BRI Liga 1: Big Match Kontra Persebaya, Arema FC Lebih Tertarik Main di Surabaya Ketimbang Jakarta

oleh Iwan Setiawan diperbarui 28 Mar 2023, 21:00 WIB
Gambar logo Arema FC di dinding mes Arema FC yang terletak di Lowokwaru, Kota Malang, Minggu (09/10/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Malang - Venue pertandingan laga klasik Jawa Timur antara Persebaya Surabaya melawan Arema FC pada putaran kedua BRI Liga 1 musim ini sudah mulai ada titik terang. PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) membeikan informasi laga tunda itu digelar pada 11 April 2023 di Stadion PTIK, Jakarta Selatan.

Keputusan itu tentu merugikan bagi Persebaya Surabaya. Mereka sebenarnya ingin menggelar pertandingan di Surabaya dan bisa mendapatkan banyak pemasukan dari tiket.

Advertisement

Selain itu, Stadion PTIK merupakan markas Arema FC di putaran kedua. Belum lagi Persebaya harus menanggung biaya operasional pertandingan.

Namun, ternyata Arema FC tidak merasa diuntungkan dengan keputusan PT LIB itu.

"Kami main di PTIK juga rasa away. Musim ini semua semua pertandingan Arema FC itu away. Justru kami lebih senang kalau main di Surabaya, jujur!" tegas pelatih Arema FC, Joko Susilo.

2 dari 4 halaman

Ada Alasan Tersendiri

Tim starter Arema FC berfoto sebelum dimulainya laga BRI Liga 1 2022/2023 menghadapi PSM Makassar di Stadion PTIK, Jakarta, Sabtu (4/2/2023). Arema FC Kalah dengan skor 0-1. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

 

Pertimbangan lebih senang bermain di Surabaya bukan tanpa alasan. Jika bermain di Surabaya, tim Arema FC punya waktu untuk menyempatkan diri pulang ke Malang.

Selain melakukan persiapan, pemain, pelatih, hingga ofosial bisa sejenak melepas rindu bersama keluarga, mengingat jarak Malang dan Surabaya hanya dua jam.

Sementara jika bermain di Stadion PTIK, Jakarta, tentu Arema FC harus melakukan persiapan di Jakarta lantaran jeda antarpertandingan yang cukup mepet.

3 dari 4 halaman

Rindu Atmosfer Big Match

Logo Arema dan Persebaya. (Bola.com/Dody Iryawan)

 

Bisa juga Arema FC tertarik untuk main di Surabaya karena mereka merindukan atmosfer pertandingan besar, di mana stadion terisi penuh oleh penonton.

Itu juga menjadi bagian dari proses pemulihan trauma pemain Arema FC. Terakhir kali Singo Edan bermain di depan puluhan ribu penonton terjadi ketika Tragedi Kanjuruhan terjadi pada 1 Oktobe 2022.

Ketika itu pertandingan juga berlangsung ketika menghadapi Persebaya Surabaya. Kekalahan 2-3 yang ditelan Arema FC menjadi pemicu awal terjadinya tragedi, di mana kemudian gas air mata ditembakkan personel kepolisian dan membuat situasi memburuk dengan adanya ratusan korban jiwa.

4 dari 4 halaman

Persaingan di BRI Liga 1 saat Ini

Berita Terkait