Era Pep Guardiola di Man City Berakhir, Begini Perbandingan Rekor dan Gelarnya dengan Ferguson hingga Paisley

Perbandingan pencapaian Pep Guardiola dengan Alex Ferguson dan para manajer hebat sepak bola Inggris lainnya.

Bola.com, Jakarta - Era panjang Pep Guardiola di Manchester City segera berakhir. Dalam satu dekade terakhir, Guardiola bukan hanya menghadirkan trofi, tetapi juga mengubah standar permainan di sepak bola Inggris.

Namun, seberapa besar pencapaian pelatih asal Spanyol itu jika disejajarkan dengan para pelatih legendaris lain seperti Alex Ferguson, Bob Paisley, hingga Brian Clough?

Berikut perbandingan rekam jejak Guardiola dengan para manajer terbaik dalam sejarah sepak bola Inggris versi Associated Press.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Dominasi Liga Inggris

Guardiola selalu menempatkan kompetisi liga domestik sebagai prioritas utama. Pendekatan itu membuahkan dominasi luar biasa bersama Man City.

Dari 10 musim menukangi klub tersebut, Guardiola mempersembahkan enam gelar Liga Inggris atau sekitar 60 persen dari total musimnya.

Pencapaian paling mencolok datang ketika Man City menjadi tim pertama dalam sejarah sepak bola Inggris yang mampu menjuarai kasta tertinggi empat musim beruntun pada periode 2021 hingga 2024.

Enam gelar itu juga diraih hanya dalam rentang tujuh tahun. Selama melatih Man City, Guardiola cuma dua kali gagal finis di dua besar klasemen akhir.

Secara persentase keberhasilan meraih gelar liga, hanya Paisley yang masih berada di atas Guardiola. Saat menangani Liverpool pada 1974-1983, Paisley memenangkan enam titel liga dalam sembilan musim atau sekitar 66,67 persen. Ia juga hanya sekali finis di luar dua besar.

Sementara itu, Ferguson mengoleksi 13 gelar liga bersama Manchester United dalam 26 musim penuh antara 1986 hingga 2013.

Kendati jumlah trofinya lebih banyak, situasi awal Ferguson berbeda jauh dibanding Guardiola. Ketika datang ke Old Trafford, MU berada dekat papan bawah dan sudah 19 tahun puasa gelar liga.

Sejak meraih gelar liga pertamanya pada 1993 hingga pensiun pada 2013, persentase keberhasilan Ferguson memenangkan liga mencapai 61,9 persen. Angka itu sedikit lebih tinggi dari Guardiola, tetapi masih di bawah Paisley.

Liga Champions Masih Jadi Catatan

Dengan dukungan finansial besar dari pemilik asal Abu Dhabi, pencapaian Man City di Liga Champions selama era Guardiola kerap dianggap belum sepenuhnya memuaskan. Guardiola mengakui hal tersebut.

Dalam 10 tahun, Man City hanya sekali menjuarai Liga Champions, tepatnya pada 2023. Selain itu, mereka sekali menjadi finalis saat kalah dari Chelsea pada 2021 dan satu kali mencapai semifinal pada 2022.

Catatan tersebut dianggap belum sepadan untuk tim yang selama bertahun-tahun disebut sebagai satu di antara yang terbaik di Eropa. Meski begitu, Guardiola tetap bisa menunjuk dua trofi Liga Champions lain yang ia raih bersama Barcelona.

Ferguson memenangkan Liga Champions dua kali bersama MU. Namun, pencapaian itu juga kerap dinilai kurang maksimal jika melihat dominasi domestik Setan Merah pada masanya.

Di antara pelatih asal Britania Raya, Clough dan Paisley tetap menjadi tolok ukur. Clough membawa Nottingham Forest menjuarai Piala Champions Eropa dua musim berturut-turut pada 1979 dan 1980, sebuah pencapaian langka untuk klub yang bukan raksasa tradisional.

Paisley bahkan memenangkan kompetisi tersebut tiga kali bersama Liverpool dalam kurun lima tahun, yakni pada 1977, 1978, dan 1981.

Jumlah Trofi Guardiola Hanya Kalah dari Ferguson

Guardiola mengoleksi 17 trofi mayor selama menangani Man City. Jumlah itu menempatkannya di posisi kedua daftar pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola Inggris.

Ferguson masih memimpin dengan 28 trofi mayor. Namun, ia bekerja 16 tahun lebih lama dibanding Guardiola.

Di bawah Guardiola terdapat Paisley dengan 14 trofi mayor. Setelah itu ada mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger, yang mengoleksi 10 trofi, termasuk rekor tujuh Piala FA.

Clough mengumpulkan sembilan trofi bersama Derby County dan Nottingham Forest, sedangkan Matt Busby meraih delapan trofi bersama MU.

Standar Baru soal Perolehan Poin

Di bawah Guardiola, Man City mencatat dua dari tiga total poin tertinggi sepanjang sejarah kasta tertinggi sepak bola Inggris.

Man City meraih 100 poin pada musim 2017/2018 dan 98 poin pada 2018/2019. Dalam periode tujuh musim dari 2018 hingga 2024, mereka empat kali menembus angka 90 poin lebih di liga.

Persaingan ketat dengan Liverpool asuhan Jurgen Klopp ikut mendorong lahirnya standar baru tersebut.

Liverpool mencatat 99 poin saat memutus dominasi Man City pada musim 2019/2020. Mereka juga mengoleksi 97 poin pada 2018/2019, musim ketika persaingan juara berlangsung hingga laga terakhir.

Pada era ketika kemenangan masih bernilai dua poin sebelum 1981, Liverpool sempat mencatat 68 poin pada musim 1978/1979. Jika memakai sistem tiga poin seperti sekarang, jumlah itu setara 98 poin. Namun, saat itu liga berlangsung dalam 42 pertandingan, bukan 38 laga seperti era modern.

Catatan lain yang juga dianggap luar biasa adalah raihan 95 poin milik Chelsea pada musim 2004/2005, musim pertama Jose Mourinho menangani klub tersebut. Saat itu, jumlah tersebut menjadi rekor baru.

Deretan Rekor Bersejarah

Guardiola dikenal tak ragu menyoroti berbagai rekor yang ia pecahkan bersama Man City, dan memang jumlahnya sangat banyak.

Man City menjadi satu-satunya tim dalam hampir 140 tahun sejarah sepak bola Inggris yang mampu menjuarai liga kasta tertinggi empat kali beruntun.

Mereka juga menjadi tim pertama yang mencapai 100 poin dalam satu musim liga pada 2017/2018. Pada musim yang sama, Man City mencetak 106 gol, rekor gol terbanyak dalam satu musim Liga Inggris.

Semusim kemudian, Man City kembali mencatat sejarah dengan menjadi klub pertama yang menyapu bersih tiga trofi domestik, yakni Liga Inggris, Piala FA, dan Piala Liga dalam satu musim.

Guardiola juga menyamai pencapaian Ferguson ketika meraih treble Liga Inggris, Piala FA, dan Liga Champions. Ferguson melakukannya bersama MU pada 1999, sedangkan Guardiola membawa Man City mencapai prestasi serupa pada 2023.

Selain itu, Guardiola menyamai rekor Ferguson dalam memastikan gelar Liga Inggris ketika kompetisi masih menyisakan lima pertandingan. MU melakukannya pada 2001, sedangkan Man City mencapainya pada 2018.

Rekor itu kemudian dipatahkan Liverpool pada 2020 dengan tujuh laga tersisa.

Meski begitu, ada satu pencapaian besar yang tidak pernah diraih Guardiola, yakni membawa tim menjalani semusim liga tanpa kekalahan seperti yang dilakukan Wenger bersama Arsenal pada 2004.

 

Sumber: AP News

Video Populer

Foto Populer