3 PR Bima Sakti setelah Timnas Indonesia U-17 Kalah dalam 2 Laga Uji Coba di Bali: Perbaiki Mentalitas Pemain

oleh Hery Kurniawan diperbarui 08 Agu 2023, 06:45 WIB
Piala Dunia U-17 - Ilustrasi Bima Sakti nuansa Piala Dunia U-17 2023 (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia U-17 terus bersiap sebelum berlaga di Piala Dunia U-17 2023 yang akan mulai berlangsung November mendatang.

Selain melakukan pemusatan latihan, skuad asuhan Bima Sakti juga melakukan serangkaian uji coba.

Advertisement

Pada 2 dan 5 Agustus lalu, Timnas Indonesia U-17 menjalani dua laga uji coba di Bali. Barcelona Juvenil A dan tim muda Kashima Antlers dihadapi oleh Arkhan Kaka dan kolega.

Sayangnya, pada dua laga yang berlangsung di Pulau Bali itu, Timnas Indonesia U-17 selalu menelan kekalahan. Garuda Asia keok 0-3 dari Barcelona Juvenil A.

Perlawanan yang cukup ketat sempat dihadirkan Timnas Indonesia saat menghadapi Kashima. Namun, laga itu berakhir 2-3 untuk klub yang berasal dari Jepang.

Bola.com merasa, Bima Sakti masih memiliki paling tidak tiga pekerjaan rumah besar sebelum memimpin skuad Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 2023. Apa saja pekerjaan rumah itu?

2 dari 4 halaman

Kuatkan Mentalitas

Konsultan pelatih Timnas Indonesia U-17 Frank Wormuth saat berdiskusi dengan staf pelatih Timnas U-17 usai menghadapi Barcelona Juvenil A di Stadion Ngurah Rai, Bali. (Bola.com/Alit Binawan)

Satu hal yang menjadi perhatian pada dua laga uji coba yang dijalani Timnas Indonesia U-17 di Bali adalah aspek mentalitas para pemain.

Terkadang skuad Garuda Asia kerap merasa inferior. Hal itu sangat terlihat, terutama saat mereka menghadapi Barcelona Juvenil A.

Kekuatan mental sangat penting bagi Timnas Indonesia U-17. Sebab, mereka akan menghadapi lawan-lawan yang tangguh di Piala Dunia U-17 2023.

3 dari 4 halaman

Segera Datangkan Pemain Diaspora yang Dibutuhkan

Pemain Timnas Indonesia U-17, Aaron Liam Suitela, mengikuti sesi latihan di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Sabtu (15/7/2023). Latihan tersebut digelar guna persiapan menghadapi Piala Dunia U-17 yang akan digelar 10 November hingga 2 Desember 2023 di Indonesia. (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Saat ini ada dua pemain diaspora yang masih ada di skuad Timnas Indonesia U-17. Dua pemain yang dimaksud adalah Aaron Suitela dan Welber Jardim.

Keduanya memiliki posisi permain yang berbeda. Suitela adalah soerang striker, sementara Jardim bermain lebih melebar.

PSSI dann Bima Sakti harus segera memanggil para pemain diaspora lain yang dibutuhkan Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 2023. Tentu mereka harus memiliki kemampuan di atas rata-rata pemain asli Indonesia.

4 dari 4 halaman

Maksimalkan Pemusatan Latihan di Jerman

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Bima Sakti, memimpin sesi latihan di Lapangan A Senayan, Jakarta, Kamis (20/7/2023). Memasuki pekan kedua pemusatan latihan di Jakarta, Bima Sakti telah melakukan bongkar pasang skuad demi mendapatkan tim ideal yang mampu bersaing di Piala Dunia. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Sesudah mendapatkan pelajaran berharga dari dua uji coba internasional di Bali, Timnas Indonesia U-17 sudah terbang ke Solo pada Senin (7/8/2023).

Ada satu laga uji coba yang akan dihadapi Iqgal Gwijangge dan kolega selama di Solo. Setelah itu mereka baru terbang ke Jerman untuk melanjutkan pemusatan latihan.

Selama di Jerman, Bima Sakti harus memanfaatkan pemusatan latihan dengan baik. Di sana, mereka akan menghadapi banyak tim yang lebih kuat, yang juga akan berlaga di Piala Dunia U-17 2023.

 

Berita Terkait