Lagi, Sir Alex Ferguson Dituding Ikut Andil Kemerosotan MU

Gary Lineker mengatakan kepergian Sir Alex Ferguson meninggalkan MU tanpa fondasi kuat.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 04 Maret 2025, 05:45 WIB
Roy Keane menjadi pemain Manchester United asuhan Sir Alex Ferguson dalam kurun 1993-2005. Dalam periode itu, Keane beberapa di antaranya memberikan tujuh trofi Liga Inggris plus satu gelar Liga Champions bagi publik Old Trafford. (AFP/Andrew Yates)

Bola.com, Jakarta - Gary Lineker menilai bahwa Sir Alex Ferguson turut bertanggung jawab atas keterpurukan MU saat ini, terutama karena cara ia meninggalkan klub lebih dari satu dekade lalu.

MU menjalani musim 2024/2025 yang mengecewakan, dengan yang terbaru tersingkir dari Piala FA setelah kalah adu penalti dari Fulham.

Advertisement

Setelah memecat Erik ten Hag, November lalu, dan menunjuk Ruben Amorim sebagai penggantinya, MU masih kesulitan untuk bangkit.

Setan Merah kini terdampar di peringkat ke-14 klasemen Premier League, dengan peluang yang sangat kecil untuk lolos ke kompetisi Eropa melalui jalur liga. Satu-satunya harapan mereka adalah menjuarai Liga Europa, di mana mereka akan menghadapi Real Sociedad dalam dua leg ke depan.

Dari sisi manajemen, situasi juga tak banyak membaik. Sir Jim Ratcliffe dan INEOS telah melakukan berbagai perubahan, termasuk memangkas staf dan memutuskan kerja sama dengan direktur olahraga Dan Ashworth, meski ia baru beberapa bulan menjabat.

Legenda klub, Wayne Rooney, juga sempat mengkritik pernyataan Amorim yang berambisi mengembalikan MU ke puncak kejayaan.

Menurut Rooney, harapan tersebut "naif", mengingat terakhir kali Setan Merah menjuarai Premier League adalah 12 tahun lalu, di era Ferguson.


MU Kehilangan Arah

Para pemain Manchester United berjejer selama adu penalti dalam pertandingan putaran kelima atau 16 besar Piala FA 2024-2025 melawan Fulham di stadion Old Trafford, Inggris, pada Minggu (2/3/2025) malam WIB. (Darren Staples/AFP)

Ketika Ferguson pensiun pada 2013, ia juga meninggalkan MU bersamaan dengan chief executive David Gill. Hal ini membuat struktur klub menjadi berantakan.

"Liverpool kini memiliki manajer baru, Arne Slot, tetapi mereka tetap kuat berkat fondasi yang telah dibangun Jurgen Klopp," kata Lineker kepada BBC One.

"Itu tidak terjadi ketika Ferguson pergi. Meski mereka memenangkan liga di musim terakhirnya, skuad saat itu sebenarnya sudah tidak berada di level tertinggi dan akademi juga tidak lagi menghasilkan talenta berbakat," imbuh mantan striker Barcelona dan Tottenham Hotspur itu.

Sejak Ferguson pergi, MU belum pernah lagi menjuarai Premier League. Mereka makin tertinggal dalam perburuan gelar oleh rival-rival mereka seperti Manchester City dan Liverpool.


Tudingan Serupa

Mantan pelatih MU, Sir Alex Ferguson, bukanlah penyuka tren sepatu sepak bola warna-warni. Ferguson hanya membolehkan memakai sepatu berwarna hitam terutama untuk pemain-pemain muda. (AFP/Paul Ellis)

Pekan lalu, muncul laporan bahwa pihak INEOS juga menyalahkan Ferguson atas kemunduran MU.

Menurut Mirror, beberapa figur berpengaruh di Old Trafford percaya bahwa Ferguson gagal beradaptasi dengan perkembangan dalam dunia kepelatihan dan perekrutan pemain, yang berdampak buruk bagi klub dalam jangka panjang.

Tampaknya, Lineker setidaknya sebagian setuju dengan pandangan tersebut.

 

Sumber: Football365

Berita Terkait