Tidak Lagi Melatih PSS, Seto Nurdiyantoro Terjun ke Dunia Politik dan Maju Jadi Caleg

oleh Ana Dewi diperbarui 12 Mei 2023, 12:45 WIB
Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro. (Bola.com/Ana Dewi)

Bola.com, Sleman - Mantan pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro, tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar sepak bola Tanah Air. Bukan karena akan melatih klub baru, melainkan banting setir menjadi calon legislatif alias caleg.

Indonesia akan menggelar Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif dan Presiden secara serentak pada 2024 mendatang.

Advertisement

Seperti sebelumnya, Pemilu Legislatif tak jarang diramaikan oleh sederet calon dari kalangan artis, atlet, hingga insan sepak bola. Termasuk, Pemilu tahun depan.

Seto Nurdiyantoro bakal bersaing sebagai calon anggota legislatif (caleg) DPR RI. Seto yang musim lalu menjadi nakhoda PSS Sleman di Liga 1 2022/2023 disorongkan Partai Nasdem.

Kabar majunya Seto Nurdiyantoro diungkapkan Ketua Bapilu Nasdem DIY, Aulia Reza Bastian. Menurutnya, Seto sudah menandatangani pakta integeritas di partai besutan Surya Paloh tersebut.

"Dapilnya DIY, tapi yang lebih mengetahui pencalonannya DPP, karena yang mengurus pencalonan DPR RI dari Pusat,” kata Aulia Reza saat jumpa pers di Kantor KPU DIY, Kamis (11/5/2023).

Aulia Reza mengatakan, pencalonan Seto Nurdiyantoro lewat Nasdem DIY bakal semakin meningkatkan semangat juang partainya. Dia juga yakin pelatih berlisensi AFC Pro itu dapat mendulang banyak suara dari pecinta sepak bola DIY.

“Kami punya Seto sekarang, yang jelas punya popularitas di masyarakat DIY. Siapa yang tidak tahu Seto, dari saat jadi pemain sampai pelatih, saya kira semuanya tahu,” ucap Aulia Reza.

Soal pencalonan tersebut, Bola.com sudah mencoba meminta konfirmasi langsung kepada Seto Nurdiyantoro. Tapi, sampai berita ini ditulis, tidak ada jawaban sama sekali.

 

2 dari 4 halaman

Bersaing dengan Ayah Mertua

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro. (dok. PSS)

Untuk duduk di kursi DPR RI lewat Pemilu 2024, Seto Nurdiyantoro akan bersaing dengan sang mertua, yakni Subardi alias Mbah Bardi. Sama seperti Seto, Mbah Bardi juga diusung Partai Nasdem.

Ini menjadi kali kedua Mbah Bardi dalam bursa pencalonan legislatif DPRI RI. Sebelumnya, Mbah Bardi lolos ke Senayan pada Pemilu 2019 dan menjadi anggota DPR RI 2019-2024.

"Nanti di Pemilu 2024 ini mereka akan berkolaborasi,” kata Aulia Reza.

Nama Mbah Bardi sebetulnya tidak asing di persepakbolaan DIY, khususnya penggemar PSS Sleman. Dia tercatat pernah menjadi Ketua Harian PSS periode 2000-2005, Bendahara PSS Sleman 1992-2000, hingga Manajer PSS Sleman 1992-2004.

Tidak hanya itu, Mbah Bardi juga sempat menjadi pengurus PSSI, juga menjadi pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY.

 

3 dari 4 halaman

Prestasi: Membawa PSS Promosi

Ekspresi pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro di tengah lapangan Stadion Maguwoharjo, usai pertandingan melawan PSM Makassar, Jumat (23/8/2019). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Karier Seto Nurdiyantoro di dunia kepelatihan terbilang cukup lumayan. Sebagai sosok kelahiran Yogyakarta, Seto memang banyak menghabiskan kariernya di Kota Gudeg.

Dua tim pernah ditanganinya. Selain PSS Sleman, dia juga sempat menukangi PSIM Yogyakarta di Liga 2. Prestasi terbaiknya, yaitu membawa PSS Sleman menjadi kampiun Liga 2 2018 dan promosi ke Liga 1 2019.

Sayang, di periode keduanya melatih klub berjulukan Super Elang Jawa tersebut, Seto gagal membawa Elang Jawa terbang tinggi. Rentetan hasil buruk sepanjang musim 2022/2023 membuatnya didepak dari kursi kepelatihan pada April lalu.

Selama masih aktif bermain, Seto tercatat memperkuat tiga klub DIY; PSIM Yogyakarta, PSS Sleman, dan Persiba Bantul. Dia juga pernah bermain untuk Pelita Solo pada 1996.

4 dari 4 halaman

Persaingan di Liga 1

Berita Terkait