Bisakah Klub Italia Berjaya di Liga Champions Musim 2024 / 2025 Ini?

Mencermati kemungkinan peluang tim-tim asal Italia melangkah jauh di Liga Champions musim ini.

BolaCom | Aning JatiDiperbarui 24 Januari 2025, 18:41 WIB
Liga Champions - Ilustrasi UEFA Champions League. (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Sepak bola Italia telah lama menjadi kekuatan besar di kompetisi Eropa, dengan klub-klub seperti AC Milan, Inter Milan, dan Juventus memimpin dominasi.

Namun, seiring berlangsungnya musim 2024/25, pertanyaan besar muncul: mampukah klub Italia kembali meraih supremasi di Liga Champions? Mari menganalisis peluang mereka mengulangi kejayaan masa lalu.

Advertisement

Dalam beberapa tahun terakhir, klub Italia mulai menunjukkan kebangkitan di Eropa. Inter, misalnya, mencapai final Liga Champions pada 2023, sementara klub-klub lain seperti Milan, Atalanta, Juventus, dan bahkan Bologna mulai membangun kembali kekuatan mereka.

Namun, konsistensi menjadi tantangan utama, dengan masalah pendanaan, pergantian pelatih, dan perombakan skuad yang kerap terjadi.

Meski begitu, beberapa kandidat juara mulai muncul dari Serie A, memberikan harapan bagi penggemar sepak bola Italia untuk kembali merajai Eropa.


Inter dan AC Milan

Gelandang Manchester City asal Jerman #19, Ilkay Gundogan (2R), melakukan sundulan di menit-menit akhir pertandingan selama pertandingan sepak bola fase liga UEFA Champions League antara Manchester City dan Inter Milan di stadion Etihad, di Manchester, barat laut Inggris, Kamis dini hari WIB. (Oli SCARFF/AFP)
  • Inter Milan

Di bawah asuhan Simone Inzaghi, Inter Milan tetap menjadi satu di antara tim Italia yang paling siap bersaing di Eropa.

Sang juara bertahan Serie A memiliki kombinasi pemain veteran dan talenta muda berbakat.

Dengan lini serang mematikan dan pertahanan solid, meski terkadang kurang stabil di pertandingan besar, Inter tetap menjadi ancaman nyata bagi lawan-lawan mereka.

  • AC Milan

AC Milan, satu di antara raksasa Eropa dengan tujuh gelar Liga Champions, terakhir kali meraih trofi tersebut pada 2007. Kini, Rossoneri sedang dalam transisi di bawah pelatih baru Sergio Conceicao, menggantikan Paulo Fonseca yang mengecewakan.

Dengan pemain bintang seperti Theo Hernandez, Rafael Leao, dan Mike Maignan, Milan memiliki keseimbangan antara pengalaman dan talenta muda.

Kendati performa di Serie A sering inkonsisten, mereka dikenal mampu tampil baik di laga-laga penting.

Kemampuan mereka untuk bermain di bawah tekanan membuat Milan tetap menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan di kompetisi Eropa.


Atalanta, Juventus, dan Bologna

Pemain 26 tahun ini terlibat aktif mengalirkan bola dengan 54 sentuhan. Tijjani juga mencatatkan 95 persen umpan akurat dan satu tekel bersih. (AP Photo/Antonio Calani)
  • Atalanta

Atalanta telah menjadi satu di antara tim paling menarik di Italia. Di bawah asuhan Gian Piero Gasperini, La Dea dikenal dengan gaya bermain menyerang dan pressing tinggi.

Atalanta berhasil memenangkan Liga Europa musim lalu, membuktikan bahwa mereka mampu bersaing di panggung Eropa.

Energi dan gaya bermain mereka kerap mengejutkan lawan dan membuat mereka menjadi tim yang sulit dihadapi.

  • Juventus

Juventus, yang pernah menjadi raksasa Eropa, mengalami masa sulit dalam beberapa tahun terakhir. Meski masih belum terkalahkan di Serie A musim ini, di bawah pelatih Thiago Motta, performa mereka di Liga Champions masih jauh dari harapan.

Meski begitu, Juventus tetap memiliki skuad dengan pengalaman yang kaya dan talenta individu yang luar biasa.

Pertanyaannya adalah, apakah mereka dapat menghadapi tekanan kompetisi Eropa yang makin ketat.

  • Bologna

Sebagai satu di antara pendatang baru di Liga Champions, Bologna mengejutkan banyak pihak dengan kemajuan mereka di bawah pelatih Vincenzo Italiano. Meski kurang memiliki kekuatan finansial dibandingkan klub besar lainnya, Bologna menunjukkan semangat juang yang luar biasa.

Walau hanya memenangkan satu pertandingan dari tujuh laga di fase grup, pengalaman bermain melawan tim-tim kuat Eropa memberikan pelajaran berharga yang dapat mereka bawa ke kompetisi domestik.


Tantangan di Babak Gugur

Gelandang Atalanta asal Kroasia #08, Mario Pasalic, mencetak gol kedua bagi timnya selama pertandingan Liga Champions UEFA antara Atalanta dan Sturm Graz di Stadion Gewiss di Bergamo, Rabu dini hari WIB (22-1-2025). (Isabella BONOTTO/AFP)

Di babak knockout Liga Champions, klub Italia harus menghadapi tim-tim terbaik di Eropa seperti Manchester City, Bayern Munchen, dan Real Madrid.

Kunci keberhasilan adalah membuat perubahan taktis yang tepat, memiliki kedalaman skuad, dan mampu mengatasi tekanan besar.

Secara statistik, performa klub Italia di Liga Champions dalam beberapa tahun terakhir kurang memuaskan.

Meski perjalanan Inter pada 2023 menjadi pengecualian, klub Italia masih kesulitan bersaing dengan kekuatan finansial klub-klub Inggris, Spanyol, dan Jerman. Namun, perubahan pendekatan dan peningkatan kualitas skuad memberi harapan akan hasil yang lebih baik musim ini.


Pesaing Serius

Para pemain Juventus melakukan selebrasi saat melawan Manchester City pada pertandingan keenam Liga Champions 2024/2025 di stadion Allianz, Turin, Italia pada Rabu 11 Desember 2024 waktu setempat atau Kamis 12 Desember 2024 dini hari Waktu Indonesia Barat. (Marco BERTORELLO/AFP)

Meski menghadapi tantangan besar, kemampuan manajer dan pemain bintang dari klub-klub Italia tetap menjadikan mereka pesaing serius di Liga Champions.

Inter yang tajam dan klinis, Milan yang penuh semangat, serta keberanian Atalanta, semuanya siap memberikan kejutan.

Bagi para penggemar, Liga Champions adalah ajang spektakuler. Sepanjang musim ini, fokus akan tertuju pada apakah klub Italia dapat kembali merebut kejayaan yang pernah mereka nikmati di masa lalu.

 

Sumber: Football Italia


Cek Persaingan di Liga Champions Musim Ini

Berita Terkait