Ragam Rapor Pemain Belanda di Liverpool: Virgil van Dijk Masuk Geng Hebat, Cody Gakpo Bagaimana Ya?

oleh Choki Sihotang diperbarui 30 Des 2022, 16:00 WIB
Cody Gakpo, sayap kiri Belanda yang tampil memukau pada Piala Dunia 2022 lalu akhirnya resmi menjadi milik Liverpool setelah meninggalkan PSV Eindhoven pada Kamis (29/12/2022). Seusai dinyatakan lulus dalam tes medis, pemain yang total mencetak 3 gol di Qatar ini akhirnya memilih jersey bernomor punggung 18 dalam skuad Liverpool. Nomor ikonik tersebut tentu saja mengingatkan akan sosok pendahulunya, Dirk Kuyt sebagai sesama pemain asal Belanda yang sukses bersama The Reds. Termasuk Dirk Kuyt, berikut 5 pemain terakhir Liverpool bernomor punggung 18 sebelum Cody Gakpo. (Liverpool FC)

Bola.com, Liverpool - Cody Gakpo menambah panjang daftar pemain asal Belanda yang memperkuat Liverpool. Kehadiran winger berusia 23 tahun itu diharapkan bisa menambah daya dobrak Liverpool yang belakangan melempem.

Hingga pekan ke-15, The Reds masih tercecer di posisi keenam klasemen sementara Premier League 2022/2023 dengan tabungan 25 poin.

Advertisement

Butuh banyak kemenangan untuk menembus empar besar atau menjaga kans perburuan gelar musim ini.

Untuk itulah, uang sebesar 37 juta pounds atau setara Rp697 miliar yang sudah dikeluarkan demi memboyong Gakpo dari PSV jangan sampai sia-sia.

"Kita lihat saja. Saya pikir pemain berkualitas selalu diterima di Liverpool," kata Virgil van Dijk, ketika ditanya terkait kehadiran Gakpo, seperti dilansir Mirror.

Ya, kita lihat saja. Fans tentunya berharap Gakpo mampu memberikan kontribusi lebih bagi skuad besutan Jurgen Klopp. Kita tunggu.

Selain Gakpo dan Van Dijk, sejumlah pemain ber-KTP Belanda juga pernah menghiasi skuad Liverpool.

Mereka meninggalkan ragam kategori: hebat, baik, biasa saja, dan jelek. Dilansir Thisisanfield, inilah mereka. 

 

2 dari 5 halaman

Kategori: Hebat

Virgil van Dijk menjadi batu sandungan terbesarnya. Pria berkebangsaan Belanda tersebut sukses membuat Haaland mati kutu di lini pertahanan Liverpool. (AP/Jon Super)

Dirk Kuyt (2006-2012)

Ada yang protes? Sepertinya tidak ya. Semua mengamini, Kuyt hebat di masanya. Dari sekian banyak legenda, Kuyt masuk daftar yang asyik untuk dikenang.

Selama jadi pemain, si pendiam ini mampu memaksimalkan semua kemampuannya. Dia bertarung dengan segenap hati, jiwa, juga raga.

Dia memcetak gol di pertandingan-pertandingan besar seperti Premier League dan Liga Champions.

Siapa yang bisa melupakan dua penalti di Goodison Park pada 2007? Atau hat-trick melawan Manchester United?

Virgil van Dijk (2018-sekarang)

Sejak diboyong dari Southampton empat tahun silam, Van Dijk sudah tsunami gelar bareng The Reds. Salah satu yang paling keren, apalagi kalau bukan trofi Liga Champions 2018/2019.

Hingga kini, perannya di lini belakang nyaris tak tergantikan. Si jangkung ini merupakan salah satu pilar kesayangan Jurgen Klopp.

 

 

 

3 dari 5 halaman

Kategori: Baik

Gelandang Liverpool, Georginio Wijnaldum, melakukan selebrasi usai membobol gawang Sheffield United pada laga Premier League di Stadion Bramall Lane, Sabtu (28/9). Liverpool menang 1-0 atas Sheffield United. (AP/Rui Vieira)

Georginio Wijnaldum (2016-2021)

Ketika dia pamit guna melanjutkan karier ke Paris Saint-German, tak sedikit fans yang lemas. Biar bagaimana pun, meski tak secemerlang Dirk Kuyt, Wijnaldum sosok pemain jempolan.

Gelandang yang kini dipinjamkan ke AS Roma itu merupakan rekrutan yang tak mengecewakan.

Dia tak hanya cerdas, tapi juga mampu bekerja sama dengan pemain lain. Sebagai pemain tengah, Wijnaldum sukses memadukan pemain bertahan dan lini depan.

Selama di Anfield, dia memang kurang menonjol. Namun dia sosok yang menyenangkan sehingga jadi idola.

Bolo Zenden (2005-2007)

Meski hanya dua tahun, Zenden menikmati dua musim yang sangat solid di Merseyside.

Ketika dibungkus dari Middlesbrough, tak sedikit yang ragu apakah Zenden bisa maksimal di lini tengah sebagai seorang playmaker.

Keraguan dijawab Zenden via penampilan keren. Dengan pengalamannya membela sejumlah klub, kelahiran 15 Auustus 1976 itu ikut memenangi FA Community Shield 2006, UEFA Super Cup 2005, serta runner up Liga Champions 2006/2007.

 

 

4 dari 5 halaman

Kategori: Biasa-biasa Saja

Ryan Babel. Sayap kiri Belanda berusia 35 tahun yang awal musim 2022/2023 baru saja bergabung dengan Eyupspor di Liga Turki ini tercatat pernah berseragam Ajax Amsterdam dan Liverpool. Ia terlebih dahulu membela Ajax selama 4 musim pada 2003/2004 hingga 2006/2007 usai dipromosikan dari tim akademi. Ia langsung memperkuat Liverpool usai meninggakan Ajax pada awal musim 2007/2008 dan bertahan selama 3,5 musim hingga pertengahan musim 2010/2011. Pada 2012/2013 ia kembali membela Ajax selama 1 musim di periode keduanya usai meninggalkan Hoffenheim. (AFP/Andrew Yates)

Sander Westerveld (1999-2001)

Tadinya, Westerveld diharapkan bisa menjadi spiderman di bawah mistar Liverpool. Penampilannya yang memesona kala memperkuat Vitesse membuat Liverpool kesegsem.

Westerveld hampir selalu hadir di tim pemenang treble Liverpool 2000/2001. Dia bermain dalam 61 dari 63 pertandingan.

Namun, ada yang menilai, gawangnya aman dari ancaman lawan karena kala itu Liverpool punya bek-bek tangguh yang gak bisa ditembus.

Gerard Houllier, sang pelatih, lantas kehilangan kepercayaan kepadanya. Terlebih saat Westerveld sama sekali tak berdaya saat Liverpool bertanding melawan Bolton Wanderers pada Agustus 2001.

 

Ryan Babel (2007-2011)

Rafa Benitez pusing. Keinginan sang pelatih untuk mendapatkan Thierry Henry tak kesampaian. Henry lebih memilih ke Barcelona setelah menggila bersama Arsenal (1999-2007).

Apa daya, yang tersedia hanya Ryan Babel. Babel lalu diangkut dari dari Ajax.

Babel memang tak mengecewakan. Dia menikmati beberapa momen apik bersama klub dan jadi momok yang menakutkan bagi lini belakang lawan.

Hanya saja, Babel tampil angin-anginan alias tak konsisten. Setelah karier yang berkelok-kelok, Liverpool memilih melepasnya.

 

 

5 dari 5 halaman

Kategori: Jelek

Erik Meijer (1999-2000)

Jika sekiranya waktu bisa ditarik ke belakang, Liverpool pasti tak akan pernah merekrutnya. Eks Striker Bayer Leverkusen itu sungguh terlalu. Dia masih sangat jauh dari kata memuaskan.

Bayangkan bos, dari 27 laga dia cuma mampu mengemas dua gol. Padahal, untuk mendapatkannya, tak sedikit uang yang sudah dikeluarkan.

Tak pakai lama, Meijer ditendang ke Preston North End sebagai pemain pinjaman sebelum akhirnya dilego ke Hamburger SV.

Jan Kromkamp (2006)

Tanya fans Liverpool, masih ingat nggak dengan pemain yang satu ini. Jawabannya pasti tak ingat.

Bagaimana mau ingat, wong Kromkamp tak meninggalkan prestasi selama berkostum Si Merah.

Bemain di sisi kanan pertahanan, Kromkamp hanya bemain 18 kali. Itu karena dia tak mampu bersaing. Namanya kemudian tenggelam bak ditenggak bumi.

Sumber: Thisisanfield

 

Selama tiga tahun ke depan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group menjadi pemegang hak siar English Premier League (EPL). Kompetisi bergengsi ini akan ditayangkan secara gratis di stasiun televisi SCTV dan bisa dinikmati secara live streaming dengan berlangganan di Vidio. Sobat Bola.com mau tahu detailnya? Klik tautan ini.

 

Berita Terkait