Kisah Hamka Hamzah: Gaya Hidup Glamor Masa Muda hingga Pamer Selebrasi di Depan Suporter Malaysia

oleh Iwan Setiawan diperbarui 03 Jun 2023, 09:00 WIB
PSM Makassar - Hamka Hamzah (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Banyak kisah yang pernah dibuat pesepak bola senior Indonesia, Hamka Hamzah.

Dikenal sebagai pemain bandel di masa muda, tapi tampak kharismatik pada pengujung kariernya. Di usia 39 tahun, Hamka masih tercatat sebagai pemain di klub Liga 2, Bekasi FC. Namun dia juga menjabat sebagai manajer tim.

Advertisement

Di kanal youtube Sportcast 77, dia menceritakan beberapa kisah masa mudanya. Banyak hal sebenarnya yang disampaikannya. Tapi ada dua hal yang bisa dibilang ikonik. Pertama, ketika dia membela Persija Jakarta di musim 2005-2008.

Bermain di klub ibukota membuatnya punya gaya hidup glamor. Pada usia 22 tahun, dia sudah banyak bergaul dengan selebritis. Bisa dibilang waktu itu Hamka jadi pesepakbola dengan mobil paling mewah, yakni Honda s2000 dengan warna kuning.

Kabarnya, waktu itu harga mobil tersebut ditaksir senilai 750 juta rupiah. Termasuk kendaraan mewah di tahun itu. Bahkan selebritis sekalipun jarang yang memiliki mobil seperti itu.

“Dulu punya honda s2000, sudah kayak sultan kita. Tapi kalau dipikir sekarang, bikin malu. Punya mobil tapi belum punya rumah,” kelakar Hamka Hamzah.

2 dari 4 halaman

Mobil Jadi Prioritas

Salah satu bek senior yang masih bermain di dunia sepak bola Indonesia, Hamka Hamzah. (Dok Bola.com)

Waktu itu Hamka memprioritaskan membeli mobil sport lebih dulu ketimbang membeli rumah. Sebab, dia masih belum berkeluarga. Profesi pesepakbola juga mengharuskannya sering berpindah kota. Namun, tetap saja dia merasa malu ketika mengingat gaya hidupnya di masa muda.

Untungnya, Hamka mengimbanginya dengan prestasi di lapangan. Selain membela Persija, dia jadi andalan lini belakang timnas Indonesia. Performanya juga menonjol.

“Awalnya di Persija saya cadangan. Tapi setelah bek asing cedera dan saya bermain bagus, akhirnya jadi inti,” lanjutnya

3 dari 4 halaman

Selebrasi di Stadion Bukit Jalil

Kisah kedua yang sampai saat ini masih dikenang Hamka terjadi saat Piala AFF 2004. Waktu itu dia masih jadi bek muda Indonesia. Namun sudah dapat kepercayaan jadi starter. Meski berusia 20 tahun, Hamka sudah punya nyali tinggi.

Tepatnya saat semifinal kedua melawan Malaysia di Stadion Bukit Jalil. Waktu itu, Indonesia butuh kemenangan setelah kalah 1-2 di Jakarta. Sebelum pertandingan, dia sudah menebar psywar kepada pemain Malaysia yang kebetulan melintas di dekat hotel tempat Indonesia menginap.

Dia berkata jika Malaysia akan dipermalukan Indonesia di Kuala Lumpur.

“Waktu itu saya bilang kalau andalan Indonesia main full team. Ada Boaz Salossa yang absen di pertandingan pertama bisa main. Jadi kami optimistis bisa menang,” katanya.

Apa yang disampaikan Hamka benar. Indonesia menang telak 4-1 di kandang Malaysia.

4 dari 4 halaman

Bikin Fans Malaysia Panas

Tak cukup sampai di situ, Hamka membuat pendukung Malaysia makin panas. Usai pertandingan, dia melakukan selebrasi dengan membawa bendera merah putih mengelilingi pinggir lapangan.

Jadi, dia juga melintas di depan fans Malaysia. “Saya masih simpan foto menggunakan topi besar bertuliskan anak bangsa. Lalu membawa bendera merah putih lari keliling lapangan. Dikira saya melakukan provokasi, dan memang benar,” imbuhnya lalu tertawa.

Waktu itu, Hamka melihat suporter Indonesia dapat kuota separuh dari kapasitan stadion. Jadi, kedua suporter jumlahnya berimbang. “Mungkin setelah kemenandan dan selebrasi itu, sekarang suporter Indonesia dapat kuota sedikit di beberapa pertandingan selanjutnya,” sambungnya. 

 

Berita Terkait