Flashback Dulu, Intip 5 Kejutan Besar Piala Dunia 2014: Tidak Kalah Dramatis dibanding Edisi 2022 di Qatar

oleh Choki Sihotang diperbarui 14 Des 2022, 15:30 WIB
Trofi Piala Dunia merupakan trofi termahal sejauh ini. Tercatat jika trofi ini memiliki harga 20 juta dolar AS atau setara Rp289 miliar karena terbuat dari emas 18 karat. Tak heran jika trofi ini diperebutkan oleh negara di seluruh dunia dalam empat tahun sekali. (Foto: FIFA/AFP/Kurt Schorre)

Bola.com, Jakarta - Piala Dunia 2022 banjir kejutan? Ya! Ragam drama, suka pun duka, tersuguh di Qatar. Brasil, tim penuh bintang yang digembar-gemborkan bakal menjadi yang terbaik, tersingkir secara tragis di perempat final.

Selecao digebuk Kroasia 2-4 via adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu.

Advertisement

Sebaliknya, Maroko, tim yang dipandang sebelah mata, justru melaju ke semifinal. Armada Walid Regragui mendepak Portugal yang diperkuat Cristiano Ronaldo 1-0 lewat gol semata wayang Youssef En-Nesyri.

Ini sejarah! Soalnya, The Atlas Lions menjadi wakil Afrika pertama yang mampu merengkuh semifinal. Di fase ini, En-Nesyri cs menantang juara bertahan Prancis, Kamis (15/12/2022) dini hari WIB.

Jika bisa menggebuk Prancis, maka Maroko bersua Argentina di final. Sebelumnya, Argentina sukses menghancurkan Kroasia tiga gol tanpa balas.

Ragam kejutan juga pernah tersaji di Piala Dunia 2014. Di edisi ini, drama, kontroversi, kecemerlangan, dan patah hati bercampur jadi satu.

Baiklah. Sekarang kita flashback dulu yuk, melihat kembali apa yang terjadi delapan tahun silam di Brasil.

 

2 dari 7 halaman

1. Spanyol Tersingkir

Spanyol mengikuti Piala Dunia 2014 dengan Status sebagai Juara Piala Dunia 2010 namun Performa pada 2014 tidak meyakinkan, Spanyol hanya berada pada peringkat tiga grup, sekali menang dan dua kali kalah. (AFP/Jose Jordan)

Tragis! Datang ke Brasil sebagai juara bertahan, Spanyol luluh-lantak di Piala Dunia 2014.

Berada di Grup B bareng Belanda, Chile, dan Australia, La Furia Roja tersungkur di posisi ketiga. Walhasil, kampiun Piala Dunia 2012 itu pun harus angkat kaki lebih awal.

Apa yang ditoreh armada Vicente del Bosque ini merupakan sejarah kelam Spanyol di turnamen terakbar empat tahunan.

 

3 dari 7 halaman

2. Herrera Paling Ekspresif

Miguel Herrera (AFP)

Bisa dibilang, dari semua pelatih di Piala Dunia 2014, Miguel Herrera bisa jadi yang paling ekspresif. Setiap kali Meksiko tampil, sang pelatih tak pernah diam. Mimik dan gesturnya selalui mengikuti apa yang sedang terjadi di lapangan.

Yang paling fenomenal adalah ketika Meksiko bentrok kontra Kroasia di laga terakhir Grup A. Juru taktik yang kini berusia 51 tahun itu nyaris tak pernah duduk selama duel.

Tampil cemerlang, Meksiko menang 3-1 yang mengantarkan mereka ke babak 16 besar. Gol demi gol direspons Herrera dengan emosional. Sampai pakai guling-gulingan di rumput segala. Stelan jas tak membuat Herrera mati gaya.

 

4 dari 7 halaman

3. Drakula Suarez

Giorgio Chiellini (kiri) mengklaim bahwa ia digigit oleh Luis Suarez (kanan) dalam pertandingan babak penyisihan antara Italia dan Uruguay Piala Dunia FIFA 2014 grup D di Estadio Arena das Dunas di Natal, Brasil, 24 Juni 2014. EPA / Emilio Lavandeira JR

Laga yang kacau. Luis Suarez, striker andalan Uruguay, dituding menggigit bek Italia, Giorgio Chiellini, saat Uruguay bentrok kontra Italia di laga terakhir Grup D Piala Dunia 2014.

Meski akhirnya memenangi duel dengan skor tipis 1-0, aksi 'drakula' Suarez berbuntut panjang. Mantan tombak Liverpool dan Barcelona yang masih tampil di Piala Dunia 2022 itu diganjar hukuman larangan bertanding selama empat bulan.

 

5 dari 7 halaman

4. Nestapa Asia

Berharap membuat kejutan, wakil-wakil Asia justru nelangsa di Piala Dunia 2014. Jepang, Australia, Korea Selatan, dan Iran terpuruk di grupnya masing-masing. Tak ada lagi mukjizat.

Korsel terkubur di dasar klasemen Grup H, Iran terkapar di dasar klasemen Grup F, Jepang terkulai lemas di dasar klasemen Grup C, dan Australia terbenam di dasar klasemen Grup B.

 

6 dari 7 halaman

5. Kejutan Paman Sam

Ditukangi legenda Jerman, Jürgen Klinsmann, Amerika Serikat mampu bertahan sampai babak 16 besar sebelum dihentikan Belgia.

Tim Howard dan kawan-kawan berhasil lolos ke fase gugur setelah finis di posisi kedua Grup D.

Mereka mengalahkan Ghana 2-1, memaksa Portugal bermain imbang 2-2, dan selanjutnya takluk 0-1 dari Jerman yang kemudian tampil sebagai jawara Piala Dunia 2014.

Sumber: Bleacherreport

7 dari 7 halaman

Berita Terkait