan korban 127 orang, 125 merupakan suporter Arema dan dua anggota kepolisian.

2 dari 4 halaman

Pesan untuk Suporter

Terlihat jelas suasana mencekam di Stadion Kanjuruhan usai pertandingan antara Arema kontra Persebaya. (Iwan Setiawan/Bola.com)

Menpora juga setuju Liga 1 dihentikan dulu untuk sementara waktu. PSSI sebelumnya menghentikan Liga 1 selama sepekan, tapi Menpora menganjurkan untuk lebih lama lagi.

 

"Inii kita sedang berduka, kami apresiasi langkah PSSI dan Liga yang menghentikan kompetisi untuk sementara waktu," lanjutnya.

Menpora juga memberikan pesan kepada seluruh suporter Indonesia, untuk tetap tertib apa pun hasil pertandingan.

"Sebuah pertandingan ada menang ada kalah, tidak harus selalu menang, harus menerima kekalahan dewasa menerima kekalahan kita sampaikan kepada suporter

3 dari 4 halaman

Soal Penggunaan Gas Air Mata

Mobil pihak keamanan terbalik saat terjadi kericuhan setelah laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada laga lanjutan BRI Liga 1 2022/2023 yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (01/10/2022). (Bola.com/Dendy Gandakusumah)

Menpora menanggapi penggunaan gas air mata untuk membubarkan massa dalam insiden itu.

"Kami akan mendalami, seperti apa dan kenapa harus pakai itu," katanya.

Sebenarnya pembubaran suporter menggunakan gas air mata tidak diperbolehkan dalam aturan FIFA. Itu tercantum dalam FIFA stadium safety and security regulation. Di pasal 19, poin b, disebutkan tidak diperbolehkan menggunakan senjata api atau gas pengendali masa.

 

4 dari 4 halaman

Alasan Polisi Pakai Gas Air Mata

Kapolda Jatim, Irjen. Pol. Dr Nico Afinta. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Sebelumnya, Kapolda Jatim, Irjen. Pol. Dr Nico Afinta, menjawab alasan aparat menembakkan gas air mata.

Namun Kapolda Jatim menjelaskan pihak keamanan punya alasan kuat menggunakan gas air mata karena suporter sudah mulai anarkistis dengan melakukan perlawanan kepada petugas dan melakukan pengrusakan kendaaraan. 

"Karena gas air mata itu, mereka pergi keluar ke satu titik, pintu keluar. Kemudian terjadi penumpukan dan dalam proses penumpukan itu terjadi sesak napas, kekurangan oksigen," katanya.

 

Berita Terkait