Berkantor di Stadion Kanjuruhan, Eks Pemain Arema Merinding saat Bahas Tragedi

oleh Iwan Setiawan diperbarui 06 Okt 2022, 20:30 WIB
Kondisi pintu masuk tribune 13 Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, dari sisi luar pada Senin (3/10/2022). Tampak pintu masih terpasang garis polisi. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Mantan kiper Arema FC, Dwi Sasmianto berada di area luar Stadion Kanjuruhan saat Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo saat melakukan kunjungan, Rabu (5/10/2022) kemarin.

Kehadiran Dwi Sasmianto di lokasi yang dikunjungi sang Presiden Jokowi bukan hal yang aneh. Karena pria 56 tahun itu tercatat sebagai ASN di Dispora Kabupaten Malang. Kantornya berada di lantai dua Stadion Kanjuruhan.

Advertisement

Pascatragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, yang menewaskan 131 korban jiwa, Sabtu (1/10/2022) lalu. Dia tetap menjalani rutinitas di kantor seperti bisa, Karena tidak ada kebijakan libur yang diinstruksikan dari Pemkab Malang.

Lantas bagaimana dengan perasaannya setiap hari berada di Stadion Kanjuruhan yang baru memakan korban ratusan nyawa? Apalagi dia merupakan mantan pemain dan pelatih kiper Arema.

“Senin kemarin sudah mulai bekerja, stadion masih kotor karena semua tidak boleh mengubah situasi sampai pemeriksaan selesai. Tentu sedih melihat apa yang terjadi di stadion ini. Apalagi saya mantan pemain dan pelatih kiper di sini. Meski waktu kejadian tidak ada di lokasi, saya tahu dari foto dan vidio yang tersebar,” katanya.

2 dari 6 halaman

Akses Terbatas

Stadion Kanjuruhan, Malang, hari ini, Senin (3/10/2022). Sejumlah pintu masih tertempel garis polisi dan banyak barang-barang Aremania yang tertinggal di dalamnya. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Selama Stadion Kanjuruhan dalam pemeriksaan, Dwi menuju kantornya di lantai dua hanya bisa menggunakan satu jalan. Yakni lewat tangga di sebelah kanan pintu VVIP.

Sedangkan akses lainnya masih ditutup untuk kepentingan pemeriksaan. Jika dalam kondisi normal, banyak akses yang bisa digunakan untuk ke perkantoran di lantai 2 Stadion Kanjuruhan.

3 dari 6 halaman

Sangat Sedih

Mantan pemain Arema, Dwi Sasmianto. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Ketika membahas tempat-tempat yang menimbulkan banyak korban, Dwi pun merinding. Karena dia merasa sudah lama menjadi bagian dari Aremania.

“Terakhir saya jadi pelatih kiper Arema musim 2010-2012. Setelah itu saya lebih sering menyaksikan pertandingan lewat siaran langsung di rumah. Sedih pastinya dengan tragedi ini. Bagaimanapun juga saat jadi pemain dan pelatih saya sering berkumpul dengan Aremania,” jelas dia.

4 dari 6 halaman

Tak Menonton Laga hingga Selesai

Diakhir pertandingan Aremania pun akhirnya masuk ke dalam lapangan sebagai bentuk kekecewaan mereka usai tim kesayangannya Arema digebuk Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Dwi Sasmianto menjelaskan jika dia menyaksikan pertandingan Arema melawan Persebaya dari rumah. Namun dia tak sanggup melihatnya secara utuh.

“Televisi kadang saya matikan. Karena tegang. Apalagi Arema sempat ketinggalan 0-2. Begitu 2-2 saya lega. Lalu tertingga 2-3, saya matikan lagi. Sekitar pukul 01.00 sempat bangun ingin melihat hasil. Ternyata tak berubah. Kaget waktu ada info banyak korban. Waktu itu mencapai 67 korban jiwa. Saya, matikan handphone karena takutnya itu hoax. Saya menunggu sampai pagi ketika sudah ada informasi yang lebih jelas,” terangnya.

5 dari 6 halaman

Teringat

Kondisi pintu 13 Stadion Kanjuruhan, Malang saat Bola.com hadir ke lokasi hari Senin (03/10/2022). (Iwan Setiawan/Bola.com)

Ternyata memang hal itu sebuah kenyataan. Jumlah korban terus bertambah disertai bukti foto. Dwi melihat di foto dan video lokasi evakuasi korban tragedi Kanjuruhan.

Paling banyak ada di lorong pintu utama VVIP. Termasuk di mushola yang ada di ujung lorong.

”Saya juga sering salat di sana. Jadi teringat korban yang juga ditempatkan di sana,” sambungnya.

6 dari 6 halaman

Arema Bakal Mengungsi

Arema FC - Ilustrasi Logo (Bola.com/Adreanus Titus)

Setelah semua investigasi selesai, nantinya Stadion Kanjuruhan bakal sepi. Karena tidak ada pertandingan yang digelar di stadion ini sampai Liga 1 musim ini rampung.

Arema telah dijatuhi sanksi yakni harus bermain di stadion lain yang jaraknya minimal 250 kilometer dari Kanjuruhan.

“Belum tahu nanti seperti apa situasinya. Bisa jadi seperti waktu ada COVID-19. Sepi,” katanya.

Berita Terkait