Membandingkan Dewa Pelindung Gawang Timnas Indonesia U-23 Vs Uzbekistan di Piala Asia U-23 2024, Ernando Ari Lebih Tangguh?

oleh Aditya Wany diperbarui 28 Apr 2024, 09:15 WIB
Kiper Timnas Indonesia U-23, Ernando Ari melakukan selebrasi setelah menepis bola tendangan pemain Korea Selatan U-23 pada pada babak adu penalti dalam laga perempat final Piala Asia U-23 2024 di Abdullah bin Nasser bin Khalifa Stadium, Qatar, Jumat (26/04/2024) WIB. (Dok. PSSI)

Bola.com, Surabaya - Duel antara Timnas Indonesia U-23 melawan Uzbekistan U-23 akan melahirkan persaingan sengit. Kedua tim bersua dalam laga semifinal Piala Asia U-23 2024 di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Senin (29/4/2024) malam.

Ada yang menarik dalam pertandingan ini, yakni kedua tim sama-sama memiliki kiper yang tangguh dan susah ditaklukkan. Mulai dari Timnas Indonesia U-23 dulu, ada Ernando Ari yang memiliki performa sangat impresif.

Advertisement

Ernando selalu tampil dalam empat pertandingan sejak fase grup, yakni tiga laga Grup A dan satu pertandingan perempat final. Total, dia kebobolan lima gol, tapi sukses total melakukan 11 penyelamatan.

Salah satu yang jadi sorotan adalah saat dia menepis eksekusi penalti yang dilakukan pemain Australia. Berkat Ernando, Timnas Indonesia U-23 sukses clean sheet dengan kemenangan 1-0 di laga itu.

Duel itu sempat membuat publik khawatir karena Ernando cedera dan diganti pada menit ke-89 dengan Ady Satryo. Beruntung, kondisinya memungkinkannya untuk tetap tampil di laga-laga berikutnya.

2 dari 3 halaman

Terbaik saat Singkirkan Korea

Timnas Indonesia - Ilustrasi Ernando Ari (Bola.com/Adreanus Titus)

Terakhir, Ernando Ari semakin menegaskan peran vitalnya sebagai kiper Timnas Indonesia U-23. Terbaru, dia membawa Garuda Muda lolos ke semifinal Piala Asia U-23 2024 yang jadi catatan sejarah baru.

Timnas Indonesia U-23 sukses menundukkan tim raksasa Korea Selatan dalam babak perempat final di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Jumat (26/4/2024) dinihari WIB. Duel ini berakhir dengan skor 2-2 di waktu normal.

Skor 2-2 membuat laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu, tapi masih belum ada gol lagi. Akhirnya, pemenang harus ditentukan melalui adu penalti, dan Timnas Indonesia U-23 sukses menang 11-10.

Ya, dalam babak adu penalti, Ernando melakukan penyelamatan gemilang. Kiper berusia 22 tahun itu tercatat melakukan dua tepisan dalam babak adu penalti, yakni sepakan Kang Sang-yoon dan Lee Kang-hee. Dia sangat cermat membaca arah tembakan pemain lawan.

Adu penalti sendiri dilakukan oleh kedua tim sampai 12 kali, artinya ada 10 pemain berbeda di Timnas Indonesia yang maju lantaran Korea Selatan U-23 terpaksa cuma punya 10 personel akibat terkena kartu merah.

Nah, salah satu pemain Korea Selatan U-23 yang menjadi eksekutor penalti dua kali adalah Lee Kang-hee. Tembakannya yang kedua, atau penentu, mengarah ke kiri gawang dan sukses dimentahkan Ernando.

Ernando sendiri juga maju sebagai eksekutor ke-10. Tendangannya mengalir deras mendatar ke sisi kanan gawang Korea Selatan U-23 dan gagal dibendung.

3 dari 3 halaman

Uzbekistan Belum Kebobolan

Timnas Uzbekistan U-23 di Piala Asia U-23 2024. (Bola.com/Dok.AFC).

Sementara di sisi lain, Uzbekistan tercatat memiliki rekor impresif dengan tidak kebobolan dalam empat pertandingan Piala Asia U-23 2024. Menariknya, mereka menurunkan dua kiper dalam empat pertandingan.

Pertama, ada Abduhovid Nematov yang tampil melawan Malaysia, Vietnam, dan Arab Saudi. Sedangkan kiper kedua adalah Vladimir Nazarov saat menang 5-0 melawan Kuwait.

Meski Uzbekistan menang 5-0, nyatanya Vladiri Nazarov tidak melakukan penyelamatan sama sekali. Sedangkan Nematov yang tampil dalam tiga laga jug minim penyelamatan yakni hanya dua kali.

Nematov juga tidak mendapat ancaman tembakan saat melawan Malaysia. Lalu, dua penyelamatan yang dilakukannya adalah masing-masing satu saat menghadapi Vietnam dan Arab Saudi.

Dari situ terlihat bahwa kualitas Nematov maupun Nazarov sebenarnya belum teruji. Kesuksesan Uzbekistan selalu menang dan tidak kebobolan justru memperlihatkan bahwa mereka bermain secara tim.

Skema permainan yang ditunjukkan Uzbekistan adalah berupaya menguasai bola dan tidak membiarkan lawan membangun serangan. Dari situlah, mereka minim mendapat ancaman sehingga gawang mereka masih belum kebobolan.

Berita Terkait