3 Laga Paling Gila Dalam Sejarah Perebutan Peringkat Ketiga Piala Dunia : Kayak Final Aja Nih

oleh Choki Sihotang diperbarui 25 Okt 2022, 22:11 WIB
Pertarungan Inggris Vs Belgia di Piala Dunia 2018. (AP/Alastair Grant)

Bola.com, Jakarta - Semua ingin menjadi yang terbaik di Piala Dunia. Namun, menuju ke singgasana juara tidaklah mudah. Soalnya, di ajang ini, terhitung dari duel di fase grup, semua pertandingan tak ubahnya final.

Juara memang incaran. Hanya saja, perebutan tempat ketiga juga tak kalah seksi, terlebih bagi tim-tim kuda hitam. Ambil contoh Belgia.

Advertisement

Pada Piala Dunia 2018, Belgia mencatatkan sejarah karena finis di peringkat ketiga usai mengalahkan Inggris. Di edisi sebelumnya, pencapaian terbaik Belgia hanya sampai peringkat keempat. Itu tersuguh di Piala Dunia 1986.

Oke! Sekarang mari kita lahap perebutan tempat ketiga paling dramatis dalam sejarah Piala Dunia.

2 dari 4 halaman

Korea Selatan 2-3 Turki (2002)

Banyak sejarah terukir pada ajang Piala Dunia 2002 yang berlangsung di Jepang dan Korea Selatan. (AFP/Kim Jae-Hwan)

Tak ada yang menyangka, termasuk pendukungnya sendiri, Korea Selatan merangsek hingga semifinal. Setelah dikalahkan Jerman 0-1, akhirnya skuad besutan Guus Hiddink berhadapan dengan kuda hitam lainnya, yakni Turki.

Baik Korsel maupun Turki yang sebelumnya takluk 0-1 dari Brasil, sama-sama mengincar peringkat ketiga. Duel berlangsung ketat. Kedua tim saling jual beli serangan.

Namun, keberuntungan berpihak kepada Turki. Mereka menang tipis 3-2. Gol kemenangan armada Senol Gunes di momen bersejarah dicetak oleh Hakan Sukur dan İlhan Mansız (2).

 

3 dari 4 halaman

Uruguay 2-3 Jerman (2010)

Selebrasi pemain Uruguay, Diego Forlan (kiri) usai menjebol gawang Jerman dalam pertandingan perebutan tempat ketiga di Piala Dunia 2010. Forlan berhasil menyabet Golden Ball atau terpilih sebagai pemain terbaik dengan mencetak lima gol dan satu assist. (AFP/Franck Fife)

Uruguay memang sudah dua kali juara dunia, 1930 dan 1950. Tapi, sejak itu, mereka tak ubahnya macan ompong. Itulah kenapa, di edisi 2010, La Celeste tak masuk hitungan. Soalnya, empat tahun sebelumnya, Uruguay tak lolos ke Piala Dunia 2006.

Mengusung misi maha berat, Oscar Tabarez dan pasukannya bertekad menepis keraguan fans dan ternyata berhasil. Diego Forlán dkk menyentuh semifinal. Sayang, mereka kalah 2-3 dari Belanda.

Dalam perebutan tempat ketiga, Uruguay menantang raksasa terluka Jerman. Namun, Jerman yang pada laga sebelumnya ditekuk Spanyol masih terlalu tangguh bagi anak-anak asuh Tabarez. Uruguay menyerah 2-3.

Meski begitu, Uruguay tetap panen sanjungan. Mereka berhasil mengulang sukses pencapain di Piala Dunia 1970, dimana ketika itu mereka juga finis sebagai peringkat keempat.

 

4 dari 4 halaman

Belgia 2-4 Prancis (1986)

Awas, Belgia mengancam! Di edisi ini, semua orang bergunjing tentang Belgia. Bagaimana mungkin, tim yang sama sekali tak diunggulkan itu bisa tampil kesetanan?

Belgia sejatinya bukanlah hantu yang perlu ditakutkan. Mereka tak punya gebrakan di edisi sebelumnya. Pencapaian terbaik cuma sampai babak 16 besar dua kali, 1934 dan 1938.

Belgia sempat absen di Piala Dunia 1950, 1958, 1962, 1966, 1974, serta 1978. Tapi, di Piala Dunia 1986, Sang Setan Merah Eropa punya nafas panjang hingga ke semifinal.

Sial, mereka kalah 0-2 dari Argentina yang dimotori Diego Maradona. Pada laga terakhir, dalam perebutan tempat ketiga, Belgia menyerah 2-4 dari Prancis. Toh begitu, Jan Ceulemans dkk tetap disambut dan dielu-elukan sebagai pahlawan.

 

Berita Terkait