Banjir Air Mata, Manajemen Persebaya dan Ribuan Bonek Kirim Doa untuk Aremania di Tugu Pahlawan

oleh Aditya Wany diperbarui 03 Okt 2022, 22:54 WIB
Ribuan suporter Persebaya Surabaya, Bonek, memadati Tugu Pahlawan, Surabaya, Senin (3/10/2022) malam. Mereka menggelar aksi solidaritas Tragedi Kanjuruhan di Malang. (Dok. Persebaya)

Bola.com, Surabaya - Ribuan suporter Persebaya Surabaya, Bonek, memadati Tugu Pahlawan, Jalan Pahlawan, Surabaya, Senin (3/10/2022) malam. Mereka memenuhi ajakan manajemen Persebaya untuk menggelar aksi solidaritas Tragedi Kanjuruhan di Malang.

Sebelumnya, manajemen Persebaya Surabaya melalui berbagai akun media sosial mengajak Bonek menghadiri acara ini dengan mengenakan pakaian serbahitam serta membawa lilin masing-masing.

Advertisement

Dari perwakilan manajemen Persebaya, tampak sosok Yahya Alkatiri (manajer Persebaya) dan Nanang Prianto (media officer Persebaya). Lalu terdapat pula kapten Persebaya, Alwi Slamat.

Kemunculan aksi simpati Tragedi Kanjuruhan ini sempat membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi ditutup sementara karena jalan tersebut menjadi lautan Bonek. Akses dari utara menuju selatan diarahkan menuju kawasan Johar dan Kebonrojo.

Aksi dimulai pada sekitar pukul 19.27 WIB dengan menyalakan lilin yang dibawa oleh masing-masing peserta aksi. Perwakilan manajemen lantas menyalakan lilin berbentuk RIP (Rest in Peace) sebagai tanda duka cita.

Setelah lilin menyala, Bonek menundukkan kepala dan memanjatkan doa untuk para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Massa aksi tidak bisa membendung air mata saat memanjatkan doa.

Para pendukung Persebaya Surabaya ini pun melanjutkannya dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Indonesia Pusaka.

2 dari 5 halaman

Solidaritas Kemanusiaan

Kapten Persebaya Surabaya Alwi Slamat, manajer tim Yahya Alkatiri, pentolan Bonek Husin Ghozali, saat menyalakan lilin dalam aksi solidaritas Tragedi Kanjuruhan di Tugu Pahlawan, Surabaya, Senin (3/10/2022). (Dok. Persebaya Surabaya)

Koordinator Green Nord 27 atau Bonek tribune utara, Husain, Ghozali, menyampaikan aksi ini sebagai bentuk solidaritas untuk Aremania yang menjadi korban Tragedi Kanjuruhan.

“Rivalitas hanya 90 menit, lebih dari itu kita sudah bukan lawan, kita kawan, kita saudara, jangan sampai ada kejadian yang sama terulang kembali, cukup ini yang terakhir,” ucap pria yang akrab disapa Cak Cong itu.

“Kita merasa prihatin karena anak bangsa di bingkai NKRI meninggalkan kita. Walaupun kita ada rivalitas, kita singkirkan sejenak, karena ini kemanusiaan. Siapa pun mereka, kita sebagai umat manusia harus prihatin,” imbuhnya.

Sementara itu, Media Officer Persebaya Surabaya, Nanang Priyanto, mengungkapkan duka cita yang mendalam atas tragedi mengerikan yang merenggut 125 nyawa tersebut.

“Saya mewakili manajemen Persebaya, pemain, tim pelatih mendoakan para korban. Kami turut berduka cita dengan semua korban dan keluarga. Kami dari manajemen Persebaya mengajak Bonek bahwa rivalitas hanya 90 menit, selebihnya adalah saudara,” kata Nanang.

 

3 dari 5 halaman

Mengirimkan Karangan Bunga

Karangan bunga fans Persebaya, Bonek untuk Aremania yang sedang berduka di Stadion Kanjuruhan, Malang. (Aditya Wany/Bola.com)

Aksi solidaritas Bonek tidak hanya mengirim doa bersama dengan manajemen Persebaya Surabaya. Sebelumnya, mereka menunjukkan duka cita mendalam dengan mengirim karangan bunga kepada suporter Arema FC, Aremania, yang diletakkan di depan Monumen Singa Tegar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Senin pagi.

Karangan bunga itu dikirim oleh Green Nord 27 atau Bonek tribune utara. Ungkapan belasungkawa juga tertera bersama karangan bunga lain yang juga diletakkan di tempat yang sama.

 

4 dari 5 halaman

Tragedi Kanjuruhan

Kericuhan tak terelakkan di stadion yang menjadi markas Arema FC itu. Aremania turun ke lapangan setelah tim kesayangan mereka kalah dari rival bebuyutannya. (AP/Yudha Prabowo)

Seperti diketahui, Tragedi Kanjuruhan merupakan insiden yang menelan sebanyak 125 korban jiwa. Itu bermula dari kekalahan Arema dengan skor 2-3 dari Persebaya Surabaya dalam lanjutan BRI Liga 1 2022/2023 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam.

Tragedi ini tidak melibatkan kerusuhan antar kelompok suporter lantaran Bonek tidak diperkenankan hadir. Melainkan, Aremania melampiaskan kekecewaan dengan menginvasi lapangan stadion setelah kekalahan itu.

Dari sini pihak keamanan malah menyemprotkan gas air mata yang membuat massa berhamburan dan mengalami kepanikan. Kebanyakan dari mereka sesak napas dan sulit menghindar untuk keluar stadion hingga akhirnya melahirkan korban jiwa.

Pemerintah sudah bergerak untuk melakukan investigasi atas insiden mengerikan ini. Sejauh ini, langkah PSSI dan PT LIB adalah menunda pelaksanaan pertandingan Liga 1 sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

5 dari 5 halaman

Persaingan di Liga 1 2022/2023

Berita Terkait