Gianluigi Buffon, Neymar, dan 3 Bintang Besar Dunia yang Pernah Berlaga di Piala Dunia U-17

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 11 Okt 2023, 07:00 WIB
Ilustrasi - Buffon, Figo, Kanu, Nakata, Neymar (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Piala Dunia U-17 2023 akan bergulir di Indonesia pada periode 10 November - 2 Desember 2023. Menarik untuk menantikan penampilan wonderkid yang bakal mendunia pada masa-masa mendatang.

Berbeda dengan level senior, Piala Dunia U-17 cenderung sulit diprediksi. Tidak jarang muncul kuda hitam yang keluar sebagai juara.

Advertisement

Kekuatan para kontestan Piala Dunia U-17 juga tak mudah untuk ditebak. Satu di antara penyebabnya adalah banyak pemain yang punya potensi merata.

Selain itu, Piala Dunia U-17 sering menjadi panggung buat para wonderkid yang kemudian menjelma menjadi pemain besar, mulai dari Neymar hingga Gianluigi Buffon.

Berikut ini Bola.com mengulas lima alumni Piala Dunia U-17, termasuk Buffon sampai Neymar.

--

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Piala Dunia U-17 - ilustrasi Piala Dunia U-17 2023 Indonesia (Bola.com/Adreanus Titus)

 

EMTEK Group sebagai pemegang hak siar Piala Dunia U-17 2023 menayangkan pertandingan-pertandingan penyisihan hingga final di berbagai platform. Sobat Bola.com bisa menyaksikan aksi bintang-bintang muda kelas dunia di Indosiar, SCTV, Vidio, Moji TV, Champion TV, Mentari TV, dan Nex Parabola. Nikmati juga berita-berita eksklusif Piala Dunia U-17 di Bola.com, dengan mengklik tautan ini.  

2 dari 5 halaman

Gianluigi Buffon

Gianluigi Buffon - Kembali ke Juventus setelah mengantar Italia juara dunia dirinya memilih bertahan meski mendapat godaan dari Real Madrid. (AFP/Giuseppe Cacace)

Sama seperti Francesco Totti, Gianluigi Buffon termasuk bagian dari Timnas Italia U-17 yang meraih juara Piala Dunia U-17 di Jepang.

Selepas dari sana, Buffon berkembang menjadi kiper penting buat Timnas Italia senior dan juga klub-klub yang dibelanya. Ia bahkan menjadi pemain dengan caps terbanyak Gli Azzurri.

 

3 dari 5 halaman

Luis Figo

4. Luis Figo (Portugal), winger ini meraih gelar Ballon'd'Or pada tahun 2000. Sepanjang kariernya mengoleksi 23 gelar bersama Sporting CP, Barcelona, Real Madrid, dan Inter Milan, namun belum pernah meraih gelar bersama negaranya. (AFP/Christophe Simon)

Figo mencetak dua gol dalam enam pertandingan saat Portugal finis sebagai tim terbaik ketiga. Dia kemudian menjadi salah satu pesepak bola terhebat yang pernah dihasilkan Portugal.

Dia adalah bagian dari generasi emas Portugal yang menempati posisi keempat di Piala Dunia 2006 dan menjadi runner-up di Euro 2004. Figo adalah salah satu dari sedikit pemain yang bermain untuk Real Madrid dan Barcelona.

 

4 dari 5 halaman

Nwankwo Kanu dan Hidetoshi Nakata

Striker Nigeria, Nwankwo Kanu berlatih di Richads Bay, pada 8 Juni 2010. Nigeria menghadapi Argentina pada partai pertama Grup B PD 2010. AFP PHOTO/JAVIER SORIANO

Kanu mencetak lima gol untuk Nigeria, yang muncul sebagai juara. Saat itu ia bersaing dengan Francsco Totti dan Hidetoshi Nakata masing-masing hanya mencetak satu gol saat tim mereka masing-masing tersingkir di babak pertama dan kedua.

Ketiganya kemudian menjadi bintang besar di klub dan sepak bola internasional. Totti menjadi pencetak gol terbanyak kedua sepanjang masa dalam sejarah Serie A dengan 250 gol untuk Roma.

5 dari 5 halaman

Neymar

Neymar. Sayap kiri Brasil berusia 30 tahun yang sejak awal musim 2017/2018 membela PSG usai meninggalkan Barcelona ini tercatat telah mengoleksi 121 caps bersama Tim Samba sejak melakukan debut pada 10 Agustus 2010. Total 75 gol dan 55 assist telah dicetaknya bersama Timnas Brasil yang akan berlaga di putaran final Piala Dunia 2022 Qatar. (AFP/Jung Yeon-je)

Sebelum mencapai status superstar global, Neymar adalah seorang talenta yang sedang dalam fase peningkatan ketika mewakili Brasil dalam Piala Dunia U-17 pada tahun 2009.

Cara bermain Neymar dalam turnamen yang diselenggarakan di Nigeria itu mengungkapkan kemampuan dribbling, bakat, dan keterampilan dalam mencetak gol yang sangat istimewa yang dimilikinya.

Ia berhasil menjadi pencetak gol terbanyak dengan mengemas lima gol, menunjukkan potensi yang nantinya akan mengantarkannya meraih ketenaran bersama Santos FC, FC Barcelona, ​Paris Saint-Germain dan Al Hilal.

Sumber: Berbagai sumber

Berita Terkait