Hasil BWF World Tour Finals 2023: Comeback Gemilang, Apri / Fadia Bungkam Ganda Jepang

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 13 Des 2023, 16:33 WIB
Ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, bertanding pada 32 besar French Open 2023 di Glaz Arena, Rennes, Prancis, Selasa (23/10/2023). (Bola.com/PBSI)

Bola.com, Hangzhou - Ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, membuka perjalanan di BWF World Tour Finals 2023 dengan manis. 

Apri/Fadia berhasil melakukan comeback mengesankan dan melibas ganda Jepang, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara, di Hangzhou Olympic Sports Centre Gymnasium, Hangzhou, China, Rabu (13/12/2023). Mereka menang dalam tiga gim yang alot dengan skor 11-21, 21-16 dan 21-18.

Advertisement

Gim pertama berjalan sulit untuk ganda putri terbaik Indonesia itu. Apriyani/Fadia terus tertekan menghadapi serangan Matsumoto/Nagahara. 

Namun, setelah kehilangan gim pertama, pasangan Indonesia itu tidak menyerah begitu saja. Mereka berhasil bangkit dan merebut kemenangan dalam dua gim berikutnya pada laga pertama fase grup BWF World Tour Finals 2023

--- 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 3 halaman

Konsisten dan Komunikasi

Pebulu tangkis Indonesia, Apriyani Rahayu (kiri) yang berpasangan dengan Siti Fadia Silva Ramadhanti berusaha mengembalikan bola saat menghadapi wakil China, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan pada laga final nomor ganda putri kejuaraan bulu tangkis BWF World Championship 2023 di Royal Arena, Copenhagen, Denmark, Minggu (27/8/2023). (AFP/Ritzau Scanpix/Mads Claus Rasmussen)

Apriyani mengatakan komunikasi yang baik menjadi kunci bisa memenangi duel melawan ganda Jepang tersebut. 

"Alhamdulillah kami bisa memenangi pertandingan dan dalam keadaan sehat. Kami tadi berupaya untuk dapat satu poin demi satu poin dulu, tidak memikirkan menang atau kalah tapi bagaimana menampilkan yang terbaik," ujar Apriyani melalui rilis dari PBSI. 

"Saya lihat lawan mungkin di bawah tekanan juga. Mereka pastinya ingin menang tapi ada hilang-hilang poin sendiri. Itu yang kami ambil kesempatannya terutama di game kedua lalu berlanjut di game ketiga."

"Kami coba konsisten dengan pola permainan, jaga komunikasi juga dengan Fadia dan mas Pras (Prasetyo Restu Basuki, pelatih ganda putri) dan bersyukur semua berjalan dengan baik," imbuh Apro. 

 

 

3 dari 3 halaman

Bermain Sabar

Ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, saat bertanding pada perempat final Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2023 di Royal Arena, Kopenhagen, Denmark, Jumat (25/8/2023). (Bola.com/PBSI)

Apriyani mengatakan saat melawan ganda Jepang memang harus bermain sabar.

"Di game ketiga sempat beberapa kali melakukan kesalahan sendiri tapi beruntung fokus kami bisa kembali lagi," tukas Apri. 

Sementara itu, Fadia mengungkapkan kelemahan mereka sehingga kalah pada gim pertama. 

"Pada gim pertama kami belum terlalu yakin akan main seperti apa. Tetapi di game kedua kami sudah mulai menemukan pola yang tepat. Kami juga harus bermain sabar," tutur Apriyani. 

"Kami menjadi buru-buru di poin-poin terakhir, pikirannya bukan ingin dapat poin tapi bagaimana mematikan mereka. Jadinya banyak membuang-buang kesempatan," imbuhnya.