8 Bintang Sepak Bola yang Loyal, Pernah Tolak Mentah-mentah Tawaran Pindah yang Sangat Menggoda

oleh Suharno diperbarui 14 Jul 2023, 15:15 WIB
5. Steven Gerrard (Liverpool) – Pria asal Inggris ini merupakan gelandang yang mempunyai tendangan keras dan terukur. Meski gagal meraih gelar Liga Inggris tapi dia berhasil mempersembahkan gelar Liga Champions untuk Liverpool. (AFP/Paul ELlis)

Bola.com, Jakarta - Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, Marcelo Brozovic, hingga Lionel Messi memutuskan bertualang ke luar Eropa. Bukan karena tidak laku lagi di Benua Biru, tetapi ada alasan lain bagi para bintang sepak bola ini hijrah ke luar Eropa.

Alasan yang utama tentu saja karena faktor uang. Faktor uang yang besar membuat mereka rela meninggalkan klub yang telah membesarkan namanya.

Advertisement

Uang memang menjadi faktor yang banyak berbicara di era modern ini. Namun, tidak sedikit juga pesepak bola yang menolak tawaran menggiurkan dari klub lainnya baik di Eropa maupun di luar Benua Biru, karena memilih loyal di klubnya saat itu.

"Loyalitas itu sulit dalam sepak bola," kata mantan bek Manchester City Vincent Kompany pada 2017. "Semua orang menginginkannya, tetapi kenyataannya, para pemain berpikir, 'Jika saya dapat menemukan klub yang memberi lebih banyak kesempatan bermain, saya keluar'," lanjutnya.

Berikut delapan bintang sepak bola yang loyal dan menolak tawaran menggiurkan dari klub lain. 

 

2 dari 9 halaman

1. Alan Shearer (Newcastle United)

4. Alan Shearer (Newcastle United) - Shearer merupakan pemain dengan torehan gol terbanyak dalam sejarah Premier League dengan 260 gol. Striker legendaris itu sukses menyabet 3 kali gelar top skor Liga Inggris. (AP/Scott Heppell, File)

Setelah bergabung dengan Manchester United, Romelu Lukaku membuat pernyataan dalam sesi wawancara. "Siapa yang akan menolak tim terbesar di dunia?"

Namun, striker veteran Alan Shearer dengan cepat menanggapi melalui cuitan di Twitter. "Saya melakukannya. Saya menolak... Barcelona.”

Dua dekade sebelumnya, Shearer telah merebut gelar Premier League dan dua sepatu emas berturut-turut bersama Blackburn Rovers yang membuat Manchester United dan Barcelona menginginkannya. Shearer justru memilih tetap bertahan di klub kampung halamannya, Newcastle United.

 

3 dari 9 halaman

2. Alessandro Del Piero (Juventus)

Alessandro Del Piero - Legenda Juventus ini juga merupakan salah satu pesepak bola penggemar Captain Tsubasa. Bahkan, Del Piero pernah mendapat kenang-kenangan dari pengarang Tsubasa, Yoichi Takahashi, berupa gambar dirinya berseragam Juventus di samping karakter Tsubasa Ozora. (AFP/Giuseppe Cacace)

Pada 2006, hanya beberapa bulan setelah menjuarai Piala Dunia untuk negaranya dan Scudetto bersama Juventus, Alesandro Del Piero mendapati timnya terdegradasi ke Serie B karena skandal pengaturan skor alias calciopoli.

Bintang-bintang Juventus seperti Zlatan Ibrahimovic, Patrick Vieira, dan Fabio Cannavaro pergi ke klub lain.

Namun, ikon Juventus bernomor punggung 10, Del Piero, mengambil jalan berbeda. Dia tetap menemani Juventus berlaga di Serie B.

Del Piero membawa Bianconeri kembali ke Serie A meski gagal menambah gelar bagi klub sampai gantung sepatu.

 

4 dari 9 halaman

3. Francesco Totti (AS Roma)

2. Francesco Totti (75 gol penalti) - Legenda AS Roma, Francesco Totti, merupakan salah satu penyerang terbaik yang pernah dimiliki AS Roma. Totti memiliki catatan 75 gol yang diciptakan lewat titik penalti. (AFP/Filippo Monteforte)

Satu lagi pemain asal Italia yang loyal kepada klubnya yakni kapten AS Roma, Francesco Totti. Pangeran AS Roma ini mengabdikan dirinya selama 25 tahun karier sepak bolanya di Stadion Olimpico dan turun andil meraih Scudetto bagi klub pada musim 2000/2001.

Real Madrid selalu tertarik untuk mendapatkan sang pemain tetapi langsung ditolak oleh Totti.

"Mereka mengajari kami di sekolah bahwa keluarga adalah hal yang paling penting. Pernahkah Anda mendengar seseorang meninggalkan orang tuanya yang miskin untuk tinggal bersama orang asing yang kaya?" ujar Totti saat menolak tawaran Madrid.

 

5 dari 9 halaman

4. Steven Gerrard (Liverpool)

Selebrasi gelandang Liverpool, Steven Gerrard setelah mencetak gol ke gawang Manchester United pada laga Premier League 2013/2014 di Old Trafford Stadium, Manchester (16/3/2014). Steven Gerrard total mencetak 8 gol dan 3 assist selama tampil dalam 30 laga Liverpool kontra Manchester United sepanjang sejarah Premier League Liga Inggris. Dua gol terakhirnya ke gawang MU dicetak pada laga pekan ke-30 Premier League 2013/2014 saat Liverpool menang 3-0. (AFP/Paul Ellis)

Kabar Gerrard akan meninggalkan Liverpool setelah kemenangan bersejarah Liga Champions atas AC Milan di Stadion Ataturk tiba-tiba mencuat. 

Kenyataannya kapten Liverpool itu memang mengajukan permintaan untuk dijual pada musim panas 2005, setelah mendapat godaan dari Chelsea yang dibesut Jose Mourinho.

Gerrard mengatakan mengajukan permintaan itu dengan harapan Liverpool akan menunjukkan keinginan untuk mempertahankannya. Pada akhirnya, Gerrard memilih untuk tetap mengabdi pada The Reds hingga gantung sepatu.

 

6 dari 9 halaman

5. Diego Godin (Atletico Madrid)

Diego Godin merupakan pemain andalan sekaligus kepercayaan bagi Simeone. Bek Uruguay itu tercatat telah tampil sebanyak 359 di bawah asuhan pria Argentina. Mereka telah memenangkan gelar La Liga, 2 trofi Liga Europa, 1 Copa del Rey, 1 Piala Super Spanyol, dan 2 Piala Super EUFA. (AFP/Gabriel Bouys)

Manuel Pellegrini berharap bisa bersatu kembali dengan mantan pemainnya di Villarreal yakni Diego Godin, saat membesut Manchester City pada 2015. Namun, Pellegrini gigit jari karena tidak bisa mendaratkan pemain yang akhirnya mengantar Atletico Madrid menjadi finalis Liga Champions dan juara La Liga tersebut.

"Memang benar bahwa dua tahun lalu, City menginginkan saya ketika Pellegrini ada di sana. Saya bangga dia menginginkan saya. Tetapi saya merasa seperti penggemar klub ini. Saya sangat senang di sini," ujar Godin.

 

7 dari 9 halaman

6. Pavel Nedved (Juventus)

3. Pavel Nedved - Datang dengan bandrol 41 juta euro untuk menggantikan peran Zinedine Zidane, dirinya mampu membuktikan kehebatannya. Kesetiaannya pada Juventus juga teruji saat memutuskan bertahan ketika harus mengalami degradasi ke Serie B. (AFP/Filippo Monteforte)

Tidak hanya Del Piero yang tetap bertahan di Juventus meski terdegradasi ke Serie B karena ada juga Pavel Nedved. Gelandang asal Republik Ceska ini sebenarnya mendapat tawaran dari Inter Milan saat dibesut Jose Mourinho yang menjanjikannya juara Liga Champions.

Nedved tahu betapa bagusnya Mourinho, dan apa yang bisa dia capai saat bermain di bawah pelatih asal Portugal itu. "Dulu hingga kini, saya seorang Juventino, jadi saya berkata tidak," jelasnya.

 

8 dari 9 halaman

7. Jamie Vardy (Leicester City)

Pemain Leicester City Jamie Vardy melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Leeds United pada pertandingan sepak bola Liga Inggris di Elland Road, Leeds, Inggris, Selasa (25/4/2023). (Mike Egerton/PA via AP)

Arsenal memicu klausul pelepasan kontrak Vardy senilai 20 juta pounds pada 2016, setelah mengantongi 24 gol dan membawa Leicester City meraih gelar juara Premier League.

Verdy tampaknya serius ke London karena sudah melihat sejumlah sekolah di kota itu untuk anak-anaknya.

"Itu lebih merupakan kasus melihat Leicester sebagai klub yang ingin membangun apa yang kami raih dengan gelar dan saya ingin menjadi bagian dari itu," jelasnya.

Claudio Ranieri mengiriminya pesan yang mengatakan 'mimpi berlanjut' setelah Vardy setuju untuk tetap tinggal di The Foxes.

 

9 dari 9 halaman

8. Marek Hamsik (Napoli)

Marek Hamsik. Gelandang Slovakia yang kini menjalani musim pertama bersama Trabzonspor total telah tampil dalam 409 laga di Serie A Liga Italia dengan torehan 100 gol dan 82 assist. Dua klub yang pernah dibelanya di Serie A adalah Brescia dan Napoli sejak 2004 hingga 2019. (AFP/Carlo Hermann)

Lima tahun lalu, agen Mino Raiola mengatakan bahwa seorang olahragawan hebat perlu menemukan motivasi baru, apalagi jika sang atlet bukan Lionel Messi, Zlatan Ibrahimovic atau Marek Hamsik.

Hamsik yang merupakan bintang Napoli menjadi target lama Bayern Munchen, Juventus, dan beberapa tim terbaik Premier League.

Namun menurut sang pemain, menang bersama Partonopei lebih baik daripada melakukannya di tempat lain. "Saya perlu memiliki lebih dari sekadar gaji dan trofi; Saya perlu merasakan sesuatu dalam jiwa saya," kata playmaker yang jadi idola di San Paolo.

Sumber: Four Four Two

Berita Terkait