Presiden Persiraja Laporkan Arya Sinulingga ke Bareskrim Mabes Polri

oleh Gatot Sumitro diperbarui 27 Nov 2023, 22:10 WIB
Presiden Persiraja Banda Aceh, Nazaruddin Dek Gam memutuskan tim tetap bertahan di Yogyakarta selama dua pekan sambil menunggu kepastian Liga 1 dari PSSI dan PT LIB. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Bola.com, Jakarta - Presiden Klub Persiraja Banda Aceh, Dek Gam melaporkan anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga ke Bareskrim Mabes Polri, Senin (27/11/2023).

Ihwal perselisihan, Presiden Persiraja itu diusir petinggi Sada Sumut, Arya Sinulingga saat pertandingan Liga 2 2023 antara Sada Sumut kontra Persiraja di Stadion Baharudin, Deli Serdang Sumut, Sabtu (25/11/2023) lalu. Laga itu berakhir imbang 2-2.

Advertisement

Karena merasa tersinggung akibat pengusiran tersebut, Dek Gam yang juga anggota Komisi III DPR-RI itu, resmi melaporkan Arya Sinulingga ke Bareskrim Mabes Polri, Senin (27/11/2023).

Laporan Dek Gam ke Bareskrim tersebut dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi STTL/461/XI/2023/BARESKRIM. "Benar saya sudah melaporkan (Arya Sinulingga) ke Bareskrim terkait pencemaran nama baik dan ujaran fitnah," kata Dek Gam.

==

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 8 halaman

Alasan Lapor Polisi

Nazaruddin Dek Gam dan istri saya menyaksikan pertandingan Persiraja kontra Persija pada pekan ke-22 BRI Liga 1 2021. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Dari rilis resmi manajemen Persiraja yang diterima Bola.com, Dek Gam mengaku alasan melaporkan Arya Sinulingga ke polisi agar ada pelajaran hukum terhadap staf khusus Menteri BUMN Erick Thohir itu. "Biar ada pelajaran hukum. Jangan terlalu sombong," tegas Dek Gam.

Sebagai anggota legislatif Pusat l, sebelum mengambil langkah hukum itu, Dek Gam mengaku sempat berdiskusi dengan beberapa anggota Komisi III DPR RI lainnya, di mana hasil diskusi itu agar segera membuat laporan ke polisi. "Jadi dari hasil diskusi, hari ini saya disarankan untuk segera membuat laporan ke polisi," ungkapnya.

3 dari 8 halaman

Harapan Dek Gam

Dek Gam juga mengungkapkan alasannya tidak merespons ketika diusir Arya Sinulingga pada laga tersebut. "Saya tidak kenal dengan dia. Makanya saya diam dan tidak merespon, memangnya siapa dia," ujar politisi dari Partai PAN itu.

Dek Gam berharap Bareskrim Mabes Polri segera memproses laporan tersebut agar kejadian seperti itu tidak terulang lagi kepada orang lain.

"Semoga kasus ini menjadi pelajaran bagi masyarakat khususnya pejabat publik. Artinya kita harus saling menghargai, bukan memperlihatkan sifat sombong di depan umum," tutur Dek Gam.

4 dari 8 halaman

Berikan Penjelasan

Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga memberikan keterangan saat acara Refleksi 93 Tahun PSSI di GBK Arena, Senayan, Jakarta, Senin (17/04/2023). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, mengungkapkan penyebabnya memarahi Presiden Persiraja Banda Aceh, Nazaruddin Dek Gam di Liga 2 2023/2024.

Selain menjadi anggota Exco PSSI, Arya juga berstatus sebagai pemilik Sada Sumut yang sebelumnya bernama Karo United.

"Kenapa saya marah kepada Presiden Persiraja? Hal ini karena yang bersangkutan melakukan tindakan sangat tidak terpuji di sepak bola," ujar Arya Sinulingga.

5 dari 8 halaman

Imbas Pertemuan Pertama

Arya Sinulingga kesal dengan Nazaruddin Dek Gam yang disebutnya mengintimidasi wasit Muhammad Tri Santoso dalam pertemuan pertama kedua kesebelasan di Liga 2.

Ketika itu, Persiraja yang bertindak sebagai tuan rumah berhasil mengalahkan Sada Sumut 1-0 pada 30 September 2023.

Hasil sidang Komite Disiplin (Komdis) PSSI pada 5 Oktober 2023 memutuskan untuk menghukum Nazaruddin Dek Gam dengan larangan berpartisipasi dalam lima pertandingan plus denda Rp22,5 juta akibat "melakukan intimidasi dan mengucapkan kata-kata kasar kepada perangkat pertandingan."

6 dari 8 halaman

Intimidasi Wasit

"Dia melakukan intimidasi terhadap wasit ketika Persiraja melawan Sada Sumut di kandang mereka pada 30 September 2023," imbuh Arya.

"Hal ini sudah ditindaklanjuti oleh Komdis PSSI pada 5 Oktober 2023 yang memutuskan Presiden Persiraja bersalah karena melakukan intimidasi kepada wasit dengan hukuman tidak boleh berpartisipasi dalam lima pertandingan," ucap Arya.

Berdasarkan postingan di akun Instagram Persiraja, Arya menganggap bahwa Nazaruddin Dek Gam masih terlihat menonton timnya dalam periode hukuman Komdis PSSI.

7 dari 8 halaman

Ungkapan Arya Sinulingga

Exco PSSI, Arya Sinulingga memberikan keterangan saat acara Ngobrol Seru BRI Liga 1 di KLY Office, Menteng, Jakarta, Kamis (01/06/2023). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Lima partai yang dilalui Persiraja setelah sanksi untuk Nazaruddin Dek Gam itu ialah melawan PSDS Deli Serdang, Semen Padang, PSPS Riau, Sriwijaya FC, dan PSMS Medan.

"Tetapi kenyataannya, Presiden Persiraja tidak pernah menjalankan hukuman karena terbukti di akun media sosial Persiraja, dia datang dan menghadiri pertandingan Persiraja melawan Sriwijaya, Semen Padang dan PSMS Medan," papar Arya.

"Jadi kalau ada yang mengatakan dia sudah menjalani hukuman lima pertandingan pada saat melawan Sada Sumut, itu sama sekali bohong. Sebab, dia tidak pernah menjalani hukuman selama lima kali tidak berpartisipasi dalam pertandingan," terangnya.

8 dari 8 halaman

Ungkit Laga di Kandang Persiraja

"Saya perlu luruskan juga, kejadian terjadi setelah pertandingan selesai. Silakan lihat di video dan selama pertandingan di kandang Sada Sumut, pertandingan tidak terganggu, pemain dan ofisial Persiraja satupun tidak ada terganggu, tidak ada satu buah botol air mineral pun yang melayang," ujar Arya.

"Jangan ditanya ketika Sada Sumut bermain ke Persiraja, pemain dan ofisial kami dilempari. Jadi saya cukup memarahi orang yang tidak layak masuk stadion karena melakukan intimidasi kepada klub lawannya."

"Bahkan sampai masuk ke ruang wasit dan mengintimidasi wasit. Apalagi sampai memelintir isu menjadi isu rasialisme dll. Sebab, ini soal penegakan hukuman di sepak bola, karena kami mau semua berjalan di relnya," kata Arya.