Piala Asia 2023: Kunci Sukses Yordania Menyingkirkan Korea Selatan adalah Mindset Juara

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 07 Feb 2024, 12:45 WIB
Yordania sukses melenggang ke final Piala Asia 2023 setelah mengalahkan Korea Selatan dengan skor 2-0 pada Selasa (6/2/2024) WIB. (Dok. AFC)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Yordania, Hussein Ammouta, bangga dengan mindset juara yang diperlihatkan anak asuhnya dalam kemenangan menakjubkan 2-0 atas Korea Selatan pada semifinal Piala Asia 2023, Selasa (6/2/2024).

Gol dari Yazan Al Naimat dan Mousa Al Tamari di Stadion Ahmad Bin Ali memastikan tempat bersejarah Yordania di final perdana mereka sepanjang keikutsertaan di Piala Asia, di mana mereka akan menghadapi juara bertahan Qatar atau Iran.

Advertisement

Hebatnya, Yordania terbilang tertatih-tatih pada fase grup. Setelah menang 4-0 atas Malaysia, mereka diimbangi Korea Selatan, dan kalah 0-1 dari Bahrain. Ya, Yordania lolos ke fase gugur dengan status peringkat tiga terbaik.

Ammouta mengatakan, kemenangan atas Korea Selatan adalah buah dari penampilan heroik para pemain.

"Selamat kepada semua orang yang berkontribusi terhadap kemenangan kami. Para pemain adalah senjata utama kami, menampilkan penampilan heroik sepanjang turnamen. Meski mengalami cedera, kami berhasil memberikan prestasi yang signifikan," kata Ammouta, 54 tahun.

--

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 3 halaman

Mindset Juara

Yordania sukses melenggang ke final Piala Asia 2023 setelah mengalahkan Korea Selatan dengan skor 2-0 pada Selasa (6/2/2024) WIB. (Dok. AFC)

Lebih lanjut, Ammout menegaskan bahwa kunci sukses timnya mengalahkan Korea Selatan adalah bagaimana mereka melakukan pendekatan proaktif. Namun yang paling penting adalah mindset juara yang tertanam.

"Para pemain kami menunjukkan inisiatif hebat sepanjang pertandingan. Kami sepakat untuk memulai dengan kuat, memanfaatkan fakta bahwa Korea Selatan telah kebobolan delapan gol dalam lima pertandingan. Sangat penting untuk memanfaatkan kemampuan menyerang kami dan mengambil inisiatif menyerang, terutama melawan lawan tangguh seperti mereka, yang dikenal dengan pemain-pemain terampilnya."

"Kami tahu bahwa lawan kami akan menyerang balik, oleh karena itu fokus kami tetap pada taktik bertahan yang agresif. Namun, pendekatan proaktif kami dan penekanan pada permainan menyeranglah yang membuat kami menjadi tim yang lebih efektif. Kami menampilkan mindset seorang juara, menunjukkan ketangguhan dan determinasi dalam setiap aspek permainan."

3 dari 3 halaman

Sempat Khawatir

Meski mengawali permainan dengan agresif, Ammouta mengaku sempat khawatir dengan kurangnya efisiensi mencetak gol di pertengahan babak pertama, namun ketenangan bertahan membuat Jordan dengan percaya diri mengamankan kemenangan bersejarah.

"Awalnya ada kekhawatiran atas lima peluang yang terlewatkan, karena kegagalan tersebut sering kali menyebabkan seseorang kebobolan. Namun, tim kami tetap tenang setelah mencetak gol kedua, mempertahankan kendali permainan."

"Kemenangan hari ini berbeda secara signifikan dari hasil imbang 2-2 kami di fase grup melawan tim Korea, terutama dalam hal taktik bertahan kami. Saya menekankan kepada para pemain pentingnya menekan penyerang mereka, yang mereka lakukan dengan efektif."

Berita Terkait