Animo Tinggi, Bibit Pesepak Bola Muda Putri Indonesia Bermunculan di Soccer Challange - Surabaya 2025

Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, menyebut bibit pesepak bola putri masa depan Indonesia bermunculan di Surabaya.

BolaCom | Rizki HidayatDiterbitkan 24 Februari 2025, 05:00 WIB
Momen selebrasi kemenangan tim KU 12 SDN Kalirungkut I/264 usai mengumpulkan tiga poin penuh saat adu penalti penentu juara MilkLife Soccer Challenge - Surabaya 2025. (dok. MilkLife Soccer Challenge)

Bola.com, Surabaya - MilkLife Soccer Challenge - Surabaya 2025 yang berlangsung di Stadion Bogowonto dan Stadion Brawijaya Kodam V sejak Rabu (19/2/2025) hingga Minggu (23/2/2025), telah rampung digelar.

Animo tinggi terlihat pada turnamen sepak bola putri usia belia tersebut. Terbukti, tak kurang dari 1.633 siswi yang terbagi dalam 106 tim KU 12 dan 40 tim KU 10, turut berpartisipasi pada ajang yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut.

Advertisement

Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, mengatakan animo tinggi dari para peserta yang juga selaras dengan kualitas, menjadi angin segar untuk mengembalikan kejayaan sepak bola putri Tanah Air.

Pada penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge Surabaya tahun lalu, seri 1 diikuti oleh 631 peserta, sedangkan di seri kedua sebanyak 1.476 siswi ikut berpartisipasi.

"Kami sangat optimistis tujuan mengembalikan kejayaan sepak bola putri akan tercapai karena ini juga proses yang panjang. MilkLife Soccer Challenge menjadi turnamen yang dapat dimanfaatkan secara maksimal para talenta-talenta muda yang kelak akan menjadi pemain timnas kebanggaan kita," harap Teddy.

"Kami juga mendorong adik-adik untuk berlatih di sekolah sepak bola (SSB) untuk mempersiapkan diri bertanding pada MilkLife Soccer Challenge Seri 1 dan 2 2025 mendatang," sambungnya.

 


Bibit Pesepak Bola Muda Putri Bermunculan

Momen selebrasi kemenangan tim KU 10 SDN Pacarkeling V/168 di pertandingan final MilkLife Soccer Challenge - Surabaya 2025. (dok. MilkLife Soccer Challenge)

Teddy menambahkan, meski seri pertama MilkLife Soccer Challenge di Surabaya baru akan bergulir pada medio 2025, para peserta pada turnamen kali ini tetap bertanding secara maksimal dan mengerahkan kemampuan terbaik.

Dengan demikian, tujuan diselenggarakannya turnamen ini untuk meningkatkan kualitas dan menjadi wadah bibit-bibit pesepak bola putri potensial bertanding dalam turnamen secara berkala dapat terus terasah.

Sementara itu, Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, menyebut bibit pesepak bola putri masa depan Indonesia bermunculan di Kota Pahlawan. KU 10 tahun menjadi yang cukup menonojol.

 


Menjaga Mata Rantai

Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann mengungkapkan MilkLife Soccer Challenge All-Stars merupakan ajang pembuktian menjadi yang terbaik dari para peserta terbaik yang telah terseleksi di setiap kota penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge 2024. (Dok. Bakti Olahraga Djarum Foundation/Milklife)

"Saya melihat di turnamen kali ini justru KU 10 sudah memiliki teknik dasar sepak bola yang cukup baik. Selain itu juga, peserta yang sudah mengikuti turnamen di tahun sebelumnya mengalami peningkatan kualitas signifikan," jelas Timo.

"Sementara yang baru ikut serta memang belum begitu banyak yang menonjol. Kami harap di seri 1 dan seri 2 mendatang, kualitas mereka sudah semakin merata," sambungnya.

Timo melanjutkan, adanya inovasi baru pada MilkLife Soccer Challenge yaitu fun competition bertajuk Festival SenengSoccer yang menyasar KU 8, berjalan selaras serta menjadi pondasi yang tepat untuk menjaga mata rantai dan supply pemain KU 10.

"Festival SenengSoccer itu kan mengenalkan gerakan-gerakan dasar bermain sepak bola yang sebenarnya merupakan latihan koordinasi dari teknik, kecepatan dan endurance. Jadi mereka KU 8 sudah memiliki dasar dan ketika nanti ikut turnamen di KU 10 sudah tidak kaget, namun tentu harus dilatih terus," ungkapnya.

 


Panas pada Laga Pamungkas

Sementara itu, partai final MilkLife Soccer Challenge - Surabaya 2025 yang tersaji di Stadion Bogowonto, Minggu berlangsung sengit. Dari sektor KU 12, SDN Kalirungkut I/264 berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan SD Al Islah melalui drama adu penalti dengan skor 3-1 (0-0).

Adapun di kategori KU 10, SD Pacarkeling V/186 mempertahankan gelar kampiun setelah meraih kemenangan 6-2 atas SDN Kalirungkut I/264.

"Pertandingannya seru dan happy banget, pokoknya kami satu tim semangat. Aku bilang ke teman-teman passing dan dribbling itu lebih penting saat pertandingan tadi. Terima kasih teman-teman sudah berjuang dan kita menang lagi," kata gelandang SD Pacarkeling V/186, Locita Waranggani, yang juga bergelar Top Scorer KU10 dengan mengemas 38 gol.

 


Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge – Surabaya 2025

Kategori Usia 10

  • Juara: SDN Pacarkeling V/186
  • Runner-up: SDN Kalirungkut I/264
  • Semifinalis: SDN Dr. Sutomo V/327 dan SDN Ngagel Rejo I/396
  • Top Scorer: Locita Waranggani Olah Nismara - SDN Pacarkeling V/186 (38 gol)
  • Best Player: Agnia Nurul Fadhila Rohmah - SDN Kalirungkut I/264
  • Best Goalkeeper: Avicka Dwi Putri - SDN Kalirungkut I/264
  • Fairplay Team: SDN Dr. Sutomo V/327

Kategori Usia 12

  • Juara: SDN Kalirungkut I/264
  • Runner-up: SD Al Islah
  • Semifinalis: SDN Manukan Kulon dan SDN Petemon
  • Top Scorer: Zian Aisyah Rahmadani - SD Al Islah (16 gol)
  • Best Player: Jenifer Charolina Besi - SDN Kalirungkut I/264
  • Best Goalkeeper: Adhelia Zahwa Syafira Swastika - SDN Kalirungkut I/264
  • Fairplay Team: SDN Petemon Surabaya

Berita Terkait