Calvin Verdonk Kenang Momen Spesialnya Bersama Shin Tae-yong: Perjumpaan Pertama yang Jadi Awal Cerita Bersama Timnas Indonesia

Pemain Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, mengenang momen spesialnya saat berjumpa dengan Shin Tae-yong.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 23 April 2025, 05:00 WIB
Pemain Timnas Indonesia, Calvin Verdonk (kanan) berusaha menghalau bola tendangan pemain Jepang, Wataru Endo pada laga lanjutan putaran ketiga Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (15/11/2024). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta Pemain Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, mengenang momen spesialnya saat berjumpa dengan Shin Tae-yong. Pertemuan inilah yang menjadi peristiwa bersejarah hingga akhirnya ia jadi bagian dari skuad Garuda.

Nama Calvin Verdonk pertama kali mencuat ketika Timnas Indonesia masih menghadapi persaingan putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Shin Tae-yong ketika itu tengah berkeliling ke Eropa untuk memantau anak asuhnya.

Advertisement

Saat berencana memantau penampilan Thom Haye yang ketika itu memperkuat SC Heerenveen dalam duel melawan NEC Nijmegen, Shin Tae-yong pun secara tak langsung menyaksikan aksi Calvin Verdonk.

Saat Thom Haye tampil sejak menit awal, Verdonk ketika itu memang tak bermain sebagai starter. Dia baru bermain ketika pertandingan menginjak menit ke-88, tepatnya saat menggantikan Rober Gonzales.


Bertemu Shin Tae-yong

Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong (kanan) serta pemain Calvin Verdonk saat menghadiri konferensi pers pra pertandingan melawan Bahrain dalam lanjutan putaran 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Rabu (9/10/2024) malam WIB. (Dok. PSSI)

Verdonk masih mengingat betul momen pertemuannya dengan Shin Tae-yong seusai pertandingan tersebut. Baginya, ini adalah peristiwa yang spesial karena membuka jalannya untuk memperkuat Timnas Indonesia.

“Ayah saya lahir di Indonesia. Jadi, begitulah awalnya saya bisa bermain untuk Timnas Indonesia. Mantan pelatih Timnas Indonesia (Shin Tae-yong) datang untuk menonton Thom Haye,” kata Verdonk dikutip dari Forza NEC.

Seusai pertandingan, Verdonk lantas menjalin kontak dengan Shin Tae-yong. Dari proses komunikasi tersebut, dia kemudian mendapatkan lampu hijau untuk menjalankan proses naturalisasi menjadi WNI.

“Momen itu saat kami melawan SC Heerenveen tahun lalu. Begitulah cara saya berhubungan dengan Shin Tae-yong seusai pertandingan. Itulah bagaimana semuanya dimulai,” lanjut pemain berusia 27 tahun itu.


Langsung Jadi Andalan

Calvin Verdonk mencoba menahan tendangan Martin Boyle saat Australia menang telak 5-1 atas Timnas Indonesia pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Sydney Football Stadium, Kamis (20/3/2025) sore WIB. (DAVID GRAY / AFP)

Sejak resmi menjadi WNI pada medio Juni 2024, Calvin Verdonk langsung menjadi andalan utama Shin Tae-yong. Momen debutnya tersaji ketika Timnas Indonesia berjumpa Filipina pada laga terakhir putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Ketika itu, dia langsung mendapatkan kesempatan tampil sebagai starter. Sejak saat itu, pemain berdarah Aceh ini menjadi salah satu pemain yang rutin mengisi daftar starting eleven skuad Merah Putih.

Di bawah asuhan Shin Tae-yong, Verdonk nyaris tak pernah absen tampil selama 2x45 menit. Dia tak hanya jadi pilihan utama di sektor wingback kiri saja, tetapi juga dimainkan mengisi komposisi tiga bek tengah sejajar.


Dimaksimalkan Patrick Kluivert

Meskipun nakhoda Timnas Indonesia mengalami pergantian, dari awalnya ditangani Shin Tae-yong dan kini diasuh oleh Patrick Kluivert—Verdonk tetap menjadi salah satu pilar penting di skuad Merah Putih.

Terbukti, pada dua pertandingan terakhir, tepatnya saat berjumpa Australia dan Bahrain, dia tetap menjadi opsi utama Patrick Kluivert. Pada laga melawan Australia, dia bermain sebagai bek tengah menemani Jay Idzes dan Mees Hilgers.

Sedangkan saat menghadapi Bahrain, pemain berusia 27 tahun ini bergeser ke posisi awalnya di wingback kiri karena Justin Hubner sudah bisa bermain.      ReplyForward Add reaction

Berita Terkait