BRI Liga 1: Peran Caretaker Rampung, Uston Nawawi Bicara Tugasnya di Persebaya

oleh Aditya Wany diperbarui 05 Sep 2023, 21:17 WIB
Pelatih careteker Persebaya Surabaya Uston Nawawi (Foto: Persebaya.id)

Bola.com, Surabaya - Masa jabatan Uston Nawawi sebagai pelatih interim Persebaya Surabaya seharusnya telah rampung. Penyebabnya, Tim Bajul Ijo berpisah dengan Aji Santoso pada 6 Agustus 2023.

Sesuai regulasi, manajemen Persebaya harus mendaftarkan nakhoda anyar setelah 30 hari melepas pelatih kepala lama. Artinya, mereka harus memiliki pelatih anyar sebelum 6 September 2023. Jika tidak, Persebaya Surabaya terancam denda Rp100 juta.

Advertisement

Tugas Uston Nawawi seharusnya juga berakhir setelah membawa Persebaya menang 2-1 atas Borneo FC pada laga pekan ke-11 BRI Liga 1 2023/2024, Minggu (3/9/2023).

Uston Nawawi angkat bicara soal tugasnya di Tim Bajul Ijo. Ada kemungkinan, dia akan kembali berperan sebagai asisten pelatih karena klubnya harus mendatangkan pelatih kepala baru.

"Kami Alhamdulillah di lima pertandingan ini mendapatkan 13 poin. Kita lihat nanti, yang penting tugas saya sudah dilaksanakan dengan baik. Tugas saya masih sama di Persebaya Surabaya," ucapnya.

 

2 dari 6 halaman

Berniat Permanenkan Uston Nawawi

Pelatih sementara Persebaya Surabaya, Uston Nawawi. (Bola.com/Aditya Wany)

Namun, manajer Persebaya, Yahya Alkatiri, menyebut pihaknya masih menunggu kebijakan dari PSSI untuk memberi kesempatan kepada klubnya. Persebaya ingin mempermanenkan Uston sebagai pelatih kepala.

"Tunggu pengumuman resmi, itu yang paling penting. Kami masih menunggu jawaban PSSI. Yang jelas kami ingin PSSI semua berubah dan berbenah, sehingga tidak merugikan siapapun," kata Yahya kepada awak media.

Sebelumnya, Yahya juga pernah mengatakan Persebaya Surabaya telah mengirim surat kepada PT LIB selaku operator kompetisi. Baik PSSI atau PT LIB, seperti disebutnya, masih belum memberi jawaban.

"Dari surat yang kami layangkan, tentang meminta coach Uston tetap bisa menjadi pelatih kepala di Persebaya. Kami masih mau menunggu surat dari PSSI," ujar Yahya.

 

3 dari 6 halaman

Terbentur Regulasi

Direktur Teknik Persebaya Surabaya, Uston Nawawi. (Bola.com/Aditya Wany)

Keinginan manajemen Persebaya itu juga terbentur regulasi. Pelatih kepala klub Liga 1 wajib mengantongi lisensi AFC Pro, sedangkan Uston saat ini masih memiliki lisensi AFC A.

Pelatih berusia 45 tahun itu belum menjalani dua modul terakhir kursus AFC Pro. Kursus tersebut baru akan selesai pada Oktober 2023.

Ada kemungkinan Persebaya gagal mendaftarkan Uston sebagai pelatih kepala karena terhalang regulasi. Namun, Yahya enggan membeberkan rencana mendatangkan pelatih lain.

"Kalau umpama itu sudah bisa, ya sudah. Berarti tidak perlu. Rencana B tetap ada. Kami masih di rencana A. Kami masih menunggu. Kami tidak usah berandai-andai, kami menunggu saja surat dari balasannya," ucap Yahya.

4 dari 6 halaman

Dikaitkan dengan Sejumlah Pelatih

Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster saat menghadapi Persipura Jayapura dalam laga pekan ke-15 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Kamis (02/12/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Persebaya Surabaya terancam denda Rp100 juta jika tidak mendaftarkan pelatih kepala baru per 6 September 2023. Sejauh ini, belum ada kabar jika Tim Bajul Ijo akan memenuhi ketentuan itu.

Beberapa nama sempat dikaitkan akan menangani Persebaya. Muncul eks pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, hingga mantan arsitek Persik Kediri, Divaldo Alves. Namun, rumor itu kini telah menguap.

Bukan hal yang mengherankan jika manajemen Persebaya ngotot ingin mengangkat Uston sebagai pelatih kepala. Uston Nawawi memiliki catatan yang gemilang sebagai caretaker di Persebaya.

 

5 dari 6 halaman

Tak Terkalahkan

Winger asing Persebaya Surabaya, Bruno Moreira. (Aditya Wani/Bola.com)

Dia sudah mendampingi Persebaya selama lima laga dengan status pelatih interim, dan hasilnya tak terkalahkan. Itu dimulai dengan menang 2-1 di kandang Bhayangkara FC (8/8/2023).

Berikutnya, Persebaya menang beruntun dengan skor identik 1-0 saat menjamu Persita Tangerang (12/8/2023) dan PSM Makassar (18/2023). Satu hasil imbang lantas didapat saat bertandang ke markas PSS Sleman dengan skor 0-0 (26/8/2023).

Kemenangan atas Borneo FC lantas melengkapi performa impresif Persebaya di bawah arahan Uston Nawawi. Tim Bajul Ijo hanya kehilangan angka dua alias meraup 13 poin dalam lima pertandingan tersebut.

Hasil tersebut membuat Persebaya Surabaya kini berada di peringkat ke-6 klasemen sementara BRI Liga 1 musim ini dengan nilai 18. Mereka tertinggal lima poin dari Madura United yang menempati posisi teratas.

6 dari 6 halaman

Simak Persaingan Musim Ini: